Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cegah Banjir Bekasi, KDM Minta Normalisasi Sungai Dipercepat
Banjir Bekasi (IDN Times/Sunariyah)
  • Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta Kota dan Kabupaten Bekasi mempercepat pembenahan saluran air serta normalisasi sungai untuk mengantisipasi banjir saat hujan mulai turun.

  • Ia menyoroti penyempitan sungai akibat alih fungsi lahan, termasuk kawasan perumahan di daerah aliran sungai, serta perbedaan kapasitas aliran antara Kota dan Kabupaten Bekasi.

  • Normalisasi yang didanai APBD Kabupaten Bekasi masih menyisakan sekitar satu kilometer, membutuhkan Rp1–2 miliar; KDM meminta pemerintah dan BBWS segera berkoordinasi menuntaskannya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Selasa (27/10/2026)

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta pemerintah Kota dan Kabupaten Bekasi mempercepat pembenahan saluran air dan normalisasi sungai untuk mencegah banjir. Ia menekankan koordinasi lintas pemerintah dan BBWS, serta penyelesaian sisa normalisasi sungai sekitar satu kilometer.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta percepatan normalisasi sungai dan pembenahan saluran air untuk mengantisipasi banjir di Kota dan Kabupaten Bekasi.
  • Who?
    Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, pemerintah Kota Bekasi, Pemerintah Kabupaten Bekasi, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, masyarakat, dan Balai Besar Wilayah Sungai terlibat dalam penanganan.
  • Where?
    Penanganan difokuskan pada aliran sungai serta saluran air yang melintasi Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
  • When?
    Permintaan disampaikan Dedi Mulyadi pada Selasa, 27 Oktober 2026, ketika hujan disebut mulai turun.
  • Why?
    Penyempitan sungai akibat perubahan fungsi lahan, termasuk pemanfaatan daerah aliran sungai untuk perumahan, dinilai berpotensi menghambat aliran air dan memicu banjir.
  • How?
    Normalisasi dilakukan secara terkoordinasi lintas pemerintah dan BBWS, termasuk menuntaskan sekitar satu kilometer pekerjaan tersisa di Kabupaten Bekasi dengan tambahan anggaran sekitar Rp1 miliar hingga Rp2 miliar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta Bekasi cepat membersihkan saluran air dan sungai supaya tidak banjir saat hujan. Ada sungai yang jadi sempit karena tanahnya dipakai rumah dan dibuat beton. Pemerintah kota, kabupaten, dan provinsi diminta bekerja bersama. Masih ada sekitar satu kilometer sungai yang harus diperbaiki.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Dorongan percepatan normalisasi sungai menunjukkan perhatian yang lebih terarah pada pencegahan banjir sebelum curah hujan meningkat. Peninjauan langsung atas pekerjaan yang hampir rampung, disertai penekanan koordinasi lintas pemerintah dan instansi terkait, membuka ruang bagi pembenahan aliran air secara menyeluruh, bukan terbatas oleh batas kewenangan wilayah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM meminta kepala daerah di Kota dan Kabupaten Bekasi mulai melakukan antisipasi penanganan banjir menyusul hujan yang sudah mulai turun. Salah satu yang perlu dilakukan yaitu pembenahan saluran air.

KDM mengatakan, penanganan banjir tidak bisa dilakukan secara parsial karena aliran air dari satu wilayah dapat berdampak pada wilayah lainnya. Karena itu, pembenahan saluran air dan normalisasi sungai perlu dilakukan secara terkoordinasi antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota.

"Saya menyampaikan bahwa hujan sudah mulai turun dan saatnya kita melakukan pembenahan agar saluran-saluran air yang menjadi tempat air berjalan tertangani secara bersama antara pemerintah dan masyarakat," ujar KDM, Selasa (27/10/2026).

1. Normalisasi sungai harus segera dilakukan

Banjir Bekasi (IDN Times/Ileny Rizky)

Menurut KDM, salah satu persoalan yang perlu ditangani adalah penyempitan aliran sungai akibat perubahan fungsi lahan. Ia mengaku menemukan sejumlah kawasan perumahan yang memanfaatkan daerah aliran sungai, bahkan membeton area tersebut untuk dijadikan teras perumahan.

KDM juga menyoroti kondisi aliran sungai yang melintasi Kota dan Kabupaten Bekasi. Meski aliran sungai di wilayah Kota Bekasi relatif sudah tertata dan berkapasitas lebih besar, penyempitan ketika memasuki wilayah Kabupaten Bekasi masih berpotensi menimbulkan persoalan.

"Walaupun dari kotanya alirannya sudah relatif besar, tapi kalau di kabupatennya masih menyempit akan menjadi problem. Ini akan kita selesaikan secara bersama," katanya.

2. Penanganan banjir harus dikebut

Banjir Bekasi (IDN Times/Ileny Rizky)

KDM juga sudah meninjau langsung pekerjaan normalisasi sungai yang didanai melalui APBD Kabupaten Bekasi dengan anggaran sekitar Rp16 miliar. Di mana pekerjaan tersebut masih menyisakan sekitar satu kilometer yang perlu diselesaikan dengan tambahan anggaran sekitar Rp1 miliar hingga Rp2 miliar.

KDM meminta agar sisa pekerjaan tersebut segera dituntaskan sehingga aliran air dapat mengalir lebih lancar.

"Jangan sampai ketika banjir baru turun alat. Mumpung belum hujan, kita kerjakan sekarang," katanya.

3. Jangan membeda-bedakan kewenangan

Banjir Bekasi (IDN Times/Ileny Rizky)

KDM meminta pemerintah kabupaten dan provinsi tidak menjadikan perbedaan kewenangan sebagai alasan untuk menunda penanganan. Menurutnya, koordinasi perlu dilakukan dengan instansi terkait, termasuk Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), agar pekerjaan dapat segera berjalan.

"Kalau banjir, air tidak akan bertanya ini kewenangan siapa. Begitu masuk sungai, air tetap mengalir," kata KDM.

Curated For You

Editorial Team

Related Article