Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
520 Rumah di Bandung Barat Rusak Diterjang Puting Beliung
Dok. Istimewa
  • Puting beliung disertai hujan lebat melanda Bandung Barat pada 26 Oktober 2026, merusak 520 rumah di tiga desa Padalarang, termasuk 112 rumah rusak berat.

  • Desa Padalarang mencatat kerusakan terbanyak dengan 398 rumah terdampak; sembilan fasilitas umum rusak, sementara longsor di Desa Campakamekar menimpa satu rumah warga.

  • Pemkab Bandung Barat mengerahkan jajaran untuk penanganan darurat dan pemenuhan kebutuhan dasar warga, sementara BPBD masih mendata dampak keseluruhan bencana.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Senin (26/10/2026) sore

Angin puting beliung disertai hujan lebat menerjang Kabupaten Bandung Barat. Sebanyak 520 rumah rusak, sembilan fasilitas umum terdampak, dan longsor menimpa satu rumah warga.

Kemarin

Bupati Bandung Barat menginstruksikan jajaran pemerintah daerah turun ke lokasi bencana dan memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi.

Selasa (27/10/2026)

BPBD Bandung Barat masih mendata dampak bencana secara menyeluruh. Petugas dan warga membersihkan puing bangunan yang runtuh.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Angin puting beliung disertai hujan lebat merusak 520 rumah, sembilan fasilitas umum, serta memicu longsor yang menimpa satu rumah warga di Kabupaten Bandung Barat.
  • Who?
    Warga terdampak di sejumlah desa, BPBD Bandung Barat, petugas gabungan, serta Pemerintah Kabupaten Bandung Barat terlibat dalam pendataan dan penanganan darurat.
  • Where?
    Kerusakan rumah terjadi di Desa Padalarang, Jayamekar, dan Kertajaya, Kecamatan Padalarang. Longsor dilaporkan di Desa Campakamekar, Kabupaten Bandung Barat.
  • When?
    Puting beliung dan hujan lebat terjadi pada Senin sore, 26 Oktober 2026. BPBD menyampaikan perkembangan pendataan pada Selasa, 27 Oktober 2026.
  • Why?
    Kerusakan terjadi akibat terjangan angin puting beliung yang disertai hujan lebat. Longsor terjadi saat kondisi tanah labil, sementara penyebab rinci kondisi tersebut belum ada keterangan resmi.
  • How?
    BPBD masih mendata warga dan bangunan terdampak. Warga serta petugas gabungan membersihkan puing, sementara pemerintah daerah mengerahkan jajaran untuk memenuhi kebutuhan dasar warga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Angin puting beliung dan hujan besar merusak 520 rumah di Bandung Barat. Rumah-rumah itu ada di Padalarang, Jayamekar, dan Kertajaya. Ada juga masjid dan tempat umum yang rusak. Tanah longsor menimpa satu rumah. Petugas dan warga sekarang membersihkan puing. Pemerintah juga mengecek warga yang butuh bantuan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah kerusakan yang meluas, respons awal menunjukkan adanya kerja bersama yang nyata: warga, petugas gabungan, dan BPBD bergotong royong membersihkan puing, sementara pemerintah daerah turun ke lokasi untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi. Pendataan yang terus berlangsung juga memberi dasar yang lebih terarah bagi penanganan berikutnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Sebanyak 520 rumah warga di Kabupaten Bandung Barat (KBB) rusak akibat terjangan angin puting beliung yang disertai hujan lebat pada Senin (26/10/2026) sore. Dari jumlah tersebut, 112 rumah masuk kategori rusak berat.

Kerusakan tersebar di tiga desa di Kecamatan Padalarang, yakni Desa Padalarang, Jayamekar, dan Kertajaya. Selain merusak ratusan rumah, cuaca ekstrem tersebut juga menyebabkan sembilan fasilitas umum rusak dan memicu tanah longsor yang menimpa satu rumah warga.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandung Barat, Yoga Ali Imbran, mengatakan pendataan masih dilakukan untuk mengetahui dampak bencana secara menyeluruh.

"Total 520 unit rumah rusak akibat bencana angin puting beliung. Itu tersebar di tiga desa, yakni Padalarang, Kertajaya, dan Jayamekar," kata Yoga, Selasa (27/10/2026).

1. Desa Padalarang mengalami kerusakan paling parah

Dok. Istimewa

Desa Padalarang menjadi wilayah dengan jumlah rumah rusak terbanyak. Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 398 rumah mengalami kerusakan dengan tingkat berbeda-beda. Rinciannya, 139 rumah rusak ringan, 161 rumah rusak sedang, dan 98 rumah rusak berat.

Sementara itu, di Desa Jayamekar terdapat 95 rumah terdampak. Sebanyak 71 rumah mengalami kerusakan ringan, sedangkan 24 rumah lainnya rusak berat.

"Adapun di Desa Kertajaya, tercatat 27 rumah mengalami kerusakan. Jumlah tersebut terdiri atas 14 rumah rusak berat, empat rumah rusak sedang, dan sembilan rumah rusak ringan," ucap Yoga.

2. Sembilan fasilitas umum rusak, longsor menimpa rumah warga

Ilustrasi angin kencang.(IDN Times/Sukma Sakti)

Dampak cuaca ekstrem tidak hanya dirasakan pemilik rumah, sedikitnya sembilan fasilitas umum turut mengalami kerusakan, mulai dari masjid, madrasah, posyandu, kantor ketahanan pangan, hingga bangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Padalarang dan Kertajaya.

Selain itu, tanah longsor dilaporkan terjadi di Desa Campakamekar dan menimpa satu rumah warga. Kondisi tanah yang labil diduga menjadi salah satu faktor yang memicu longsor tersebut.

"Kami bersama warga dan petugas gabungan masih bergotong royong membersihkan puing-puing bangunan yang runtuh akibat terjangan angin," ujar Yoga.

3. Pemkab Bandung Barat melakukan penanganan darurat

Ilustrasi angin kencang (IDN Times/Sukma Sakti)

Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail, mengatakan pemerintah daerah telah menginstruksikan jajarannya untuk turun langsung ke lokasi bencana dan memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi.

"Kemarin Bapak Bupati menginstruksikan kami untuk segera turun ke lapangan dan memastikan seluruh kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi tanpa tertunda," kata Asep saat dikonfirmasi.

Adapun pendataan terhadap warga dan bangunan yang terdampak masih dilakukan, dan itu akan menjadi dasar untuk menentukan langkah penanganan setelah peristiwa tersebut.

Curated For You

Editorial Team

Related Article