Tragedi Longsor Pasirlangu, Tim SAR Masih Cari 80 Korban Hilang

- Pencarian korban longsor Pasirlangu terhenti sementara karena cuaca dan medan sulit
- Wapres Gibran instruksikan pencarian selama 24 jam penuh, meminta pemda siapkan lahan relokasi
- BMKG lakukan modifikasi cuaca untuk tekan intensitas hujan di wilayah Jawa Barat
Bandung, IDN Times - Tim SAR terus berupaya mencari 80 warga Desa Pasirlangun, Kecamatan Cisarua, Bandung Barat, yang diduga tertimbun longsor pada Sabtu (24/1/2026) dini hari. Hingga Minggu(25/1/2026) sebanyak 25 bodypack berhasil dievakuasi dan 23 orang selamat dari peristiwa tersebut.
Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana mengatakan, hari kedua pencarian korban tanah longsor, petugas berhasil menemukan dan mengevakuasi 14 bodypack. Korban sebanyak 7 bodypack ditemukan di worksite A1. Kemudian, 6 Bodypack di worksite A2 dan 1 bodypack lainnya ditemukan di worksite B1.
"Adapun total jumlah korban saat ini yakni telah ditemukan 25 bodypack, 23 selamat dan kurang lebih 80 masih dalam pencarian," kata Ade.
1. Pencarian terhenti karena cuaca

Ade mengatakan, Tim SAR Gabungan telah melaksanakan pencarian sejak pagi tadi dengan fokus pada 2 sektor yakni sektor alpha dan sektor bravo dengan metode pencarian menggunakan alat berat, pencarian manual serta penggunaan drone UAV. Selain cuaca yang menjadi tantangan tim SAR Gabungan saat melaksanakan pencarian, medan di lokasi juga dinilai sulit dan menjadi tantangan.
"Berdasarkan pertimbangan teknis di lapangan, pencarian dihentikan sementara dan akan dilanjutkan esok hari," kata dia.
2. Wapres sempat instruksikan pencarian selama 24 jam penuh

Sebelumnya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyambangi korban bencana di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, yang sekarang sedang berada di kantor desa. Ditemani Menko PMK Pratikno, Kepala BNPB Suharyanto, dan sejumlah pejabat lainnya, Gibran juga sempat melihat langsung kondisi pemukiman warga yang terdampak longsor.
Di hadapan para warga, Gibran memastikan pemerintah akan serius mencari korban yang tertimbun. Semua dilakukan selama 24 jam agar para korban bisa segera ditemukan.
"Tadi saya habis ngecek lokasi, terus kita upayakan semua untuk mencari korban atas kejadian ini," ujar Gibran, Minggu (25/1/2025).
Dia pun meminta Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemkab Bandung Barat untuk menjaga kesehatan khususnya masyarakat lanjut usia, disabilitas, ibu menyusui, perempuan, dan anak-anak. Pastikan seluruh persedian makanan cukup dan juga kesehatan agar bisa dicek secara berkala
"Petugas kesehatan harus ada dan tepat sasaran," kata dia.
Selain itu Gibran pun meminta pemda untuk segera mempersiapkan lahan relokasi untuk warga yang rumahnya hancur. Lahan relokasi tersebut tidak boleh jauh dari rumah dulu mereka sehingga aktivitas nantinya bisa dilakukan dengan mudah.
"Segera sosialisasikan untuk relokasi ini," kata dia.
3. BMKG lakukan modifikasi cuaca

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan rekayasa atau modifikasi cuaca di sejumlah wilayah Jawa Barat. Tujuannya guna menekan intensitas hujan, khususnya di kawasan rawan bencana longsor.
Kepala BMKG Bandung, Teguh Rahayu, mengatakan operasi modifikasi cuaca telah dilaksanakan sejak Jumat lalu dan masih terus dievaluasi sesuai perkembangan kondisi di lapangan.
“Modifikasi cuaca sudah kita lakukan sejak hari Jumat bersama BNPB. Hari ini, Minggu, telah dilaksanakan satu sorti penerbangan pada pukul 06.30 WIB dengan fokus wilayah Gunung Burangrang, Kabupaten Bandung Barat,” kata Teguh,
Ia menjelaskan, langkah tersebut dilakukan untuk mendukung proses pencarian dan evakuasi korban longsor oleh Basarnas dan tim penyelamat gabungan, terutama di wilayah Desa Pasirlangu dan sekitarnya.
BMKG mencatat, dalam sepekan hingga dua pekan ke depan, karakteristik cuaca di Jawa Barat didominasi kondisi cerah berawan hingga hujan ringan. Kondisi ini dinilai cukup mendukung pelaksanaan operasi rekayasa cuaca.















