Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Di Balik Kota Modern, Sanitasi Layak di Bandung Baru 56,50 Persen
Program DAK bidang sanitasi (IDN Times/Daruwaskita)
  • BPS mencatat hanya 56,50 persen rumah tangga di Kota Bandung memiliki akses sanitasi layak pada 2025, sehingga hampir separuh belum memenuhi kriteria tersebut.
  • Capaian sanitasi Bandung tertinggal lebih dari 43 poin persentase dibanding akses air minum layak yang mencapai 99,66 persen.
  • Sanitasi menjadi komponen terendah rumah layak huni Bandung, sementara penilaian juga mencakup ketahanan bangunan, luas tempat tinggal, dan akses air minum.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di Kota Bandung, banyak rumah belum punya toilet dan tempat buang kotoran yang baik. Tahun 2025, hanya 56,50 persen keluarga punya sanitasi layak. Padahal, hampir semua keluarga sudah punya air minum layak. BPS bilang sanitasi masih perlu diperbaiki supaya rumah warga jadi lebih nyaman dan sehat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah tantangan sanitasi, Kota Bandung telah menunjukkan fondasi penting bagi hunian yang lebih baik melalui akses air minum layak yang menjangkau 99,66 persen rumah tangga. Capaian ketahanan bangunan dan kecukupan luas tempat tinggal yang relatif tinggi juga menggambarkan bahwa sejumlah unsur dasar kualitas hunian telah tersedia secara luas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Di tengah perkembangan Kota Bandung sebagai salah satu pusat perkotaan terbesar di Jawa Barat, persoalan sanitasi ternyata masih menjadi pekerjaan rumah. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, baru 56,50 persen rumah tangga di Kota Bandung yang memiliki akses terhadap sanitasi layak pada 2025.

Angka itu cukup kontras dengan akses air minum layak yang telah mencapai 99,66 persen. Data tersebut menunjukkan, ketersediaan air yang layak belum sepenuhnya berjalan seiring dengan kualitas fasilitas sanitasi yang digunakan masyarakat di Kota Bandung.

“Komponen rumah layak huni kabupaten/kota yang persentasenya sudah cukup tinggi adalah kecukupan luas tempat tinggal dan akses air minum layak. Sedangkan, komponen yang masih membutuhkan perhatian serius adalah ketahanan bangunan dan akses sanitasi layak,” tulis BPS dalam laporan Statistik Perumahan Provinsi Jawa Barat 2025 dikutip, Senin (10/8/2026).

1. Masih Banyak rumah tangga belum punya sanitasi layak

ilustrasi sanitasi (Unsplash/ Mélissa Jeanty)

BPS mencatat, akses sanitasi layak di Kota Bandung pada 2025 hanya mencapai 56,50 persen. Dengan kata lain, hampir separuh rumah tangga di Kota Bandung belum tercatat memiliki akses sanitasi yang memenuhi kriteria layak dalam pengukuran BPS.

Angka tersebut menjadi salah satu komponen terendah dalam penilaian rumah layak huni di Kota Bandung. Sementara itu, ketahanan bangunan mencapai 88,22 persen, kecukupan luas tempat tinggal sebesar 79,48 persen, dan akses air minum layak mencapai 99,66 persen.

Dalam pengukuran BPS, rumah layak huni tidak hanya dilihat dari kondisi fisik bangunan. Sebuah rumah harus memenuhi empat komponen sekaligus, yakni ketahanan bangunan, kecukupan luas tempat tinggal, akses air minum layak, dan akses sanitasi layak.

2. Kesenjangan besar antara air minum dan sanitasi

ilustrasi membawa air minum untuk menjaga kebutuhan cairan selama kegiatan (pexels.com/Patrick)

Perbedaan antara akses air minum layak dan sanitasi layak di Kota Bandung mencapai lebih dari 43 poin persentase. Hampir seluruh rumah tangga tercatat telah memiliki akses air minum layak, tetapi capaian sanitasi masih jauh tertinggal.

Kondisi ini menunjukkan persoalan kualitas hunian tidak selalu terlihat dari fisik rumah semata. Sebuah rumah bisa memiliki akses air minum yang baik, tetapi belum tentu memenuhi seluruh persyaratan untuk dikategorikan memiliki sanitasi layak.

BPS menetapkan sanitasi layak berdasarkan fasilitas buang air besar, jenis kloset, serta tempat pembuangan akhir tinja. Fasilitas tersebut dapat digunakan sendiri, digunakan bersama rumah tangga tertentu, atau melalui MCK komunal dengan ketentuan yang memenuhi standar sanitasi layak.

3. Sanitasi jadi pekerjaan rumah rumah layak huni Bandung

ilustrasi area dengan kondisi sanitasi yang buruk (connectforwater.org)

Rendahnya capaian sanitasi turut memengaruhi kondisi rumah layak huni di Kota Bandung. Pada 2025, BPS mencatat hanya 58,46 persen rumah tangga di Jawa Barat yang tinggal di rumah layak huni, dengan capaian yang berbeda-beda di setiap kabupaten dan kota.

Secara umum di Jawa Barat, akses sanitasi layak juga masih menjadi salah satu komponen dengan capaian terendah. Pada 2025, baru 76,20 persen rumah tangga yang memiliki akses sanitasi layak, lebih rendah dibandingkan akses air minum layak yang mencapai 95,84 persen.

Bagi Kota Bandung, data ini menjadi gambaran bahwa persoalan hunian layak belum sepenuhnya selesai di balik pesatnya perkembangan kawasan perkotaan. Di tengah akses air minum yang hampir menjangkau seluruh rumah tangga, pembenahan fasilitas sanitasi masih menjadi pekerjaan rumah agar kualitas tempat tinggal warga bisa benar-benar lebih layak.

Curated For You

Editorial Team

Related Article