Umuh Muchtar Sesalkan Adanya Ancaman Pembunuhan Keluarga Thom Haye

- Ancaman pembunuhan terhadap keluarga Thom Haye disesalkan oleh Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar.
- PT PBB akan menindak pelaku secara hukum dan memastikan situasi tetap kondusif, sementara Thom Haye diminta untuk tetap tenang.
- Umuh akan menyerahkan kasus ini kepada kepolisian dan menegaskan bahwa ancaman tersebut tidak bisa ditoleransi dalam dunia sepak bola Indonesia.
Bandung, IDN Times - Ancaman pembunuhan yang ditujukan kepada keluarga pesepakbola Thom Haye menuai kecaman keras Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar. Ia menilai ancaman tersebut sebagai tindakan tidak beradab dan mencederai semangat olahraga yang seharusnya menjunjung sportivitas.
Umuh menegaskan bahwa sepak bola adalah hiburan dan olahraga, bukan ruang untuk menyebarkan teror apalagi ancaman pembunuhan.
“Ini sepak bola kan olahraga, semua apa pun yang terjadi tidak ada ancaman-ancaman untuk membunuh. Itu tidak boleh dan tidak benar,” ujar Umuh, Senin (12/11/2025).
1. Harus ditindak secara hukum

Umuh mengungkapkan, PT PBB tidak akan tinggal diam menghadapi ancaman serius tersebut. Menurutnya, pelaku yang mengancam Thom Haye saat ini tengah dilacak dan akan diproses secara hukum.
“Itu orang yang mengancam ini lagi dilacak dan pasti akan segera dapat dan kita akan tuntut. Orang mengancam itu kan sudah kena hukum itu,” tegasnya.
Ia juga memastikan bahwa sejak awal pihak klub sudah berupaya maksimal menjaga situasi tetap kondusif agar tidak terjadi keributan atau masalah apa pun.
2. Akan minta Thom tetap tenang

Umuh juga menyampaikan pesan khusus kepada Thom Haye agar tidak merasa khawatir berlebihan dengan ancaman tersebut. Menurutnya, ancaman pembunuhan tersebut tidak masuk akal dan pelaku diyakini tidak akan berani merealisasikannya. Umuh tak menyembunyikan rasa kecewanya atas ancaman yang bahkan menyeret keluarga Thom Haye. Ia menyebut tindakan tersebut sebagai perbuatan bodoh dan berisiko tinggi bagi pelakunya sendiri.
“Ini saya sangat menyayangkan, ini orang bodoh yang mengancam-ancam ini. Bawa-bawa keluarga dan untuk membunuh itu, dia pasti akan kena sanksi,” katanya.
Ia menambahkan bahwa ancaman tersebut disertai nomor dan kode tertentu, sehingga sangat mudah bagi aparat untuk menelusurinya.
“Ada kode-kodenya dan ada nomornya juga kan. Itu sudah paling gampang dilacak. Jangan nangis kalau besok dia ditangkap begitu,” ujar Umuh.
3. Serahkan kasus ini ke kepolisian
Terkait langkah hukum, Umuh memastikan kasus ini akan diserahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian. Ia menegaskan siap bertanggung jawab dan mendukung proses pelaporan secara resmi.
“Saya akan serahkan kepada yang berwajib. Pokoknya akan segera dilacak dan akan segera ditangkap orangnya,” pungkas Umuh.
Ancaman terhadap pemain, terlebih dengan muatan pembunuhan, dinilai sebagai pelanggaran serius yang tidak bisa ditoleransi dalam dunia sepak bola Indonesia.

















