Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Walkot Farhan Iringi Pemindahan KBM 945 Siswa SDN 026 Cibaduyut
Walkot Farhan Iringi Pemindahan KBM 945 Siswa SDN 026 Cibaduyut. IDN Times/Debbie Sutrisno
  • Sebanyak 945 siswa SDN 026 Cibaduyut dipindahkan sementara ke SDN 148 Bandung, dengan jadwal belajar siang mulai pukul 12.30 dan jarak yang dapat ditempuh berjalan kaki.
  • Pembangunan gedung baru SDN 026 telah dimulai setelah PBG terbit, ditargetkan selesai akhir 2026 dan digunakan penuh pada April 2027.
  • Pemkot Bandung menyiapkan pendampingan psikologis siswa serta berdialog dengan warga untuk meminimalkan dampak lalu lintas, debu, dan gangguan lingkungan selama konstruksi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sebanyak 945 anak SDN 026 Cibaduyut di Bandung pindah belajar ke SDN 148 dulu. Pak Wali Kota Muhammad Farhan ikut mengantar mereka. Anak-anak belajar siang, mulai jam 12.30. Sekolah baru sedang dibangun dan diharap bisa dipakai penuh pada April 2027. Guru dan psikolog siap membantu kalau ada anak yang sedih.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pemindahan sementara siswa SDN 026 Cibaduyut menunjukkan upaya terencana untuk menjaga pendidikan tetap berjalan di tengah pembangunan sekolah baru. Jarak yang dapat ditempuh пеш? Need no. Dukungan kapasitas SDN 148, jadwal terpisah, serta pendampingan psikologis mencerminkan perhatian pemerintah terhadap kenyamanan belajar dan kebutuhan emosional anak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Sebanyak 945 siswa dari Sekolah Dasar Negeri (SDN) 026 Cibaduyut, Kota Bandung, akhirnya harus pindah bangunan untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) ke SDN 148. Pemindahan tempat belajar itu pun langsung dipimpin Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. Mereka akan ditampung sementara sebelum gedung sekolah baru selesai dibangun.

Farhan menuturkan, jarak kedua sekolah tidak terlalu berjauhan sehingga masih bisa dicapai oleh para siswa dengan berjalan kaki. Selain itu daya tampung sekolah ini pun cukup besar sehingga dipastikan tidak akan ada penumpukan berarti.

"Daya tampungnya juga cukup di bawah karena anak-anak 148 semua jadi sekolah pagi, sedangkan anak 026 semua jadi sekolah siang mulai jam 12.30," kata Farhan, Selasa (8/9/2026).

1. Siswa SDN 026 Cibaduyut ditargetkan pindah pada 2027

1. Siswa SDN 026 Cibaduyut ditargetkan pindah pada 2027. IDN Times/Debbie Sutrisno

Pemindahan siswa ke SDN 148 dilakukan sembari menunggu pembangunan gedung baru SDN 026 Cibaduyut rampung. Pemerintah Kota Bandung menargetkan pembangunan gedung pertama dapat selesai pada akhir 2026.

Farhan mengatakan, pembangunan gedung baru tersebut sudah mulai dikerjakan setelah Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) terbit. Proses konstruksi bahkan langsung dimulai sejak Senin.

"Sudah mulai. Hari ini sudah mulai dari sejak hari Senin ketika PBG hari Senin sudah keluar, maka hari Senin juga langsung dilaksanakan semua kepentingan konstruksinya, insyaallah," ujar dia.

Gedung baru itu ditargetkan dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran baru 2027. Pemerintah Kota Bandung mengupayakan sekolah tersebut sudah dapat ditempati secara penuh pada April 2027.

2. Pemkot siapkan pendampingan psikologis bagi siswa

Akibat Sengketa Lahan Siswa SDN 026 Kota Bandung Dipindah ke SDN 148 Mulai 7 September. Dok Diskominfo Bandung

Selain memastikan proses belajar tetap berjalan, Pemkot Bandung juga menaruh perhatian terhadap kondisi psikologis siswa yang harus berpindah tempat belajar. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) akan memantau pemenuhan hak anak selama proses pemindahan.

Pendampingan akan diberikan apabila terdapat siswa yang mengalami tekanan psikologis akibat perubahan lingkungan sekolah. Pemkot juga akan melibatkan guru bimbingan dan konseling (BK) untuk melakukan pemantauan serta asesmen terhadap kondisi siswa.

"Kami pasti akan memantau dengan adanya pemindahan ini bahwa pemenuhan hak anaknya bisa terpenuhi. Kemudian bila ada anak-anak yang mungkin ada gangguan secara psikis kami siap untuk mendampingi," kata perwakilan DP3A.

Pemkot Bandung juga telah bekerja sama dengan sejumlah organisasi profesi psikolog serta mendapat dukungan dari Dinas Kesehatan. Pendampingan juga melibatkan tenaga psikolog yang berada di KPAD, DP3A, dan Dinas Pendidikan.

Farhan menilai kondisi psikologis anak tidak boleh diabaikan dalam proses pemindahan sekolah. Menurutnya, siswa perlu diberikan pemahaman agar tidak merasa sedih, kecewa, atau tertekan karena harus meninggalkan sekolah lama untuk sementara waktu.

"Kita kadang suka kurang sensitif terhadap stres anak. Makanya ada DP3A dengan pendampingan psikisnya untuk memastikan bahwa ketika terjadi pemindahan itu tidak ada rasa sedih, tidak ada rasa kecewa, tidak ada rasa tertekan," katanya.

3. Pastikan tidak ada penolakan warga

Akibat Sengketa Lahan Siswa SDN 026 Kota Bandung Dipindah ke SDN 148 Mulai 7 September. Dok Diskominfo Bandung

Pemindahan dan pembangunan sekolah baru sebelumnya menimbulkan sejumlah kekhawatiran dari warga di sekitar lokasi. Salah satunya berkaitan dengan potensi kemacetan serta gangguan selama proses pembangunan berlangsung.

Farhan mengatakan, pemerintah tidak menganggap kekhawatiran tersebut sebagai bentuk penolakan terhadap pembangunan sekolah. Menurutnya, warga hanya membutuhkan penyesuaian terhadap kondisi baru, terutama terkait aktivitas kendaraan proyek, debu, hingga potensi gangguan lingkungan.

"Saya tidak menganggap itu sebagai sebuah penolakan karena saya tahu warga di sana juga adalah warga-warga Kota Bandung yang memiliki hati untuk anak-anak kita," katanya.

Ia memastikan Pemkot Bandung akan terus berdialog dengan warga untuk meminimalkan dampak pembangunan. Pengelolaan lingkungan selama proses konstruksi menjadi perhatian agar aktivitas pembangunan tidak mengganggu masyarakat sekitar.

"Kita akan perhatikan dan kita pastikan tingkat gangguannya sedikit sekali, seminimal mungkin," ujar Farhan.

Editorial Team

Related Article