ilustrasi umroh (pexels.com/Ali Karim)
Demi menjaga amanah dan tanggung jawab moral, pihak koordinator akhirnya mengambil langkah darurat. Mereka mengeluarkan dana pribadi hingga Rp500 juta untuk menalangi keberangkatan mendadak agar para jemaah tetap bisa menunaikan ibadah umrah.
Usup Junansyah, yang ikut merekrut jemaah sekaligus menjadi korban, mengaku terpukul dengan kejadian ini. Ia awalnya tertarik bekerja sama dengan PT Hasan Berkah Wisata karena tawaran bonus besar dan kemudahan perizinan.
“Kami empat malam di bandara. Beban moralnya luar biasa, jemaah sampai menangis karena terpukul gagal berangkat tepat waktu. Akhirnya kami talangi agar mereka tetap bisa ke Tanah Suci,” tuturnya.
Kini para korban berharap aparat kepolisian segera menindaklanjuti kasus tersebut, termasuk mengusut legalitas PT Hasan Berkah Wisata yang beralamat di Desa Berkah, Kecamatan Bojonggenteng.
"Mereka ingin ada kejelasan hukum agar peristiwa serupa tak kembali menimpa calon jemaah umrah lainnya," pungkasnya.