Bandung, IDN Times - Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu di Indonesia. Namun, organisasi profesi dokter kandungan mengingatkan pemanfaatan teknologi tidak akan berdampak maksimal jika masih terjadi ketimpangan akses layanan kesehatan di berbagai daerah.
Isu tersebut menjadi sorotan dalam Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) XXVIII Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI). Selain membahas inovasi digital, forum itu juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menekan angka kematian ibu (AKI) yang masih menjadi tantangan nasional.
Data Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 menunjukkan Angka Kematian Ibu (Maternal Mortality Ratio/MMR) Indonesia mencapai 144 kematian per 100 ribu kelahiran hidup. Sementara itu, Kementerian Kesehatan menilai penurunan AKI menjadi salah satu prioritas nasional karena tingginya angka kematian ibu masih menjadi persoalan di sejumlah daerah.
