Banyak Anak Obesitas di Kota Bandung, Waspada Penyakit Diabetes!

- Pemkot Bandung menyoroti meningkatnya angka obesitas anak, sekitar 2.700 dari 90 ribu anak, yang berisiko terkena diabetes tipe 2 dan penyakit jantung sejak dini.
- Langkah pencegahan dilakukan lewat kampanye pembatasan konsumsi gula, garam, dan lemak serta pengawasan ketat terhadap penjualan makanan di kantin sekolah.
- Lima SD dijadikan percontohan program hidup sehat sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2026 untuk membentuk kebiasaan makan sehat sejak usia dini.
Bandung, IDN Times - Pemerintah Kota Bandung mulai serius dalam menurunkan angka anak dengan obesitas yang saat ini cukup tinggi. Dari data dinas kesehatan (Dinkes) per 2025, tiga persen dari 90 ribu anak di Kota Bandung masuk dalam kategori obesitas, artinya ada sekitar 2.700 anak.
Jika sedari kecil sudah masuk kategori obesitas bisa berdampak serius jangka pendek dan panjang, meliputi risiko diabetes tipe 2, penyakit jantung (hipertensi/kolesterol tinggi), gangguan pernapasan seperti sleep apnea, serta masalah tulang/sendi.
Hal ini yang coba dicegah Pemkot Bandung melalui kampanye pembatasan konsumsi garam, gula, dan lemak, oleh anak khususnya di lingkungan sekolah. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), Kota Bandung menempati urutan pertama dalam konsumsi minuman teh kemasan dan minuman bersoda (mengandung CO2) dengan angka 0,54 persen dalam takaran 250 ml per kapita per pekan.
Dengan demikian setiap orang di Kota Bandung mengonsumsi minuman berpemanis sekitar 135 ml per pekan. Selain itu warga Bandung juga gemar mengkonsumsi eskrim, sari buah kemasan, hingga minuman berenergi.
"Nah ternyata memang ada data yang mengatakan, walaupun jumlahnya masih secara presentasi tidak besar, tapi pertembuhannya positif. Bahwa jumlah anak-anak sekolah SD sampai SMP yang masuk kategori gemuk dan obestitas itu naik," kata Farhan, Senin (2/3/2026).
1. Masalah ini jadi tantangan serius

Di sisi lain, lanjutnya, Kota Bandung yang menjadi salah satu pusat kuliner nusantara juga berpengaruh pada pola konsumsi anak-anak. Banyaknya makanan dari tepung yang kemudian digoreng dengan berbagai perasa juga bisa berbahaya untuk tubuh ketika dikonsumsi berlebihan.
Kondisi ini jelas sangat menantang untuk dituntaskan agar masyarakat khususnya anak-anak tidak terlalu banyak mengkonsumsi makanan seperti itu.
"Tatangannya adalah kandungan gula, garam menjadi aroma yang nikmat. Risiko adalah kegemukan, walaupun masih ada yang sebut anak kecil gembul itu menggemaskan, tapi itu jelas bahaya," kataFarhan.
2. Kontrol penjualan di kantin sekolah

Upaya yang mulai dicoba agar anak tidak banyak mengonsumsi makanan dengan pemanis atau garam berlebihan adalah pengawasan di kantin sekolah. Saat ini sudah ada beberapa sekolah percontohan baik negeri maupun swasta yang kantinnya dibina agar tidak menjual produk yang berbahaya untuk siswa.
Cara ini bisa lebih mudah ketimbang harus memutus rantai pasok dangan di warung atau pedagang lainnya karena itu tidak mungkin dilakukan.
"Jadi nanti akan kita lihat bagaimana di kantin sekolah ini tidak menjual minuman-minuman dengan kandungan gula tinggi," kata Farhan.
3. Ada lima SD jadi percontohan hidup sehat

Sementara itu, Kepala Dinkes Bandung Sonny Adam menuturkan, pemberian pemahaman kepada anak-anak agar bisa mengonsumsi makanan maupun minuman sehat harus dilakukan agar mereka lebih terbiasa menjaga pola konsumsi sehingga mau dan mampu hidup sehat dan bersih.
"Saat ini ada lima sekolah dasar yang menjadi percontohan program ini dan ke depannya bakal dikembangkan sehingga anak-anak nantinya tidak terjangkit berbagai penyakit yang tidak menular," kata Sonny.
Pemkot Bandung pun telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2026 tentang pangan sehat di lingkungan sekolah. Aturan ini diharap bisa membuat anak-anak sekarang dalam 20-30 tahun lagi tetap bisa kuat dan sehat.









![[QUIZ] Bekasi–Sukabumi Jadi Kawasan Industri Elektronik, Kamu Tahu?](https://image.idntimes.com/post/20260118/industri-padat-karya_9ad2f1cb-63d3-47e2-809e-7c7c48957ad8.png)

![[QUIZ] Bandung Darurat Sanitasi, Kamu Tahu Faktanya?](https://image.idntimes.com/post/20191202/img-20191202-120917-compress56-0879047bcea11622fc23764a99b559d9.jpg)


![[QUIZ] Harga Cabai Jabar Makin Pedas, Kamu Update Gak?](https://image.idntimes.com/post/20260211/upload_0c8c72a45b61dd290bf1a1ff3bcf2eab_e1329fa8-d397-4db9-a839-fe9ac5a00618_watermarked_idntimes-1.jpg)


![[QUIZ] Aturan Baru 2026! Kamu Tahu Gak Soal Larangan Motor Pelajar?](https://image.idntimes.com/post/20250512/screen-shot-2025-05-12-at-224616-2b2823870c37bec67c6c20af813c7f3c-cf3eb3539953691f504315fb8681f526.png)
![[QUIZ] Ramai Protes Menu MBG Saat Ramadan, Kamu Ngikutin Isunya Gak?](https://image.idntimes.com/post/20260224/upload_efd1042e3fd6c4036a5f78e78856fff6_11c05edc-a678-4fdd-bce1-cfaf657be340.jpg)