Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Anak Krakatau Picu Megathrust M8,9? Ini Kata Badan Geologi
ilustrasi erupsi Gunung Anak Krakatau (pexels.com/Irving Joaquin Gutierrez )
  • Badan Geologi menyatakan belum ada kajian akademik yang membuktikan aktivitas Gunung Anak Krakatau dapat memicu megathrust Selat Sunda hingga gempa Magnitudo 8,9.
  • Menurut Kepala Badan Geologi Lana Saria, aktivitas Anak Krakatau tidak berkaitan dengan Lewotobi Laki-laki, Sinabung, maupun gunung lain karena tiap gunung memiliki karakteristik sendiri.
  • Warga diimbau membatasi aktivitas luar ruang akibat abu vulkanik, memakai pelindung jika harus keluar, serta tetap waspada dan mengikuti mitigasi, jalur evakuasi, serta lokasi aman.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Selasa (8/9/2026)

Kepala Badan Geologi Lana Saria menyatakan aktivitas Gunung Anak Krakatau tidak saling memengaruhi gunung lain maupun memicu megathrust Selat Sunda.

sampai saat ini

Badan Geologi menyatakan belum ada kajian akademik mengenai potensi aktivitas Anak Krakatau memicu gempa bermagnitudo 8,9.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Badan Geologi menyatakan belum ada kajian akademik yang membuktikan aktivitas Gunung Anak Krakatau dapat memicu megathrust Selat Sunda hingga gempa magnitudo 8,9.
  • Who?
    Kepala Badan Geologi Lana Saria menyampaikan penjelasan dan imbauan kepada masyarakat, terutama warga di sekitar Gunung Anak Krakatau.
  • Where?
    Pernyataan disampaikan di Kantor PVMBG Badan Geologi di Bandung; imbauan ditujukan bagi masyarakat yang berada di sekitar Gunung Anak Krakatau.
  • When?
    Lana Saria menyampaikan keterangan pada Selasa, 8 September 2026.
  • Why?
    Badan Geologi menegaskan tiap gunung api memiliki aktivitas dan karakteristik sendiri, sehingga aktivitas Anak Krakatau tidak dinyatakan saling memengaruhi dengan gunung lain atau megathrust.
  • How?
    Masyarakat diminta membatasi aktivitas luar rumah saat ada abu vulkanik, memakai masker, helm, dan kacamata bila harus keluar, serta mengikuti mitigasi, jalur evakuasi, dan lokasi aman.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Badan Geologi bilang belum ada bukti Gunung Anak Krakatau bisa bikin gempa besar 8,9 di Selat Sunda. Setiap gunung punya sifat sendiri dan tidak saling memicu. Orang diminta tetap hati-hati dengan abu. Kalau harus keluar, pakai masker, helm, dan kacamata. Warga dekat gunung juga harus tahu jalan ke tempat aman.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Penjelasan Badan Geologi membantu meredakan kekhawatiran dengan menegaskan belum ada kajian akademik yang mengaitkan aktivitas Anak Krakatau dengan gempa megathrust M8,9. Di tengah aktivitas vulkanik yang tetap perlu diwaspadai, adanya informasi mitigasi, jalur evakuasi, lokasi aman, serta perhatian bagi kelompok rentan menunjukkan kesiapsiagaan yang terarah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) turut angkat bicara mengenai kabar aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang bisa memicu pergerakan Megathurst Selat Sunda, hingga menghasilkan gempa dengan Magnitudo mencapai angka 8,9.

Kepala Badan Geologi, Lana Saria mengatakan, sampai saat ini mengenai potensi tersebut belum ada kajian akademik. Menurut dia, setiap gunung memiliki aktivitas dan karakteristik masing-masing.

"Tidak ada kajiannya demikian ya. Masing-masing gunung dengan aktivitas sendiri, dengan karakternya sendiri ya, tidak saling memengaruhi," kata Lana di Kantor PVMBG Badan Geologi pada Selasa (8/9/2026).

1. Aktivitas gunung tidak bisa saling dikaitkan

Pengamatan aktivitas Gunung Anak Krakatau di kantor Pusdalops BPBD Lampung. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Selain itu, Lana menjelaskan, aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau tak ada hubungannya dengan aktivitas vulkanik di Gunung Lewotobi Laki-laki ataupun Gunung Sinabung. Dia menegaskan, setiap gunung mempunyai karakteristiknya masing-masing.

"Kejadian di enam gunung ini bukan berarti kemudian ini adalah saling berhubungan satu sama lain atau saling memicu begitu ya. Karena masing-masing memiliki karakter sendiri-sendiri dari gunung tersebut," kata dia.

2. Masyarakat diminta tetap waspada

Penampakan Gunung Anak Krakatau pada 2018. (Dok. Badan Geologi)

Kendati begitu, Lana mengimbau, masyarakat agar tetap membatasi aktivitas di luar rumah agar mencegah paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Apabila tak ada kegiatan yang begitu mendesak, alangkah lebih baik berdiam diri di rumah.

"Bila memang harus keluar karena suatu pekerjaan yang memaksa harus keluar, ya menggunakan pelindung diri ya. Seperti masker, apabila menaiki kendaraan motor menggunakan helm dan juga kacamata seperti itu," kata dia.

3. Mitigasi harus tetap dilakukan sesuai imbauan pemerintah

Ilustrasi erupsi Gunung Anak Krakatau (ANTARA FOTO/Atet Dwi Pramadia)

Sementara itu, bagi masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Anak Krakatau, diimbau agar tak terlena. Sebab, aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau bisa saja sewaktu-waktu kembali meningkat.

"Yang paling penting adalah artinya jangan kewaspadaan itu hanya ada pada saat erupsi terjadi gitu ya. Tetapi kewaspadaan itu harus ada, sesuai dengan mitigasi yang kita informasikan begitu," kata dia.

"Kewaspadaan itu harus tetap ada dan ada masyarakat-masyarakat yang memang sudah ditunjuk oleh pemerintah daerah untuk bisa menunjukkan jalur evakuasi, lokasi aman mana, dan apa yang harus dilakukan terhadap orang-orang yang rentan," ujarnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article