Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
BI Proyeksi Ekonomi Jawa Barat Tetap Tumbuh Kuat pada 2026
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. (IDN Times/Aditya Pratama)
  • Bank Indonesia menilai ekonomi Jawa Barat tetap solid meski tekanan global meningkat, dengan pertumbuhan 2025 mencapai 5,32 persen, lebih tinggi dari rata-rata nasional.
  • Konsumsi rumah tangga dan investasi besar menjadi motor utama, didukung sektor industri pengolahan, perdagangan, transportasi, serta konstruksi yang terus tumbuh positif.
  • Inflasi 2026 diproyeksikan terkendali di kisaran target, sementara digitalisasi dan sektor baru seperti pariwisata serta ekonomi hijau diyakini memperkuat daya tahan ekonomi daerah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Bank Indonesia menilai perekonomian Jawa Barat tetap solid meski ekonomi dunia diproyeksikan melambat. Sepanjang 2025, pertumbuhan ekonomi Jabar tercatat lebih tinggi dari nasional, didorong kuatnya konsumsi rumah tangga dan investasi.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat, Muhammad Nur, menyebut daya beli masyarakat dan aktivitas usaha masih menjadi penopang utama ekonomi daerah.

Kondisi ini dinilai penting karena ekonomi global masih dibayangi ketidakpastian, mulai dari tensi geopolitik hingga gangguan rantai pasok yang membuat laju pertumbuhan dunia melambat. Meski begitu, Jawa Barat justru tetap menunjukkan performa positif.

1. Konsumsi warga dan investasi masih jadi mesin ekonomi

Bank Indonesia dorong ekonomi digital sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru Indonesia

Bank Indonesia mencatat perekonomian Jawa Barat pada triwulan IV 2025 tumbuh 5,85 persen (yoy) dan secara keseluruhan tahun 2025 mencapai 5,32 persen, lebih tinggi dari pertumbuhan nasional sebesar 5,11 persen.

Pertumbuhan tersebut terutama ditopang belanja masyarakat yang tetap kuat, meningkatnya mobilitas, serta realisasi investasi yang tinggi. Sektor industri pengolahan, perdagangan, transportasi, hingga konstruksi menjadi penggerak utama ekonomi daerah.

Tak hanya itu, Jawa Barat juga masih menjadi tujuan investor. Sepanjang 2025, realisasi investasi mencapai sekitar Rp296,8 triliun atau melampaui target, sekaligus menjadi yang terbesar secara nasional.

2. Transaksi digital makin ngebut, UMKM ikut terdorong

ilustrasi transaksi digital (unsplash.com/CardMapr.nl)

Perubahan perilaku masyarakat juga ikut memengaruhi ekonomi. Warga Jabar kini semakin sering menggunakan pembayaran non-tunai, terutama QRIS. Volume transaksi QRIS tumbuh lebih dari 132 persen dan nilai transaksinya meningkat sekitar 93 persen sepanjang 2025. Jumlah merchant pun terus bertambah, didominasi pelaku usaha mikro.

Bank Indonesia menilai digitalisasi pembayaran ini membantu inklusi keuangan dan memperluas pasar UMKM. Artinya, bukan cuma memudahkan warga belanja, tapi juga membuka peluang usaha lebih luas bagi pelaku usaha kecil.

3. Inflasi terkendali, ekonomi Jabar 2026 diprediksi tetap kuat

Visualisasi data ekonomi modern yang menampilkan indikator pertumbuhan PDB, laju inflasi, dan tren investasi secara real-time

Dari sisi harga, inflasi Jawa Barat selama 2025 masih terjaga dalam rentang sasaran dan bahkan sempat mengalami deflasi pada Januari 2026 karena turunnya harga sejumlah bahan pangan seperti cabai dan daging ayam.

Bank Indonesia memproyeksikan inflasi 2026 tetap berada di kisaran target sekitar 2,5±1 persen, sementara pertumbuhan ekonomi Jawa Barat diperkirakan tetap kuat dan berpotensi meningkat dibanding tahun sebelumnya.

Ke depan, pertumbuhan diperkirakan didorong oleh permintaan domestik, investasi, serta sektor baru seperti pariwisata, ekonomi kreatif, ekonomi syariah, dan ekonomi hijau.

BI melihat daya tahan ekonomi Jawa Barat masih cukup kuat menghadapi tekanan global. Selama konsumsi masyarakat dan investasi tetap terjaga, ekonomi daerah dinilai masih memiliki ruang untuk terus tumbuh sepanjang 2026.

Editorial Team