Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Bencana Banjir Karawang: 14.349 Jiwa Terdampak Satu Orang Meninggal

Ilustrasi banjir. IDN Times/Istimewa
Ilustrasi banjir. IDN Times/Istimewa
Intinya sih...
  • Banjir bandang di Karawang terjadi sejak Senin (19/1/2026), menyebabkan 14.349 jiwa terdampak dan satu orang meninggal dunia.
  • Titik banjir ada di 12 kecamatan, dengan 1.285 jiwa mengungsi dan 3.887 rumah terendam.
  • Pemerintah Provinsi Jawa Barat menurunkan tim ke lapangan, membuka dapur umum, dan menyalurkan bantuan logistik untuk warga terdampak.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Bencana banjir bandang di wilayah Kabupaten Karawang yang terjadi sejak Senin (19/1/2026) membuat ribuan jiwa terdampak dan satu orang dinyatakan meninggal dunia. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat mencatat titik banjir ada di 12 kecamatan.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Jabar, Teten Ali Mulku Engkun mengatakan, korban meninggal dari bencana banjir di Karawang ini benar adanya, mulanya korban dinyatakan hilang dan kemudian ditemukan dalam kondisi meninggal.

"Lokasinya ada di Desa Karangligar, saat itu korban dilaporkan menghilang dan saat ditemukan sudah dalam kondisi tersebut (meninggal dunia)," ujar Teten, Rabu (21/1/2026).

1. Ribuan warga terdampak

Ilustrasi banjir (IDN Times/Dini Suciatiningrum)
Ilustrasi banjir (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Berdasarkan data BPBD Jabar, total kecamatan yang terdampak bencana banjir ada di Kecamatan Pangkalan, Kecamatan Karawang Barat, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kecamatan Cilebar, Kecamatan Jayakerta, Kecamatan Karawang Timur, Kecamatan Klari.

Kemudian ada juga di Kecamatan Lemahabang Kecamatan Rawamerta Kecamatan Rengasdengklok Kecamatan Telukjambe Barat Kecamatan Telukjambe Timur.

"Total ada 14.349 jiwa terdampak dan 1.285 jiwa mengungsi, rumah terendam ada sebanyak 3.887," ucap Teten.

2. Banjir masih ada di beberapa titik

(Ilustrasi Banjir) Dok. BNPB
(Ilustrasi Banjir) Dok. BNPB

Selain itu, Teten menambahkan ada sebanyak delapan tempat ibadah terendam banjir dua unit sekolah juga ikut terdampak banjir. Meski begitu, dia memastikan kondisi terkini banjir masih terjadi di beberapa kecamatan, namun tidak begitu parah.

"Saat ini banjir memang masih ada. Saya pun sudah turun langsung memantau di lapangan kondisi seperti apa. Kami terus berkoordinasi dengan BPBD setempat," jelasnya.

3. Logistik dipastikan sudah dikirimkan ke lokasi banjir

ilustrasi banjir. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas
ilustrasi banjir. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas

Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Herman Suryatman mengatakan, pemerintah provinsi telah menurunkan tim ke lapangan dan berkoordinasi langsung dengan pemerintah daerah setempat untuk memastikan keselamatan warga terdampak.

"Untuk Karawang dan Bekasi, kami sudah mengambil langkah cepat. Tim dari BPBD Provinsi sudah turun ke lapangan bersama BPBD Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Karawang," ujar Herman, Senin (19/1/2026).

Berdasarkan data sementara, banjir di Kabupaten Karawang berdampak pada 12 kecamatan dan 23 desa, dengan jumlah warga terdampak mencapai 3.932 kepala keluarga (KK). Sementara di Kabupaten Bekasi, banjir melanda 16 kecamatan dan 33 desa, dengan 4.622 KK terdampak.

Pemprov Jabar menugaskan personel BPBD Provinsi untuk memperkuat penanganan di lapangan. Di Karawang, kata Herman ada sebanyak lima personel diterjunkan, sedangkan di Bekasi delapan personel ditugaskan untuk berkoordinasi langsung dengan BPBD setempat.

Selain itu, Pemprov Jabar juga telah membuka dapur umum di kedua wilayah guna memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak. Bantuan logistik pun telah disalurkan secara bertahap.

"Di Karawang, kami sudah meluncurkan total 85 paket logistik sembako, terdiri dari 50 paket yang dikirim sebelumnya dan 35 paket tambahan. Hal yang sama juga dilakukan di Bekasi dengan total 85 paket logistik," ucapnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More

Daftar Lima Daerah di Jabar dengan Investasi Tertinggi di 2025

21 Jan 2026, 20:22 WIBNews