Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kenapa Ada yang Pilih Menunda Menikah? Ini Alasannya

ilustrasi perempuan galau (pexels.com/Maycom Marmo)
ilustrasi perempuan galau (pexels.com/Maycom Marmo)
Intinya sih...
  • Faktor ekonomi menjadi pertimbangan utama
  • Prioritas pengembangan diri dan karier sebelum menikah
  • Pandangan tentang pernikahan mulai berubah di kalangan generasi sekarang
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Menikah sering dianggap sebagai pencapaian penting dalam hidup. Di banyak lingkungan, usia dan status pernikahan masih kerap dijadikan tolok ukur kedewasaan dan keberhasilan seseorang.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak orang—terutama dari kalangan milenial dan gen z—yang memilih untuk menunda menikah. Keputusan ini kerap memunculkan tanda tanya, bahkan tak jarang disertai penilaian negatif.

Padahal, pilihan menunda menikah tidak selalu berkaitan dengan ketidaksiapan berkomitmen. Banyak faktor rasional dan personal yang melatarbelakangi keputusan tersebut.

Memahami alasan di baliknya penting agar kita tidak terburu-buru menghakimi pilihan hidup orang lain, yang sejatinya sangat kontekstual dan beragam.

 

1. Faktor ekonomi biasanya jadi pertimbangan utama

ilustrasi galau soal uang (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)
ilustrasi galau soal uang (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)

Stabilitas finansial menjadi alasan paling sering disebut oleh mereka yang memilih menunda menikah. Biaya hidup yang terus meningkat, mulai dari kebutuhan sehari-hari hingga harga hunian, membuat banyak orang merasa perlu mempersiapkan diri lebih matang.

Selain itu, sebagian orang ingin memastikan kondisi keuangan yang cukup agar tidak menambah tekanan setelah menikah.

Bagi mereka, kesiapan ekonomi dianggap sebagai bentuk tanggung jawab terhadap pasangan dan masa depan bersama.

2. Prioritas pengembangan diri dan karier

ilustrasi galau (pexels.com/cottonbro studio)
ilustrasi galau (pexels.com/cottonbro studio)

Banyak anak muda memilih fokus pada pendidikan, karier, atau pengembangan diri sebelum menikah. Mereka ingin mengenal diri sendiri lebih dalam dan mencapai tujuan personal terlebih dahulu.

Pilihan ini bukan berarti menolak pernikahan, melainkan ingin masuk ke dalamnya dengan versi diri yang lebih siap secara mental dan emosional. Menikah tidak lagi dilihat sebagai tujuan akhir, melainkan bagian dari perjalanan hidup.

3. Pandangan tentang pernikahan mulai berubah

ilustrasi galau (pexels.com/cottonbro studio)
ilustrasi galau (pexels.com/cottonbro studio)

Pandangan generasi sekarang terhadap pernikahan tidak lagi seragam. Pernikahan dipahami sebagai komitmen besar yang membutuhkan kesiapan komunikasi, emosional, dan nilai yang sejalan.

Kesadaran akan isu kesehatan mental, relasi yang sehat, serta pengalaman melihat pernikahan tidak harmonis di sekitar turut memengaruhi keputusan untuk tidak terburu-buru menikah. Banyak yang memilih berhati-hati daripada menyesal di kemudian hari.

Menunda menikah pada akhirnya adalah pilihan personal yang lahir dari pertimbangan masing-masing individu. Tidak ada garis waktu yang sama untuk semua orang dalam menjalani hidup.

Menurut kamu, apakah menunda menikah adalah keputusan yang wajar di zaman sekarang, atau justru masih dianggap tabu?

Share
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana
Follow Us

Latest Life Jawa Barat

See More

Penggunaan AI Makin Massif, Ini Dampaknya ke Dunia Kerja

12 Jan 2026, 20:51 WIBLife