Bukan karena Persib di Puncak! Ini Penjelasan BMKG kenapa Bandung Dingin

- Suhu Bandung dingin karena musim hujan
- Suhu terendah bisa mencapai 19°C, suhu tertinggi 33°C
- La Nina lemah mempengaruhi intensitas hujan di Indonesia
- Pemda harus waspada terhadap kondisi cuaca yang berubah sewaktu-waktu
- Masyarakat diimbau untuk memantau informasi prakiraan cuaca secara aktif
Bandung, IDN Times - Suhu atau cuaca di Bandung dan sekitarnya terasa cukup dingin pada Senin (12/1/2026) sejak pagi hingga malam hari. Dinginnya Bandung bukan karena Persib sedang berada di puncak klasemen sementara BRI Super League, seperti kelakar yang diucapkan bobotoh di berbagai media sosial.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat suhu sekitar 20.4°C sudah terjadi pada 4 dan 8 Januari 2026.
Kata Kepala Stasiun Geofisika Bandung, Teguh Rahayu, penyebabnya karena Jawa Barat termasuk Bandung dan sekitarnya masih dalam periode musim hujan.
"Hujan berasal dari lapisan atmosfer atas yang lebih dingin membawa suhu dingin itu ke permukaan, penguapan (evaporasi) air hujan yang jatuh menguap dan menyerap panas dari permukaan tanah, tumbuhan dan udara menyebabkan suhu menjadi dingin, konduksi dan konveksi, udara dingin yang lebih padat turun dan menggantikan udara hangat di permukaan saat hujan," katanya, Senin (12/1/2026).
1. Suhu terendah bisa capai 19°C

Selain itu, lanjut Rahayu, suhu dingin saat musim hujan adalah hal yang normal pada awal tahun. Menurut data BMKG, pada pagi sampai siang terjadi hujan ringan hingga sedang di sebagian wilayah Kabupaten dan Kota Bogor, Cianjur, Depok, Kabupaten dan Kota Bekasi, Karawang, Subang, Purwakarta, Indramayu, Kabupaten dan Kota Cirebon, Kabupaten dan Kota Sukabumi.
Kemudian, pada siang dan sore hari cuaca berawan berpotensi hujan ringan hingga sedang di sebagian wilayah Kabupaten dan Kota Bogor, Depok, Kabupaten dan Kota Bekasi, Karawang, Subang, Purwakarta, Kabupaten dan Kota Sukabumi, Kabupaten dan Kota Bandung, Bandung Barat, Cimahi, Majalengka, Indramayu, Kota Cirebon, Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, Garut, dan Pangandaran.
Sedangkan berpotensi hujan sedang hingga lebat di sebagian wilayah Ciamis, Cianjur, Kuningan, Kabupaten Cirebon, Sumedang, dan Banjar.
Berikutnya, malam hari (19.00 – 01.00 WIB), berpotensi hujan ringan hingga sedang di sebagian wilayah Kabupaten Bogor, Karawang, Purwakarta, Kabupaten dan Kota Sukabumi, Cianjur, Sumedang, Majalengka, Kuningan, Indramayu, Kabupaten dan Kota Cirebon, Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, Garut, Ciamis, Banjar, dan Pangandaran.
Dan, pada dini hari hari (01.00-07.00 WIB), berawan berpotensi hujan ringan di sebagian wilayah Kabupaten dan Kota Sukabumi, Kabupaten Bekasi, Karawang, dan Cianjur.
"Suhu udara terendah bisa mencapai 19°C dan panas tertinggi capai 33°C," tutur Rahayu.
2. Terdapat La Nina lemah di Tanah Air

Dalam beberapa hari terakhir, BMKG juga mencatat kejadian hujan dengan intensitas ringan hingga lebat di sebagian besar wilayah Indonesia. Sementara itu, hujan dengan intensitas ekstrem tercatat di Maluku Utara (256,3 mm/hari), serta hujan dengan intensitas sangat lebat tercatat di Papua Barat (114,6 mm/hari) dan Jawa Barat ( 113,2 mm/hari).
Peningkatan intensitas hujan di Indonesia dalam sepekan terakhir masih dipengaruhi oleh dinamika atmosfer, antara lain kondisi La Niña lemah, aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO) yang aktif secara spasial di sebagian besar wilayah Indonesia, anomali Outgoing Longwave Radiation (OLR) yang negatif, serta perambatan gelombang ekuator.
Kombinasi faktor-faktor tersebut mendukung pertumbuhan awan konvektif dan meningkatkan potensi terjadinya hujan di sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa hari terakhir. Analisis pada skala lokal juga menunjukkan kecenderungan peningkatan aktivitas konvektif yang didukung oleh kondisi labilitas atmosfer yang kuat.
3. Pemda tetap harus waspada atas kondisi cuaca

Memasuki awal 2026, BMKG mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu serta potensi bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem.
Masyarakat diharapkan lebih berhati-hati dalam merencanakan aktivitas, terutama perjalanan darat, laut, dan udara, serta kegiatan luar ruang seperti ibadah, aktivitas wisata, dan perayaan malam pergantian tahun.
BMKG juga mengimbau masyarakat untuk secara aktif memantau informasi prakiraan cuaca, peringatan dini, dan peringatan cuaca ekstrem resmi dari BMKG melalui berbagai kanal informasi, antara lain www.bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, serta media sosial @infobmkg


















