Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ratusan Mahasiswa kembali Turun ke Jalan Demo Depan DPRD Jabar
IDN Times/Debbie Sutrisno

Bandung, IDN Times - Ratusan mahasiswa kembali turun di jalan melakukan aksi di depan kantor DPRD Jawa Barat. Mereka menuntut agar tidak ada pemangkasan anggaran khususnya di sektor pendidikan dan kesehatan.

Koordinator aksi Abdul Sallas mengatakan, demontrasi ini dilakukan dalam beberapa hari ke belakang karena mahasiswa ingin agar pemerintahan era Prabowo ini tidak melakukan pemangkasan anggaran untuk sektor yang dianggap penting, yakni pendidikan dan kesehatan. Dua hal ini menjadi dasar untuk bangsa agar bisa menjadi negara yang maju.

"Kami menuntut untuk dibatalkan efisiensi anggaran pendidikan dan kesehatan, karena anggaran itu adalah anggaran yang paling dasar. Justru pemerintah harus mengutamakan pendidikan bangsa yang besar, bangsa yang maju adalah diawali daripada pendidikan bukan yang lain," kata Abdul dalam aksinya, Jumat (21/2/2025).

1. Potong anggaran dari atas

suarapemerintah.id

Menurutnya, ada beberapa pos anggaran yang tidak diefisiensikan seperti polisi dan legislatif (DPR). Ini jelas mengherankan karena seharusnya pemangkasan itu dilakukan di pos tersebut juga.

Maka, menjadi hal yang janggal ketika ada beberapa anggaran kementerian atau lembaga yang tidak dipangkas, justru pemerintah memilih menurunkan pagu anggaran untuk sektor pendidikan dan kesehatan.

"Bahkan kenapa anggaran untuk gaji menteri tidak dikurangi. Seharusnya itu yang dikurangi. Terus kenapa anggaran untuk DPR RI tidak dikurangi? Itu yang harus dikurangi kenapa yang mengurangi anggaran pendidikan," paparnya.

Kemudian adanya penambahan kementerian dan keberadaan staf khusus juga menjadi aneh karena mereka jelas akan memberatkan anggaran di pemerintah. Seharusnya Presiden Prabowo tidak memiliki pembantu terlalu banyak, sebab berdampak pada kenaikan penggunaan anggaran.

2. Perut kenyang, otak kosong

IDN Times/Debbie Sutrisno

Di sisi lain, para demonstran pun menilai program makan bergizi gratis (MBG) kurang tepat dilakukan jika harus memangkas anggaran pendidikan. Jangan sampai ketika anak-anak nanti bisa dapat makan, tapi ada para pelajar yang tidak bisa menuntaskan pendidikannya.

"Percuma kalau makan dikasih bergizi, tapi otang tidak dikasi. Itu percuma saja," kata dia.

Saat ini pemangkasan anggaran pendidikan bisa berpengaruh pada pemberian beasiswa yang selama ini diterima banyak mahasiswa, salah satunya lewat KIP. Ketika anggaran beasiswa ini dihilangkan maka sudah jelas banyak mahasiswa tidak akan bisa meneruskan pendidikannya di perguruan tinggi.

3. Waspada kenaikan UKT

IDN Times/Debbie Sutrisno

Mahasiswa, lanjutnya, juga harus waspada dengan kemungkinan kenaikan uang kuliah tunggal (UKT). Sejauh ini memang sudah ada pernyataan bahwa UKT tidak akan tiba-tiba naik dengan adanya pemangkasan anggaran, tapi itu jangan dipercaya 100 persen.

Musababnya, pemerintahan saat ini sering mengeluarkan kebijakan dadakan yang dapat merugikan masyarakat termasuk mahasiswa. Penangguhan kenaikan UKT pun disampaikan usai mahasiswa melakukan aksi demonstrasi.

"Pemerintah itu bagaikan belut yang ucapannya tidak bisa dipegang," papar Abdul.

Editorial Team

Related Article