Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

BIJB Perlahan Bangkit, GMF Resmi Ikut Kelola Kertajati Aerospace Park

IMG_20250613_160406.jpg
Pintu masuk BIJB Kertajati Majalengka (Inin Nastain/IDN Times)
Intinya sih...
  • GMF dan BIJB menandatangani Perjanjian Kerja Sama Operasi (KSO) untuk mengelola Kertajati Aerospace Park.
  • Kertajati Aerospace Park akan menarik investasi senilai USD 8 juta dengan proyeksi mencapai USD 771 juta selama kerja sama jangka panjang.
  • Gubernur Jawa Barat mendorong PT Dirgantara Indonesia (DI) dan industri pertahanan pindah ke Kertajati Aerospace Park.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF) menandatangani Perjanjian Kerja Sama Operasi (KSO) dengan PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Jumat (14/11/2025). Kerja sama ini menandai dimulainya pengembangan Kertajati Aerospace Park.

Kertajati Aerospace Park merupakan kawasan terpadu yang akan menjadi pusat kegiatan industri kedirgantaraan nasional. Melalui kerja sama ini, GMF dan BIJB akan berkolaborasi menjadi pengelola kawasan.

GMF pun akan menjadi anchor tenant atau operator yang nantinya turut berperan sebagai penggerak utama ekosistem industri di kawasan seluas sekitar 84 hektar di area BIJB.

1. Nilai initial investment senilai USD 8 juta

IMG_20250628_123043.jpg
Dua pesawat yang membawa jemaah haji mendarat di BIJB (Inin Nastain/IND Times)

Kertajati Aerospace Park dirancang sebagai integrated aerospace ecosystem yang mencakup fasilitas Maintenance, Repair, & Overhaul (MRO) untuk pesawat komersial dan pertahanan, engine & component workshop, manufacturing zone, training and research center, serta business center yang terhubung langsung dengan infrastruktur bandara.

"Proyek Kertajati Aerospace Park ini akan menarik investasi secara bertahap dengan initial investment senilai USD 8 juta dan akan mencapai USD 771 juta selama masa kerja sama jangka panjang.

"Investasi ini diproyeksikan dapat menyerap ribuan tenaga kerja baru, baik dalam kawasan dan maupun sekitarnya, sekaligus memperkuat rantai pasok industri kedirgantaraan dan pertahanan nasional," ucapnya.

2. Dedi Mulyadi ingin BUMN pertahanan pindahkan kantornya ke BIJB Kertajati

ilustrasi bandara BIJB Kertajati. (trevel.detik.com/Tommy Bernadus)
ilustrasi bandara BIJB Kertajati. (trevel.detik.com/Tommy Bernadus)

Plt. Direktur BIJB, Ronald H. Sinaga menambahkan, GMF nantinya akan turut memperkuat posisi Kertajati sebagai pusat industri aviasi dan pertahanan berteknologi tinggi yang berskala internasional.

"Dengan GMF sebagai mitra utama, kawasan ini diharapkan menjadi lokomotif baru pertumbuhan ekonomi Jawa Barat," tuturnya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi juga mendorong agar PT Dirgantara Indonesia (DI) yang berada di Kota Bandung pindah ke kawasan BIJB Kertajati. Sebab terdapat berbagai tantangan yang dihadapi oleh PT DI di Kota Bandung.

"Saya kemarin kan bertemu dengan Dirut PT DI ya, kemudian berkomunikasi dengan Dirut Pindad, dan berkomunikasi dengan KASAU. Pikirannya sama bahwa tidak mungkin misalnya PT DI di Bandung itu berkembang dengan pesat, dalam posisi untuk tes pesawatnya juga mengalami keterbatasan landasan," ucap dia belum lama ini.

3. Banyak tanah yang masih bisa dimanfaatkan

Inin Nastain IDN Times Jabar/ penunjuk arah di BIJB
Inin Nastain IDN Times Jabar/ penunjuk arah di BIJB

Tidak hanya itu, Dedi menyinggung lingkungan sekitar PT DI yang sudah padat oleh perumahan. Ia mengaku memiliki gagasan untuk mengalihkan industri pertahanan di Kota Bandung agar dipusatkan ke Kertajati.

"Dari mulai PT DI, Pindad, kalau Dahana kan memang sudah di Subang. Itu di sana, termasuk nanti angkatan udaranya, misalnya dari Husein, angkatan udara Husein ya pindah ke sana," kata dia.

Tidak hanya itu, ia mengklaim setelah berkomunikasi dengan banyak pihak terkait gagasan itu, hampir semuanya merespons dengan baik. Selain menjadi kawasan industri pertahanan, ia mengatakan di sana pun bisa terdapat kawasan ekonomi khusus.

"Karena di situ (Kertajati) banyak tanah yang masih terbentang luas, yang itu tanah negara. Apakah dikuasai oleh kementerian kehutanan, atau dikuasai oleh perhutani, atau dikuasai oleh kementerian lain tetapi yang jelas itu statusnya tanah negara," ujar dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More

Pemkot Bandung Targetkan Investasi Capai Rp11,363 Triliun pada 2026

02 Jan 2026, 20:57 WIBNews