Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bandung Bakal Buka Jalur Pertukaran Pemuda ke Jepang Setiap Tahun
Dok.Istimewa
  • JCI Bandung berkomitmen menjadikan Youth Exchange dengan JCI Hamamatsu sebagai agenda tahunan, didukung Bagian Kerja Sama Pemkot Bandung setelah kolaborasi Sister Chapter sejak 2023.
  • Enam pelajar Indonesia mengikuti angkatan perdana Youth Exchange 2026 di Hamamatsu, belajar mitigasi bencana, memperkenalkan budaya Indonesia di Global Festival, serta beradaptasi menggunakan transportasi publik.
  • JCI Bandung berencana memperluas pertukaran ke lebih banyak pemuda dan negara melalui Sister Chapter lain, demi membuka akses pengalaman internasional, jejaring, dan pengembangan kemampuan kepemimpinan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Enam pelajar Indonesia pergi ke Hamamatsu, Jepang, dalam program tukar pemuda. Mereka belajar tentang bencana, naik kendaraan umum, dan mengenalkan budaya Indonesia di sekolah. JCI Bandung dan JCI Hamamatsu membuat program ini. Sekarang JCI Bandung mau mengadakannya setiap tahun, supaya lebih banyak anak muda bisa belajar di negara lain.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Komitmen JCI Bandung menjadikan Youth Exchange sebagai agenda tahunan mencerminkan keberlanjutan kolaborasi yang telah membuka ruang belajar lintas budaya bagi pelajar. Pengalaman mengenal mitigasi bencana, memperkenalkan budaya Indonesia, serta beradaptasi dengan kehidupan sehari-hari di Jepang memberi peserta kesempatan mengasah komunikasi, kemandirian, dan jejaring internasional dalam lingkungan nyata.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times – Kesempatan bagi anak muda Indonesia untuk merasakan pengalaman belajar langsung di Jepang kini mulai terbuka lebih luas. JCI Bandung berkomitmen menjadikan program Youth Exchange sebagai agenda tahunan setelah sukses menyelenggarakan pertukaran pemuda perdana bersama JCI Hamamatsu di Jepang.

Program yang berlangsung di Kota Hamamatsu tersebut menjadi tonggak baru dalam hubungan Sister Chapter antara JCI Bandung dan JCI Hamamatsu yang telah terjalin sejak 2023. Setelah tiga tahun membangun kolaborasi melalui berbagai kegiatan kepemudaan, bisnis, dan pertukaran budaya, kerja sama tersebut kini menghasilkan program pertukaran pemuda yang memungkinkan generasi muda Indonesia mendapatkan pengalaman internasional secara langsung.

Dukungan terhadap program ini juga datang dari Bagian Kerja Sama Pemerintah Kota Bandung yang turut terlibat dalam pelaksanaannya.

1. Enam pelajar Indonesia jadi angkatan pertama

Dok.Istimewa

Youth Exchange 2026 diikuti enam peserta asal Indonesia, yakni Nabila Velove Oktaviani dari SMAN 3 Bandung, Belicia Khanza Badrika dari Doha British School Ain Khaled, Seismita Khaira Gunawan dari SMA Kuntum Cemerlang, Aisyah Farah Setia Ixora dari SMP Al-Azhar 36, serta Alba Aulida Baqiyatul Falah dan Azhia Raesha Maira dari SMAN 26 Jakarta.

Selama berada di Jepang, para peserta tidak hanya mengikuti kegiatan pertukaran budaya, tetapi juga mendapatkan pengalaman belajar yang dirancang untuk memperluas wawasan global mereka. Salah satunya melalui kunjungan ke fasilitas mitigasi bencana di Hamamatsu untuk mempelajari sistem penanggulangan bencana yang diterapkan di Jepang.

Para peserta juga berkesempatan memperkenalkan budaya Indonesia kepada siswa dan guru melalui kegiatan Global Festival yang digelar bersama di Seirei Christopher Global School. Melalui kegiatan tersebut, pelajar dari kedua negara dapat saling mengenal budaya masing-masing sekaligus membangun jejaring pertemanan lintas negara.

Selain itu, peserta juga menjalani berbagai pengalaman keseharian yang menuntut kemampuan beradaptasi dan kemandirian, termasuk menggunakan transportasi publik Jepang secara langsung untuk berpindah antarwilayah.

2. Pengalaman global dinilai penting untuk membentuk pemimpin masa depan

Dok.Istimewa

Local President JCI Bandung 2026, Nadia Indriani Karina, mengatakan pengalaman internasional memberikan pelajaran yang tidak selalu bisa diperoleh di ruang kelas. Menurutnya, keberanian untuk keluar dari lingkungan yang familiar menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter generasi muda.

"Saya percaya masa depan tidak hanya ditentukan oleh apa yang dipelajari seseorang, tetapi juga oleh pengalaman yang berani ia ambil. Ketika anak muda diberi kesempatan untuk melihat dunia secara langsung, mereka belajar berkomunikasi dengan lebih percaya diri, beradaptasi dalam situasi baru, membangun jejaring, dan menemukan versi terbaik dari dirinya," ujar Nadia dalam keterangannya.

Menurut dia, pengalaman semacam itu akan membantu anak muda mengembangkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kepercayaan diri, kemampuan beradaptasi, hingga keterampilan memecahkan masalah yang dibutuhkan di masa depan.

Nadia menilai pembelajaran tidak selalu hadir dalam bentuk kelas atau seminar. Banyak pelajaran penting justru lahir dari pengalaman langsung ketika seseorang harus mengambil keputusan, menghargai waktu, bekerja sama dengan orang lain, dan beradaptasi dengan lingkungan yang berbeda.

3. Akan diperluas ke lebih banyak peserta dan negara

Dok.Istimewa

Keberhasilan penyelenggaraan Youth Exchange 2026 menjadi alasan JCI Bandung untuk melanjutkan program tersebut secara rutin setiap tahun. Organisasi kepemudaan yang merupakan bagian dari jaringan global Junior Chamber International itu menilai kebutuhan akan pengalaman internasional bagi generasi muda Indonesia akan terus meningkat.

Karena itu, JCI Bandung berencana memperluas kesempatan serupa kepada lebih banyak pemuda melalui kerja sama dengan berbagai Sister Chapter JCI di negara lain.

"Karena itu, kami ingin Youth Exchange menjadi lebih dari sebuah program—kami ingin menjadikannya sebuah gerakan yang membuka akses pengalaman global bagi semakin banyak pemuda Indonesia. Semakin banyak kesempatan yang mereka ambil hari ini, semakin besar pula kapasitas mereka untuk memimpin dan memberi dampak di masa depan," kata Nadia.

Bagi JCI Bandung, pertukaran pemuda bukan sekadar perjalanan ke luar negeri. Program ini dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi muda yang memiliki wawasan global, kemampuan beradaptasi, dan jejaring internasional yang dapat menjadi bekal saat memasuki dunia kerja maupun kepemimpinan di masa depan.

Keberhasilan Youth Exchange 2026 juga menjadi contoh bagaimana kolaborasi antara organisasi kepemudaan, pemerintah daerah, dan berbagai mitra dapat membuka akses pembelajaran global yang lebih luas bagi anak muda Indonesia. Dengan komitmen menjadikannya agenda tahunan, jalur pertukaran pemuda yang dibangun melalui kerja sama Bandung-Hamamatsu diharapkan dapat menjangkau lebih banyak peserta pada tahun-tahun mendatang.

Editorial Team

Related Article