Bandung, IDN Times - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat (Jabar) menilai bahwa sosialisasi bantuan vitamin, obat-obatan, dan konsultasi dokter melalui aplikasi Pusat Koordinasi dan Informasi COVID-19 Jabar (Pikobar) belum maksimal.
Tobias Ginanjar, anggota Komisi 2 DPRD Jabar mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, masih banyak masyarakat di desa-desa yang masih belum mengetahui program ini.
"Ini tugas Pemprov Jabar juga untuk mensosialisasikan secara lebih luas lagi, agar masyarakat yang belum tahu menjadi tahu dan bisa mengakses dengan mudah obat serta vitamin gratis yang disediakan oleh Pemprov Jabar," ujar Tobias melalui keterangan resminya, Selasa (13/7/2021).
