Dari Tas hingga Buku, PIP Jadi Penopang Sekolah Anak Karawang

- Bantuan PIP mencakup tas, sepatu, seragam, dan buku sekolah
- Wakil Ketua DPR RI menekankan pentingnya PIP tepat sasaran
- Penyaluran PIP gratis tanpa pungutan apapun
Karawang, IDN Times — Siang itu, Nurjaya (49) pulang dengan langkah lebih ringan. Di tangannya bukan sekadar selembar bukti bantuan, melainkan harapan agar anaknya bisa kembali bersekolah tanpa rasa khawatir.
Warga Gempol Girang, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang itu kembali menerima Program Indonesia Pintar (PIP), bantuan pendidikan yang sudah dua kali menjadi penopang keluarganya.
Bagi Nurjaya, yang sehari-hari bekerja sebagai buruh harian lepas dan tukang serabutan, biaya sekolah kerap menjadi beban paling berat. Namun, PIP memberi ruang bernapas di tengah penghasilan yang tak menentu.
1. Bantuan nyata dari tas sekolah hingga buku

Nurjaya mengaku bantuan PIP sangat berarti untuk memenuhi kebutuhan sekolah anaknya, mulai dari tas, sepatu, seragam, hingga buku pelajaran. Ini merupakan kali kedua anaknya menerima bantuan tersebut.
“Ini sudah kali kedua anak saya menerima PIP. Alhamdulillah, setiap dapat bantuan ini bisa digunakan untuk membeli tas, sepatu, baju, dan buku sekolah,” kata Nurjaya.
Sehari-hari, Nurjaya bekerja sebagai buruh harian lepas dengan penghasilan tidak menentu. Ia juga kerap mengambil pekerjaan serabutan sebagai tukang. Dengan keterbatasan ekonomi tersebut, bantuan PIP menjadi penopang penting agar pendidikan anaknya tetap berjalan.
Anak Nurjaya yang menerima PIP tahun ini merupakan anak keduanya yang saat ini duduk di kelas IX SMP Negeri 6 Karawang.
2. Wakil Ketua DPR RI tekankan PIP harus tepat sasaran

Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa, menegaskan bahwa Program Indonesia Pintar harus tepat sasaran dan benar-benar digunakan untuk kebutuhan pendidikan siswa.
“Bantuan PIP ini memang diperuntukkan bagi kebutuhan pendidikan, seperti perlengkapan sekolah anak-anak,” ujar Saan.
Ia menekankan, PIP merupakan bentuk kehadiran negara dalam menjamin akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Karena itu, program ini harus dijaga agar tidak disalahgunakan dan benar-benar memberi dampak langsung bagi penerima manfaat.
3. PIP gratis tanpa pungutan
Dalam kesempatan tersebut, Saan juga menegaskan bahwa penyaluran PIP tidak disertai pungutan dalam bentuk apa pun. Ia meminta masyarakat tidak takut atau khawatir, serta meminta pihak penyalur menjalankan tugas sesuai aturan.
“Tidak ada bayar-bayar. Program ini murni bantuan negara,” tegasnya.
Saan berharap bantuan PIP dapat terus berkesinambungan hingga para siswa menyelesaikan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
“Harapannya, bantuan ini bisa terus berlanjut sampai mereka lulus dan bahkan menjadi sarjana,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, bantuan PIP disalurkan kepada 370 siswa dari lima sekolah di Karawang Barat, yakni SMP Negeri 3, SMP Negeri 1, SMP Negeri 6, SMP Negeri 5, dan SMP Negeri 2 Karawang Barat.
















