Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
10 Orang Tewas, Polisi Gelar TAA untuk Ungkap Penyebab Kecelakaan Maut
Terus Bertambah, 12 Orang Tewas dalam Kecelakaan Beruntun di Indramayu. Dok Polresta Indramayu
  • Direktorat Lalu Lintas Polda Jabar menggelar Traffic Accident Analysis (TAA) untuk menyelidiki penyebab kecelakaan beruntun di Jalan Raya Kijaran, Indramayu, yang menewaskan sepuluh orang.
  • Kecelakaan melibatkan tiga kendaraan: Daihatsu Gran Max, truk wing box, dan Mitsubishi L300. Benturan beruntun terjadi saat Gran Max hendak berputar arah lalu ditabrak dari belakang.
  • Seluruh kendaraan dan sopir yang terlibat telah diamankan polisi sebagai barang bukti. Hasil TAA akan menentukan faktor penyebab serta kemungkinan adanya unsur kelalaian pengemudi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Indramayu, IDN Times - Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Barat menggelar Traffic Accident Analysis (TAA) pada Senin (13/7/2026) untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan beruntun di Jalan Raya Kijaran, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu. Kecelakaan yang melibatkan tiga kendaraan itu mengakibatkan sepuluh orang meninggal dunia.

Kasat Lantas Polres Indramayu AKP Undang Syarief mengatakan, olah tempat kejadian perkara (TKP) dilakukan bersama tim TAA Polda Jabar yang dipimpin langsung Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Jabar. Pemeriksaan ini diharapkan dapat mengungkap secara rinci kronologi hingga faktor penyebab kecelakaan.

"Dari tim TAA Polda Jabar yang akan melaksanakan olah TKP. Dipimpin langsung oleh Kasubdit Gakkum," kata Undang, Senin (13/6/2026).

Akibat peristiwa itu, tiga orang meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara tujuh korban lainnya meninggal dunia saat menjalani perawatan di rumah sakit. Selain itu, dua korban mengalami luka berat, termasuk sopir Grand Max, sedangkan enam korban lainnya mengalami luka ringan. Para korban dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Indramayu dan Rumah Sakit Mitra Plumbon.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, kecelakaan bermula saat mobil pikap Daihatsu Gran Max bak terbuka yang mengangkut rombongan usai menghadiri acara pernikahan hendak kembali ke wilayah Lelea. Saat akan berputar arah, kendaraan tersebut ditabrak dari belakang oleh truk wing box hingga terdorong ke jalur berlawanan.

Nahas, dari arah berlawanan melaju sebuah Mitsubishi L300 bak terbuka yang kembali menghantam Grand Max. Benturan beruntun itu menyebabkan korban berjatuhan. Sebanyak tiga orang meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara sembilan korban lainnya meninggal saat menjalani perawatan di rumah sakit. Selain itu, tiga orang mengalami luka berat, termasuk sopir Grand Max, dan tiga lainnya mengalami luka ringan.

Undang memastikan seluruh kendaraan yang terlibat telah diamankan sebagai barang bukti. Polisi juga mengamankan pengemudi truk wing box dan Mitsubishi L300 untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

"Baik kendaraan wing box, Mitsubishi losbak maupun Grand Max sudah kami amankan di Polres Indramayu. Untuk sopir wing box dan sopir losbak juga sudah diamankan di Mako Polres untuk kepentingan penyelidikan," ujarnya.

Menurut Undang, hasil TAA akan menjadi dasar penyidik dalam memastikan penyebab kecelakaan, termasuk mengungkap apakah terdapat unsur kelalaian dari pengemudi maupun faktor lain yang memicu insiden tersebut. Hingga kini proses penyelidikan masih terus berlangsung.

Curated For You

Editorial Team

Related Article