Bandung, IDN Times - Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) turut angkat bicara mengenai kabar aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang bisa memicu pergerakan Megathurst Selat Sunda, hingga menghasilkan gempa dengan Magnitudo mencapai angka 8,9.
Kepala Badan Geologi, Lana Saria mengatakan, sampai saat ini mengenai potensi tersebut belum ada kajian akademik. Menurut dia, setiap gunung memiliki aktivitas dan karakteristik masing-masing.
"Tidak ada kajiannya demikian ya. Masing-masing gunung dengan aktivitas sendiri, dengan karakternya sendiri ya, tidak saling memengaruhi," kata Lana di Kantor PVMBG Badan Geologi pada Selasa (8/9/2026).
