Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Dana MBG Mandek, Puluhan SPPG di Bandung Raya Tutup Sementara
Kasus SPPG Tutup Sementara karena Dana Belum Cair Terus Terulang. IDN Times/Debbie Sutrisno
  • Puluhan dapur Makan Bergizi Gratis di Bandung Raya terpaksa tutup sementara karena dana dari Badan Gizi Nasional belum cair, menghambat distribusi makanan bergizi ke sekolah-sekolah.
  • Pihak PPG menegaskan penutupan tidak terkait kasus hukum pimpinan BGN, melainkan akibat keterlambatan laporan dan saldo virtual account yang belum mencukupi untuk operasional.
  • Pimpinan baru BGN berencana melakukan efisiensi anggaran, moratorium pendirian SPPG baru, serta pembenahan dapur dan peningkatan kualitas SDM agar layanan gizi tetap optimal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (PPG) Regional Bandung, Ramzi, menyebut bahwa ada puluhan SPPG yang harus tutup sementara karena berbagai alasan, salah satunya dana dari Badan Gizi Nasional (BGN) belum cair.

Di Bandung Barat saja setidaknya ada 40 dapur MBG yang harus berhenti hingga waktu yang tidak ditentukan.

"Iya benar. Tapi, angkanya itu selalu berkurang, karena di BGN sendiri proses untuk pencairannya masih berlangsung dan pencairan ini kan langsung ke virtual acount masing-masing. Dan terkadang tidak diperbaharui ke kami," katanya, Rabu (10/6/2026).

1. Belum jelas sampai kapan ditutupnya

Satu SPPG di Bandung Tutup Sementara Usai Dana dari BGN Tak Cair. IDN Times/Debbie Sutrisno

Menurutnya, ada sejumlah dapur pun di sana yang dihentikan operasional karena infrastruktur yang masih berantakan dan IPAL yang belum terbangun. Tercatat, dari belasan tersisa enam yang suspend, terdiri dari empat SPPG karena IPAL dan dua SPPG dihentikan usai didatangi perwakilan BGN

"Ya tentu, ketika operasional dapur berhenti, maka dampaknya berhenti pendistribusian makan bergizi ke sejumlah sekolah. Pemberitahuan dan penghentian dilakukan pada hari yang sama. Kami belum ada informasi sampai kapannya," ujar Ramzi.

2. Tak ada kaitannya dengan penangkapan Dadan Hindayana

Satu SPPG di Bandung Tutup Sementara Usai Dana dari BGN Tak Cair. IDN Times/Debbie Sutrisno

Namun, dia membantah masalah ini terjadi bukan karena tertangkapnya pucuk pimpinan BGN, seperti Dadan Hindayana, Sony Sonjaya, dan Lodewyk Pusung, melainkan lantaran virtual account yang selama ini masih sering terjadi adanya keterlambatan laporan dari SPPG.

"Jadi, ada hari tertentu untuk biro keuangan menarik saldo minimal. Nah, saat itu belum dilakukan pembayaran, misal relawan belum dibayar, insintif mitranya belum dibayar atau supplier yang belum dibayar, sehingga secara keseluruhan di virtual account masih mencukupi," kata dia.

Ketika saldo minim dan tidak mencukupi untuk operasional, maka BGN akan menghentikan kegiatan karena tidak boleh adanya dana talangan dan tak boleh ada sistem rembes.

"Selain KBB, ada wilayah lainnya tapi kami belum memperbaharui datanya. KBB karena lumayan banyak SPPG maka kesempatan SPPG yang belum di top up semakin banyak. Hanya datanya kami belum perbaharui lagi dan kami belum mendapatkan lagi laporan dari kepala SPPG," ujarnya.

3. BGN siap efisiensikan anggaran

Ilustrasi SPPG di Kota Bandung. IDN Times/Debbie Sutrisno

Sebelumnya, pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru untuk pertama kalinya tampil di publik hari ini, Kamis (4/6/2026). Mulai dari Kepala BGN, Nanik S Deyang yang menggantikan Dadan Hindayana, serta dua wakilnya yakni Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono yang menggantikan Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung.

Nanik mengatakan, mereka baru saja menggelar rapat konsolidasi pimpinan baru hari ini. Usai rapat, Naniek membeberkan rencana efisiensi besar-besaran di BGN.

“Hal pertama yang kami lakukan adalah untuk melakukan efisiensi anggaran. Meskipun sekarang sudah dipotong tinggal Rp268 triliun, kami berharap masih bisa menurunkan lagi, namun tidak mengurangi sasaran,” kata Nanik di kantor pusat BGN, Jakarta Pusat.

Selain itu, BGN juga akan membekukan atau moratorium pendirian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) baru.

“Tiga, pembenahan dapur-dapur yang telah berdiri dan telah beroperasi agar sesuai dengan standar untuk menghasilkan makanan yang berkualitas, termasuk perbaikan dan pelatihan SDM,” ucap Nanik.

Editorial Team

Related Article