TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Sebagian Besar PAD Jabar Bersumber dari Industri Kuliner 

Industri kuliner hasilkan devisa terbesar untuk Jabar

Acara Bandung West Java Food dan Beverage Expo 2022 di Sudirman Grand Ballroom, Bandung, Senin (27/6/2022). (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Bandung, IDN Times - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Jawa Barat (Jabar) menyatakan bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Jabar didominasi oleh industri kuliner. Sektor ini dinilai menjadi investasi besar di wilayah Jabar.

"Produk makanan kita tahu, ini kontribusi terbesar PAD Jabar, hampir dua per tiga dari seluruh PAD ini ada dari makanan. Ini investasi besar dan hasilkan devisa terbesar," ujar Ketua Kadin Jabar, Cucu Sutara saat ditemui dalam acara Bandung West Java Food dan Beverage Expo 2022 di Sudirman Grand Ballroom, Bandung, Senin (27/6/2022).

1. Kegiatan pameran ini membantu Industri kuliner Jabar

Acara Bandung West Java Food dan Beverage Expo 2022 di Sudirman Grand Ballroom, Bandung, Senin (27/6/2022). (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Menurutnya, dalam kondisi yang belum lepas sepenuhnya dari pandemik COVID-19, pelaku usaha tetap harus diberikan dukungan untuk memutarkan roda perekonomian. Apalagi, industri kuliner dalam beberapa waktu kemarin turut mengalami dampak dari aturan PPKM.

"Ini kegiatan baik sangat membantu terutama setelah pandemik selama hampir tiga tahun ini. Usaha di Jabar, kita yakin akan bangkit dan pulih," ungkapnya.

2. Kunci dari pembangkit ekonomi industri kuliner adalah kolaborasi

Cucu Sutara, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jabar (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Selain memberikan wadah industri besar, Cucu menjelaskan dalam kegiatan itu juga turut menghadirkan UMKM. Menurutnya, sektor industri kecil juga perlu diberikan dukungan agar tetap menggeliat dalam kondisi pandemik COVID-19 ini.

"Kuncinya sinergi. Mari bangkit agar usaha berjalan baik dan ini bisa naikkan investasi. Kita kerja sama dengan semua pihak, SDM yang tumbuh kuat dan bisa menaikkan daya saing ke internasional," kata dia.

3. Pameran diisi 85 perusahaan dan 30 UMKM

Ilustrasi UMKM. (IDN Times/Aditya Pratama)

Sedangkan, Chief Executive Officer (CEO) PT. Kristamedia Pratama, Daud D. Salim mengatakan bahwa Bandung West Java F&B expo akan diikuti oleh 85 perusahaan dan 30 UMKM terpilih dari Jawa Barat.

"Pameran ini akan menjadi ajang untuk memperkenalkan makanan lokal Indonesia khususnya Jabar, dan untuk mengembangkan pengetahuan tentang perkembangan teknologi dalam makanan dan minuman, serta proses pengemasannya," ungkapnya.

Baca Juga: Disparbud Jabar: 28.000 Pelaku Industri Pariwisata Sudah Divaksin COVID

Baca Juga: 27 Daerah di Jabar PPKM Level 1, Dinkes Jabar Minta Prokes Tetap Ketat

Berita Terkini Lainnya