Bey Machmudin Tolak Tawaran Demokrat untuk Maju Pilgub Jabar

Bandung, IDN Times - Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin menolak tawaran dari Partai Demokrat Jawa Barat untuk maju dalam Pilgub 2024. Keputusan Bey itu disampaikan langsung Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat, Anton Sukartono Surato.
"Kami tanya beliau mau lanjut lagi atau tidak. Ternyata beliau tidak mau lanjut, ya sudah. Intinya kami akan mendukung apapun apa yang mereka kerjakan hari ini dan ke depan sampai selesai," ujar Anton usai menyambangi Bey di Gedung Sate, Selasa (14/5/2024).
1. Demokrat kini tengah menjalin komunikasi politik untuk Pilgub Jabar 2024

Dengan sudah ada keputusan itu, Anton mengungkapkan, Partai Demokrat Jawa Barat akan kembali melakukan safari politik untuk menentukan arah politik untuk Pilgub 2024. Adapun dalam waktu dekat ia akan bertemu PKS dan Golkar.
"Hari ini ketemu PKS, lusa dengan Golkar. Kami mau tahu orangnya, apakah cocok dengan kami atau enggak. Intinya Demokrat akan mengusung yang terbaik untuk Jawa Barat," katanya.
2. Bey sebelumnya tegas tidak akan maju Pilgub Jabar

Sebelumnya, Bey sudah menyatakan dengan tegas bahwa ia tidak akan maju Pilgub Jabar dan tetap bekerja sebagai aparatur sipil negara. Adapun selain Pj Gubernur Jawa Barat, dia juga kini mengemban jabatan sebagai Staf Ahli Bidang Komunikasi Politik dan Kehumasan, Kemensesneg.
"Enggak lah, enggak sama sekali. Saya bekerja seperti tugas awal, bahwa saya mengisi kekosongan di Jawa Barat karena sampai menunggu Pilkada Serentak dan juga sampai ada gubernur definitif," kata Bey saat dihubungi, Kamis (2/5/2024).
Bey sendiri akan menjabat sebagai Pj Gubernur sampai pelaksanaan Pilkada pada 27 November 2024. Dia menegaskan, pilkada ini harus terlaksana dengan azas jujur, adil, transparan, dan ia juga menggaris-bawahi agar ASN harus netral.
"Kalau niat saya hanya membawa masyarakat Jawa Barat lebih maju dan juga saya menekankan kepada birokrasi Jabar untuk berpikir sistematis, berinovasi, dan juga memberikan respons yang cepat dalam setiap perubahan di masyarakat," katanya.
3. Bey pastikan kini fokus bekerja hingga dirinya diganti dengan pejabat definitif

Selama menjadi Pj Gubernur Jawa Barat, Bey mengungkapkan, ia hanya fokus terhadap birokrasi serta beberapa inovasi lainnya. Adapun untuk urusan politik praktis, dia menegaskan sama sekali tidak ada keterlibatan.
"Berpikirnya hanya masalah ketahanan pangan, sekarang pendidikan, SDM seperti apa, itu saja. Yang penting Jawa Barat lebih maju pada hari ini. Jadi saya tidak akan maju (di pilkada). Sudahlah. Saya cukup sampai pilkada, dan ada gubernur definitif," kata dia.
Meski begitu, nama Bey sendiri sebelumnya muncul dalam film dokumenter Dirty Vote yang diunggah di akun Yutube Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK) Indonesia.
Film berdurasi satu jam lebih ini menduga ada maksud lain dari Presiden Joko "Jokowi" Widodo melantik beberapa orang terdekatnya menjadi Pj Gubernur. Beberapa nama yang muncul ada Bey Machmudin, Heru Budi Hartono, Nana Sudjana.
Bey dilantik menggantikan Ridwan Kamil pada 5 September 2023. Dia sendiri membantah tudingan tidak netral dalam Pilpres 2024.
"Kami selaku ASN TNI Polri tidak mungkin berkomentar karena kami netral. Terkait saya ada di situ memang betul saya dari presiden, tapi saya netral sejak awal dan tidak pernah berpihak," kata dia ketika ditemui di depan Gedung Sate, Kota Bandung, pada Senin (12/2/2024).
Bey kemudian meminta pihak yang menudingnya itu untuk membuktikan kebenaran dirinya berpihak dan campur tangan untuk memenangkan salah satu pasangan calon di Pemilu 2024.
"Silakan lihat teman-teman kapan saya berpihak, saya netral dari awal. Saya netral dari awal, silakan tunjukkan kalau saya tidak netral," kata dia.



















