Direktur Sales dan Marketing SIG, Dicky Saelan (kanan) dan Group Head of Marketing SIG, Niluh Putu Setiawati (kiri) memberikan hadiah undian grand prize berupa motor Honda Beat kepada pemilik TB Rama Daris, Asni Arini (kedua kiri) dan pemilik TB Buana Alba Jaya, Didin (ketiga kiri) dalam acara Grand Launching Semen Kujang Hotel InterContinental, Bandung, Jawa Barat, pada Jumat (28/8/2026). (Dok.Istimewa)
Kembalinya Semen Kujang juga menjadi bagian dari strategi SIG untuk memperkuat posisinya di Jawa Barat, salah satu pasar konstruksi terbesar di Indonesia. Sebagai market leader industri bahan bangunan nasional, SIG sebenarnya memiliki sejumlah merek besar dalam portofolionya. Namun untuk Jawa Barat, perusahaan memilih memanfaatkan kekuatan merek lokal yang sudah memiliki hubungan historis dengan konsumennya.
Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, mengatakan keputusan menghadirkan kembali Semen Kujang didorong oleh potensi pasar Jawa Barat sekaligus kedekatan masyarakat terhadap merek tersebut. Menurutnya, peluncuran kembali Semen Kujang bukan hanya soal produk, tetapi juga upaya membangun kembali hubungan dengan para pelaku industri konstruksi di daerah.
“Bagi kami, ini bukan sekadar memperkenalkan kembali sebuah produk, tetapi menjadi awal dari interaksi dan pengalaman baru bersama pelanggan. Hari ini, kita bersama-sama menyambut kembalinya Semen Kujang,” ujar Indrieffouny.
Ia menambahkan, kehadiran kembali Semen Kujang diharapkan dapat semakin mendekatkan SIG dengan distributor, toko bangunan, kontraktor, pengembang, konsultan, tukang bangunan, hingga masyarakat Jawa Barat secara luas.
“Melalui Semen Kujang, kami ingin semakin dekat dengan para distributor, toko bangunan, kontraktor, pengembang, konsultan, tukang bangunan, serta seluruh masyarakat Jawa Barat. Karena kami percaya bahwa keberhasilan pembangunan lahir dari kolaborasi seluruh pelaku industri,” katanya.
Strategi tersebut juga diperkuat melalui kolaborasi dengan Persib Bandung dalam rangkaian peluncuran produk. Langkah itu menunjukkan bahwa SIG tidak hanya menjual material bangunan, tetapi juga berupaya menghidupkan kembali kedekatan emosional antara Semen Kujang dan masyarakat Jawa Barat. Respons pasar yang muncul dalam beberapa pekan pertama menjadi indikasi bahwa pendekatan tersebut masih relevan. Ketika sebuah merek berhasil menjadi bagian dari memori kolektif masyarakat, nilai yang dibangun selama puluhan tahun dapat berubah menjadi keunggulan bisnis yang tetap bertahan hingga hari ini.