Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
700 Nakes RS Cicendo  Bandung Mulai Dapat Vaksinasi Dosik Keempat
Petugas kesehatan menunjukkan vaksin COVID-19 Moderna saat vaksinasi dosis ketiga di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik, Medan, Sumatera Utara, Kamis (5/8/2021). (ANTARA FOTO/Fransisco Carolio)

Bandung, IDN Times - Vaksinasi COVID-19 penguat kedua atau dosis keempat mulai dilakukan di Kota Bandung. Tahap pertama vaksin diberikan kepada 700 tenaga kesehatan (nakes) di Rumah Sakit Mata Cicendo, Kota Bandung.

Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama Rumah Sakit Mata Cicendo dr. Irayati mengatakan, kegiatan vaksinasi dosis keempat itu hanya dikhususkan bagi tenaga kesehatan yang bertugas di Rumah Sakit (RS) Mata Cicendo. Vaksinasi keempat itu dilakukan guna mencegah adanya penularan atau klaster COVID-19 dari lingkup tenaga kesehatan.

"Di Rumah Sakit Mata Cicendo ada 700 nakes , dimulai dari dokter, perawat, dan analis, sampai ke tenaga kerja lainnya yang ada di Cicendo," kata Irayati, Senin (1/8/2022).

1. Peserta minimal mendapat vaksin terakhir enam bulan lalu

Ilustrasi vaksinasi COVID-19 (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

Vaksinasi yang dilakukan di RS Mata Cicendo terbuka untuk umum. Namun kali ini pemberian vaksin dosis keempat itu sementara hanya dikhususkan untuk nakes RS Mata Cicendo, karena baru tahap awal.

Menurutnya, para nakes yang bakal disuntikkan vaksinasi dosis keempat itu syaratnya harus telah melewati waktu enam bulan atau lebih setelah vaksinasi dosis ketiga.

Merek vaksin dosis keempat yang akan disuntikkan itu pun menurutnya tergantung pada merek vaksin yang sebelumnya telah disuntikkan pada dosis ketiga.

"Kalau terakhirnya Moderna, harus Moderna lagi, dan kalau yang terakhirnya Sinopharm, harus Sinopharm lagi," kata dia.

Namun, ketentuan tersebut bisa dikecualikan jika hanya ada satu merek vaksin yang tersedia pada saat kegiatan vaksinasi dosis keempat.

2. Imunitas vaksin menurun setelah 6 bulan

Ilustrasi COVID-19. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Vaksinasi booster kedua atau dosis empat untuk tenaga kesehatan mulai diberikan dengan landasan Surat Edaran Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian penyakit Kementerian Kesehatan RI No HK 02.02/C/ 3615 /2022 Tentang Vaksinasi COVID-19 Dosis Booster Ke-2 Bagi Sumber Daya Manusia Kesehatan.

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Adib Khumaidi, mengatakan tujuan utama vaksinasi COVID-19 ini untuk melindungi dari tingkat rawat inap di Rumah Sakit, keparahan, dan kematian.

"Oleh karena itu, dosis booster diperlukan karena imunitas terhadap COVID-19 mulai menurun setelah enam bulan ke atas dari vaksinasi terakhir. Selain itu, varian baru juga memiliki sifat yang jauh lebih menular," ujarnya melalui siaran tertulis, Jumat (29/7/2022).

3. IDI Dorong vaksinasi booster dosis ketiga di kalangan masyarakat

Vaksinasi booster massal di Puskesmas. (IDN Times/Daruwaskita)

Di sisi lain, lanjut Adib, IDI juga meminta pemerintah tetap mendorong vaksinasi booster atau dosis ketiga bagi masyarakat agar kekebalan komunitas tercapai.

“IDI menyambut baik booster kedua vaksinasi untuk tenaga kesehatan ini. Vaksinasi terbukti telah menyelamatkan banyak nyawa, mengurangi tekanan pada fasilitas kesehatan, dan memungkinkan kita belajar hidup dengan virus," katanya.

Adib mengimbau pada para tenaga kesehatan untuk tetap menerapkan protokol kesehatan meski telah divaksinasi booster. Penerapan protokol pada tenaga kesehatan termasuk dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) saat pelayanan kesehatan dan juga protokol kesehatan umum saat sedang tidak pelayanan.

Editorial Team

Related Article