Thom Haye Sebut Keluarganya Dapat Ancaman Usai Laga Persib-Persija

- Atmosfer luar biasa di stadion GBLA saat pertandingan Persib-Persija
- Rasa hormat penting untuk menjaga kualitas permainan sepak bola
- Rivalitas antarklub hanya berlaku di lapangan, bukan untuk mengancam keluarga pemain
Bandung, IDN Times - Persib Bandung berhasil keluar sebagai juara paruh musim BRI Super League 2025/26, usai mengalahkan Persija Jakarta. Namun, di balik kemenangan tersebut ada oknum suporter tak bertanggungjawab yang mengancam pemain Persib Thom Haye beserta keluarganya.
Hal ini disampaikan Thom melalui media sosial pribadinya @thomhaye, yang menyebut bahwa keluarganya menerima teror mengerikan seusai pertandingan berakhir. Pesan itu diterima keluarganya, setelah Persib berhasil membungkam Persija dengan skor 1-0.
1. Sampaikan lebih dulu atmosfer GBLA yang luar biasa

Dalam cerita di Instagram, Haye menyampaikan apresiasinya atas atmosfer luar biasa yang terjadi di stadion GBLA dalam pertandingan kemarin.
Haye percaya, dengan atmosfer stadion dan fanatisme suporter terhadap klub, olahraga sepak bola akan selalu dicintai masyarakat Indonesia.
"Kami memenangkan derbi hari ini dan saya bangga dengan tim kami dan Bobotoh. Saya benar-benar percaya sepak bola Indonesia memiliki potensi. Semangat dan atmosfernya istimewa," tulis Haye, dikutip IDN Times, Senin (12/1/2026).
2. Rasa hormat penting untuk menumbukkan permainan

Pada saat yang bersamaan, Haye juga menyayangkan adanya insiden atau perilaku buruk yang terjadi di dalam atau luar stadion pascapertandingan. Menurut pemain yang juga berdarah Belanda tersebut, pertandingan sepak bola seharusnya menjadi hiburan yang menyatukan berbagai kalangan dan status sosial.
"Pada saat yang sama, saya merasa sedih, sangat disayangkan terlalu banyak pertandingan yang dibayangi oleh perilaku tidak hormat dan pelanggaran yang tidak perlu. Sangat menyedihkan melihat pemain berkontribusi pada hal ini dan merusak kualitas permainan," kata dia.
"Yang gila adalah jika Anda menyuarakan pendapat tentang hal itu, mereka malah ingin berkelahi lebih banyak. Rasa hormat sangat penting untuk pertumbuhan permainan," tambahnya.
3. Rivalitas hanya di atas lapangan

Penggawa Timnas Indonesia itu pun kemudian menyinggung soal teror atau ancaman pembunuhan yang diterima keluarganya. Ia meminta kepada siapapun yang mengirimkan, untuk menghentikan perbuatan itu.
Rivalitas antarklub seharusnya hanya terjadi 2x45 menit di atas lapangan. Setelahnya, para pemain harus kembali menjadi saudara sesama Tanah Air.
"Saya bisa menerima banyak hal sebagai seorang profesional, tetapi saya ingin dengan hormat meminta orang-orang yang mengirimkan harapan kematian dan pesan-pesan mengerikan kepada keluarga saya untuk berhenti," kata Thom
"Sepak bola seharusnya tidak pernah sampai sejauh itu. Mari kita bangun lingkungan sepak bola yang lebih baik bersama-sama untuk para pemain, untuk para penggemar, dan untuk masa depan sepak bola Indonesia," pungkasnya.

















