Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Puluhan Massa FPI di Bandung Tuntut Evaluasi Distributor Miras
Aksi bela Al-Quran dan penutupan distributor miras di Kota Bandung. IDN Times/Debbie Sutrisno
  • Massa FPI menggelar aksi Bela Al-Qur’an di Bandung terkait dugaan penggunaan ayat atau simbol keagamaan dalam promosi minuman beralkohol pada Festival Musik The Sounds Project di Jakarta.
  • Mereka mendesak aparat dan pemerintah mengusut dugaan tersebut secara tegas dan transparan, serta meminta penyelenggara hiburan tidak mengaitkan simbol agama dengan promosi minuman beralkohol.
  • Massa meminta evaluasi perizinan, distribusi, pemasaran, dan peredaran miras, termasuk mendesak penutupan PT Adi Makmur Sentosa yang disebut mendistribusikan produk New Port.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Puluhan orang FPI di Bandung datang dan meminta polisi memeriksa dugaan ayat dan simbol Al-Qur’an dipakai untuk promosi minuman alkohol di Festival The Sounds Project di Jakarta. Mereka juga meminta kegiatan promosi alkohol diperiksa. Mereka ingin PT Adi Makmur Sentosa, penjual New Port, ditutup dan diperiksa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Aksi di Bandung menonjolkan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan keresahan secara terbuka mengenai dugaan penggunaan simbol keagamaan dalam promosi alkohol. Dorongan terhadap pemeriksaan yang transparan serta evaluasi perizinan, distribusi, dan pemasaran menunjukkan perhatian pada penghormatan nilai agama, ketertiban masyarakat, dan perlindungan generasi muda.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Massa dari Front Persaudaraan Islam (FPI) yang mengatasnamakan umat Islam menggelar aksi Bela Al-Qur’an di salah satu gedung di Jalan Seokarno-Hatta Kota Bandung, Jumat (28/8/2026). Dalam aksi tersebut, mereka menyampaikan sejumlah aspirasi terkait dugaan penggunaan simbol dan ayat Al-Qur’an dalam promosi minuman beralkohol pada Festival Musik The Sounds Project di Jakarta.

Melalui pernyataan sikap yang disampaikan dalam aksi, massa meminta pemerintah dan aparat penegak hukum menindaklanjuti informasi tersebut secara transparan. Mereka menilai penggunaan simbol keagamaan dalam promosi minuman keras dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

1. Massa minta aparat usut dugaan penistaan Al-Qur’an

Aksi bela Al-Quran dan penutupan distributor miras di Kota Bandung. IDN Times/Debbie Sutrisno

Massa Bela Al-Qur’an mengutuk tindakan yang mereka sebut sebagai dugaan penggunaan, penampilan, atau pemanfaatan Al-Qur’an, ayat suci, simbol, maupun atribut keagamaan dalam promosi minuman keras. Mereka mengaitkan tuntutan tersebut dengan informasi mengenai penyelenggaraan Festival Musik The Sounds Project di Jakarta beberapa waktu lalu.

Massa kemudian mendesak aparat penegak hukum dan instansi terkait melakukan pemeriksaan terhadap dugaan tersebut.

"Kami mendesak aparat penegak hukum dan instansi berwenang untuk mengambil tindakan secara tegas, transparan, atas tindakan penistaan Al-Qur’an dalam penyelenggaraan Festival Musik The Sounds Project di Jakarta sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku," demikian salah satu poin dalam pernyataan sikap massa yang disampaikan Koordinator lapangan, Arrifa'i, Jumat (28/8/2026).

Mereka juga meminta seluruh pihak menghentikan penggunaan simbol, ayat, kitab suci, maupun identitas keagamaan dalam promosi minuman beralkohol.

2. Penyelenggara festival diminta tak kaitkan simbol agama dengan miras

Aksi bela Al-Quran dan penutupan distributor miras di Kota Bandung. IDN Times/Debbie Sutrisno

Selain meminta proses hukum, massa juga mendesak penyelenggara kegiatan publik, festival, konser, dan hiburan lainnya mematuhi aturan terkait peredaran serta promosi minuman beralkohol.

"Kami menilai kegiatan hiburan tidak boleh menjadi sarana yang mendorong konsumsi minuman keras, khususnya di kalangan generasi muda," kata dia.

Dalam pernyataannya, massa juga meminta pemerintah dan aparat penegak hukum melakukan evaluasi terhadap kegiatan usaha yang berkaitan dengan minuman beralkohol. Evaluasi tersebut mencakup aspek perizinan, distribusi, pemasaran, promosi hingga peredaran produk minuman beralkohol.

3. Massa desak distributor miras ditutup

Aksi bela Al-Quran dan penutupan distributor miras di Kota Bandung. IDN Times/Debbie Sutrisno

Salah satu tuntutan yang disampaikan massa secara khusus ditujukan kepada PT Adi Makmur Sentosa. Massa mendesak pemerintah menutup perusahaan tersebut yang mereka sebut sebagai distributor minuman beralkohol merek New Port.

Mereka menilai perusahaan tersebut perlu diperiksa karena dikaitkan dengan dugaan penggunaan simbol Al-Qur’an dalam promosi minuman beralkohol pada Festival Musik The Sounds Project.

"Kami juga meminta pemerintah mengevaluasi aktivitas distribusi dan pemasaran perusahaan tersebut, termasuk dampaknya terhadap masyarakat dan generasi muda di Kota Bandung maupun Jawa Barat," papar Arrifa'i.

Dalam penegasan sikapnya, massa menyatakan aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap nilai-nilai agama dan ketertiban masyarakat.

Mereka juga menyerukan agar pemerintah, pelaku usaha, tokoh agama, masyarakat, serta aparat penegak hukum bersama-sama mencegah penyalahgunaan simbol keagamaan dan dampak negatif minuman beralkohol.

Editorial Team

Related Article