Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sampah Menumpuk di TPS Tegallega Usai Mesin Pengolahan Mati. Dok Istimewa
  • Tumpukan sampah setinggi tiga meter memenuhi sudut Taman Tegalega, Bandung, selama sekitar dua bulan, menciptakan kondisi kumuh dan bau tidak sedap di ruang publik.
  • Penumpukan terjadi karena mesin pengolahan sampah di kawasan taman berhenti beroperasi sejak 1 Januari 2026, sehingga sampah dari truk harus ditampung sementara.
  • Pengunjung mengaku aktivitas mereka terganggu oleh bau dan pemandangan sampah; mereka berharap pemerintah segera mengangkutnya serta menghentikan penampungan di area taman.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sampah menumpuk setinggi tiga meter di Taman Tegalega, Bandung. Mesin pengolah sampah mati sejak Januari 2026. Jadi sampah plastik, makanan, dan kayu ditaruh di sudut taman selama dua bulan. Pak Heri bilang nanti sampah akan dibawa truk. Bu Heti terganggu karena taman jadi bau dan kotor.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Meski penumpukan sampah mengganggu kenyamanan, keterangan petugas menunjukkan adanya mekanisme pengangkutan yang telah membersihkan area lain sebelumnya. Kapasitas mesin pengolahan juga pernah memungkinkan setiap truk sampah diproses langsung menjadi produk, tanpa perlu disimpan. Hal ini menggambarkan bahwa fasilitas dan pola penanganan sampah di Tegalega pernah berjalan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Tumpukan sampah setinggi tiga meter terlihat di salah satu sudut Taman Tegalega, Kecamatan Regol, Kota Bandung, Jumat (6/11/2026). Berbagai jenis limbah, mulai dari plastik, sisa sayuran, makanan hingga kayu, menggunung di area taman yang selama ini menjadi ruang publik warga.

Kondisi ini membuat salah satu sudut taman terlihat kumuh dan menimbulkan aroma tidak sedap. Padahal, Taman Tegalega kerap dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga maupun menghabiskan waktu bersama keluarga.

1. Sudah berlangsung selama dua bulan

Sampah Menumpuk di TPS Tegallega Usai Mesin Pengolahan Mati. Dok Istimewa

Petugas kebersihan setempat, Heri Gunawan (40), mengatakan aktivitas pembuangan sampah di sudut Taman Tegalega sudah berlangsung sekitar dua bulan terakhir. Namun, dia mengaku tidak mengetahui alasan pasti area taman tersebut dijadikan tempat penampungan sementara.

"Kalau saya mah pekerja. Ya suruh di sini, di sini. Suruh di sana, di sana. Ada lah dua bulanan," kata Heri.

Menurutnya, sampah biasanya datang sekitar tiga kali dalam sepekan. Namun, dia tidak mengetahui secara pasti asal sampah tersebut karena tidak terlibat dalam pengaturan pengangkutan.

Heri menjelaskan, penumpukan sampah sebenarnya hanya bersifat sementara. Setelah mendapatkan instruksi dari koordinator lapangan dan dinas terkait, sampah yang sudah menggunung akan diangkut menggunakan truk menuju tempat pembuangan akhir (TPA).

"Ya diangkut. Nanti bersih lagi. Mana dulu mah di sana (menunjuk area lain) banyak, sudah bersih lagi," tuturnya.

2. Kalau mesin hidup pasti langsung diolah

Sampah Menumpuk di TPS Tegallega Usai Mesin Pengolahan Mati. Dok Istimewa

Heri menyebut, salah satu penyebab penumpukan sampah tersebut adalah mesin pengolahan sampah yang berada di dalam kawasan Taman Tegalega sudah tidak beroperasi.

Padahal, sebelumnya sampah yang datang langsung diproses menggunakan mesin tersebut. Dengan begitu, tidak ada sampah yang harus menginap atau menumpuk di area taman.

"Diolah, jadi enggak ada cara disimpan, langsung diolah. Datang satu truk, olah. Habis, datang lagi gitu. Jadi produk. Gara-gara ini mati, ini saja numpuk," ujarnya.

Dia mengatakan, mesin pengolahan sampah tersebut terakhir beroperasi pada 1 Januari 2026. Sejak saat itu, sampah yang terus berdatangan harus ditampung terlebih dahulu di salah satu sudut taman sambil menunggu pengangkutan.

Heri berharap mesin pengolahan tersebut bisa kembali difungsikan agar sampah tidak terus menumpuk di ruang publik. Sebab, selama fasilitas tersebut belum beroperasi, sampah yang masuk harus mencari tempat penampungan sementara.

3. Pengunjung terganggu bau sampah

Sampah Menumpuk di TPS Tegallega Usai Mesin Pengolahan Mati. Dok Istimewa

Keberadaan gunungan sampah tersebut turut mengganggu kenyamanan pengunjung Taman Tegalega. Salah seorang pengunjung, Heti (36), mengaku terganggu dengan kondisi salah satu sudut taman yang kini dipenuhi sampah.

Menurutnya, selain membuat kawasan taman terlihat kumuh, tumpukan sampah juga mengeluarkan aroma tidak sedap. Kondisi itu membuat pengunjung tidak nyaman ketika melintas di sekitar lokasi.

"Ngeganggu mah iya jelas apalagi ini taman kan. Belum lagi baunya gak enak," ungkap Heti.

Dia mengaku cukup sering datang ke Taman Tegalega karena lokasinya dekat dengan rumah. Biasanya, dia hanya berjalan-jalan untuk menikmati suasana ruang terbuka hijau di tengah Kota Bandung.

Namun, keberadaan sampah membuat aktivitas tersebut terganggu, terutama ketika harus melewati area penumpukan.

"Sering ke sini karena dekat kan rumah saya, jalan-jalan aja. Pas lewat sini bau, jadi tutup hidung," ucapnya.

Heti berharap pemerintah segera mencari solusi agar sampah tidak lagi ditumpuk di kawasan taman. Menurutnya, meskipun hanya bersifat sementara, ruang publik seharusnya tidak dijadikan tempat penampungan sampah.

"Ya walau sementara harusnya gak di area taman juga kan. Semoga segera diangkut lah sampah-sampah ini sama pemerintah," katanya.

Editorial Team

Related Article