Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cirebon Punya Stok Beras Melimpah, Aman Sampai Lebaran
Ilustrasi beras putih (pexels.com/Suki Lee)
  • Bulog Cirebon memiliki stok 203.000 ton beras yang dinilai aman menghadapi kemarau dan El Nino, dengan kemampuan menopang penyaluran hingga setelah Lebaran 2027.
  • Kebutuhan penyaluran diperkirakan 3.000-4.000 ton per bulan; Bulog memantau produksi dan gabah karena El Nino berpotensi menekan pasokan sementara permintaan tetap.
  • Harga gabah Rp8.000-Rp8.100 per kilogram melampaui HPP Rp6.500; penyerapan 2026 mencapai 85 persen dari target 179.000 ton, sekaligus memasok daerah lain.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Cirebon, IDN Times - Perum Bulog Cabang Cirebon menyatakan persediaan beras sebanyak 203.000 ton masih mencukupi untuk menjaga ketersediaan pangan di tengah musim kemarau dan fenomena El Nino. Stok tersebut diperkirakan dapat menopang kebutuhan penyaluran hingga setelah Lebaran 2027.

Kepala Perum Bulog Cabang Cirebon Imam Mahdi mengatakan persediaan beras yang tersimpan saat ini menjadi salah satu instrumen untuk menjaga kesinambungan pasokan ketika produksi padi berpotensi mengalami tekanan akibat kekeringan.

“Sampai dengan saat ini walaupun kami mengalami musim El Nino, stok kita cukup sangat aman,” kata Imam di Cirebon, Kamis (17/9/2026).

1. Stok jadi penyangga

ilustrasi beras putih (vecteezy.com/Krzysztof Bubel)

Menurut Imam, Bulog memperkirakan kebutuhan penyaluran beras dari gudang Cirebon berada pada kisaran 3.000-4.000 ton per bulan. Dengan volume persediaan yang tersedia, stok dinilai masih memadai untuk memenuhi kebutuhan dalam beberapa bulan ke depan.

Kondisi musim kemarau menjadi salah satu perhatian karena kekurangan air dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman padi. Dampaknya dapat terlihat pada hasil produksi apabila lahan pertanian mengalami gangguan selama masa tanam hingga panen.

Bulog tetap memantau perkembangan produksi dan ketersediaan gabah untuk memastikan pengadaan beras dapat berjalan sesuai kebutuhan.

Imam mengatakan kondisi pasokan perlu diperhatikan karena produksi yang berkurang tidak secara otomatis diikuti penurunan kebutuhan masyarakat terhadap beras.

“Suplainya sedikit karena terpengaruh oleh El Nino, sedangkan permintaannya tetap karena jumlah penduduknya juga tetap,” ujarnya.

2. Harga gabah di atas HPP

Ilustrasi beras (dok. Bulog)

Di tingkat petani, harga gabah saat ini berada pada kisaran Rp8.000-Rp8.100 per kilogram. Harga tersebut lebih tinggi dibandingkan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah yang menjadi salah satu acuan pengadaan Bulog, yakni sekitar Rp6.500 per kilogram.

Imam menyebut harga gabah yang berada di atas HPP memberikan kesempatan kepada petani mendapatkan nilai jual lebih tinggi. Sementara itu, Bulog tetap melaksanakan penyerapan sesuai mekanisme dan ketentuan pemerintah.

“Dengan harga yang sekarang, itu memberikan manfaat kepada petani untuk menjual dengan harga yang lebih tinggi,” katanya.

Bulog Cabang Cirebon menargetkan penyerapan gabah sebanyak 179.000 ton selama 2026. Hingga September, realisasi penyerapan telah mencapai sekitar 85 persen dari target tersebut.

3. Pasokan dikirim ke daerah lain

Ilustrasi beras (dok. Bulog)

Imam mengatakan, kegiatan pengadaan gabah Bulog Cirebon terutama dilakukan di Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Majalengka.

Kedua wilayah tersebut merupakan daerah produksi padi yang menjadi sumber pengadaan untuk memenuhi kebutuhan beras dalam wilayah kerja Bulog Cirebon.

Realisasi penyerapan yang telah mencapai sekitar 85 persen, membuat Bulog masih memiliki ruang untuk melanjutkan pengadaan hingga akhir tahun. Penyerapan dilakukan dengan memperhatikan kondisi harga dan ketentuan pembelian yang berlaku.

"Persediaan beras yang besar juga memungkinkan Bulog Cirebon menjalankan fungsi distribusi untuk wilayah lain yang membutuhkan tambahan pasokan," ujarnya.

Selain memenuhi kebutuhan di wilayah kerjanya, stok dari Bulog Cirebon telah digunakan untuk membantu sejumlah cabang Bulog di daerah lain. Beberapa wilayah yang menerima pasokan tersebut antara lain Bogor, Bandung, Cianjur, dan Ciamis.

Distribusi juga dilakukan ke sejumlah wilayah di luar Pulau Jawa. Penyaluran antardaerah tersebut menjadi bagian dari pemanfaatan stok yang tersedia di gudang Bulog Cirebon.

Imam mengatakan pengiriman dilakukan karena persediaan beras di wilayahnya masih tersedia dalam jumlah besar.

“Karena stok kita banyak. Kemudian kita juga membantu cabang-cabang yang lain,” ucapnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article