Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Satgas Pengelola Sampah Bandung Raya Bakal Maksimalkan Teknologi RDF
Dok. Humas Pemkot Bandung

Bandung, IDN Times - Satgas Pengelolaan Sampah Terpadu Bandung Raya akan memaksimalkan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) di beberapa wilayah Kota Bandung untuk memaksimalkan penanganan sampah.

Ketua Satgas Pengelolaan Sampah Terpadu Bandung Raya, Dedi Taufik mengatakan, saat ini sudah ada dua mesin gibrik dan RDF yang sudah beroperasi, seperti di Babakan Siliwangi, Kota Bandung. Adapun nantinya itu akan ditingkatkan pemrosesannya.

"Kalau itu akan ditambah jadi tiga mengakomodir beberapa wilayah yaitu Cibeunying, Tamansari, Coblong, dan Setiabudi," ujar Dedi, dikutip Selasa (14/5/2024).

1. Kota Bandung sumber sampah terbanyak di Bandung Raya

Humas/Pemprov Jabar

Selain itu, Dedi mengungkapkan, mesin pengelolaan sampah yang beroperasi di TPS3R Enci Azis Gardujati, Kota Bandung akan ditingkatkan kapasitasnya untuk mengurangi beban buangan ke TPA Sarimukti.

Lalu, rencana di Jalan Indramayu mereka akan memasang satu line pengolahan sampah. Di Batununggal juga sama, satu line untuk kapasitas 10 ton.

"Sementara ini sumber sampah terbanyak itu kan kota bandung, sekarang naik jadi 1.800 ton per hari. Jadi perlu pengolahan sampah yang baik selain setengahnya dibuang ke Sarimukti dan sisanya harus diolah di hulu yaitu salah satunya dengan mesin RDF ini," katanya.

Satgas Pengelolaan Sampah Terpadu Bandung Raya memastikan akan mempercepat penanganan sampah di empat kabupaten dan kota ini. Dia berharap agar pada Agustus 2024 ini semua bisa berjalan lebih maksimal.

"Secepatnya target kami Agustus sudah bisa operasi karena ada beberapa yang harus renovasi dulu tempatnya yang penting lahannya sudah clear di sini. Kami berharap selesai di Agustus bisa menerima untuk pengolahan sampah melalui RDF ini," kata dia.

2. RDF bisa kurangi pembuangan sampah ke TPA Sarimukti

Humas/Pemprov Jabar

Diketahui, teknologi RDF telah diuji cobakan di beberapa Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) di Kota Bandung, yaitu Babakan Siliwangi (Baksil), Jalan Indramayu, Ence Azis dan Batununggal.

Teknologi RDF merupakan proses pengolahan sampah meliputi pengeringan untuk mengurangi kadar airnya menjadi kurang dari 25 persen, kemudian dicacah menjadi ukuran 2-10 cm agar nilai kalor meningkat. Hasilnya adalah serbuk-serbuk atau potongan-potongan seragam yang siap digunakan sebagai bahan bakar.

Penjabat Wali Kota Bandung, Bambang Tirtoyuliono menyampaikan penggunaan teknologi RDF menghasilkan ritasi ke TPS Sarimukti juga telah mengalami penurunan.

“Dengan adanya teknologi RDF ini, ritasi sampah Kota Bandung ke TPS Sari Mukti berkurang,” kata Bambang saat mendampingi PJ Gubernur Bey Machmudin di TPST Ence Azis Jalan Babatan, Kebon Jeruk, Kecamatan Andir, Kota Bandung, Senin, 13 Mei 2024.

Kota Bandung kini memiliki total 27 TPS yang tersebar di berbagai wilayah, menunjukkan komitmen dalam meningkatkan infrastruktur pengelolaan sampah. RDF yang dihasilkan dari teknologi ini dapat digunakan sebagai alternatif pengganti bahan bakar fosil dalam berbagai industri.

Selain mengurangi dampak lingkungan dari sampah, penerapan RDF juga membantu memanfaatkan sumber daya secara efisien.

3. Berharap persoalan sampah bisa tuntas tahun ini

Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Triadi Machmudin (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Sementara, Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin mengatakan, pengelolaan sampah harus menjadi salah satu prioritas yang segera diselesaikan. Dia ingin mengembangkan proses pengolahan sampah dari Gibrik (alat pemisah sampah organik dan anorganik) hingga bisa menjadi RDF.

Penambahan fasilitas pengolahan sampah di beberapa titik menjadi upaya yang sedang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Nilai investasinya bisa mencapai Rp 12 miliar.

"Intinya kami ingin sampah itu tuntas di tahun ini, minimal di Kota Bandung dan jadi percontohan untuk kota lainnya," kata dia.

Saat ini, tiap kecamatan maksimal bisa menampung dan mengolah 6 ton sampah per hari. Bey ingin jumlah itu bisa naik hingga 10 ton. Masyarakat pun diimbau untuk turut serta dalam menanggulangi masalah sampah dengan cara memilah.

Disinggung titik mana tempat pengolahan sampah yang akan diakselerasi, Bey mengatakan di antaranya di Jalan Indramayu, Antapani, Babakan Siliwangi, Batununggal.

Editorial Team

Related Article