Demul Siap Dirikan SMK Spesial di Jabar Kembangkan Talenta Digital

Bandung, IDN Times - Debat perdana calon gubernur dan wakil gubernur Jabar dilaksanakan hari ini, Senin (11/11/2024). Pada debat perdana ini pasangan nomor urut 1, Dedi Mulyadi-Erwan mendapatkan pertanyaan untuk pengembangan talenta digital di Jawa Barat.
Menurut Dedi, saat ini talenta digital bukan hanya menjadi ajang untuk mereka yang memiliki pendidikan, tapi juga warga yang secara otodidak belajar karena memang mempunyai keahlian di bidang terseut. Untuk itu pemerintah daerah khususnya di Jawa Barat harus menyiapkan ekosistem atau ruang publik yang bisa dimanfaatkan pada talen digital.
"Pendidikan baik menengah (SMP, SMA/SMK) dan pergutuan tinggi harus dimasukkan ke talenta digital pada pembelajaran di sekolah karena talen digital bukan hanya orang itu saja yang bisa tapi sudah masuk ke banyak hal seperti perdagangan, aristek, pertanian," kata Dedi dalam debat perdana.
Menurutnya, talenta digital ini akan jadi masalah ketika mereka tidak punya solusi ke mana harus mengembangkan kartanya. Untuk itu hal ini wajib diintegrasikan ke kurikulum termasuk dengan mempersiapkan sekolah kejuruan istimewa di seluruh kabupaten/kota.
"Dengan 10 ribu siswa dalam setiap tahun maka mereka kan bisa bersatu dengan pendidikan kelautan, pertanian, kehutanan," paparnya.
Para lulusan sekolah talenta digital pun diharap ke depannya bisa menjadi bagian advokasi dalam memasarkan berbagai produk masyarakat Jabar.
"Dan akhirnya kita tidak kalah (dengan negara) yang kirim barang ilegal ke kita lewat media digital," paparnya.
Saat ini talenta digital menjadi salah satu pilar penting dalam visi Indonesia Emas 2045. Sayangnya, hingga kini masih terdapat gap besar yang muncul antara kebutuhan dengan ketersediaan talenta digital di Indonesia.
Proyeksi dari Kementerian Komunikasi dan Digital (sebelumnya Kementerian Komunikasi dan Informatika), menyaatakan pada 2030 sebenarnya dibutuhkan 12 juta talenta digital. Namun, dari proyeksi yang ada, Indonesia di tahun tersebut hanya punya 9,3 juta talenta digital, dan gap itu harus dikejar.


















