Perbaikan irigasi di Jatim. Dok. Dinas Pekerjaan Umum dan SDA Jatim.
Selain sektor jalan, pemangkasan besar juga terjadi pada sektor irigasi, yang mengalami pengurangan sebesar Rp10,4 miliar. Dana ini sebelumnya telah disiapkan untuk berbagai proyek pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi yang sangat dibutuhkan oleh para petani di Kabupaten Cirebon.
"Sistem irigasi yang baik adalah faktor utama dalam keberlanjutan sektor pertanian. Jika proyek irigasi tertunda atau dibatalkan, maka hal ini berpotensi mengganggu produksi pertanian di daerah," jelas Sri.
Ia menambahkan, Pemkab Cirebon akan mencari cara agar pemotongan ini tidak terlalu berdampak besar pada petani. Salah satu opsi yang sedang dikaji adalah mengajukan bantuan dari program lain di tingkat provinsi maupun pusat.
Menurut beberapa petani setempat, jaringan irigasi yang memadai sangat dibutuhkan untuk menjaga pasokan air bagi sawah dan ladang mereka.
Dengan berkurangnya anggaran irigasi, ada kekhawatiran bahwa lahan pertanian akan lebih rentan terhadap kekeringan, terutama saat musim kemarau tiba.
Selain infrastruktur jalan dan irigasi, sektor lain yang terkena imbas pemangkasan anggaran adalah pengembangan pangan akuatik, yang dipotong sebesar Rp10,9 miliar. Dana ini sebelumnya direncanakan untuk mendukung program perikanan dan budidaya akuatik, termasuk bantuan bagi para nelayan dan pembudidaya ikan.
"Dengan adanya pemangkasan ini, kemungkinan besar beberapa program seperti bantuan alat tangkap ikan, distribusi benih, serta pelatihan peningkatan kapasitas nelayan akan berkurang atau bahkan dihentikan sementara," ungkap Sri.