Perbankan Harus Terjun Langsung Tingkatkan Literasi Keuangan Mahasiswa

Bandung, IDN Times - Salah satu perusahaan perbankan swasta pernah melakukan survei literasi keuangan pada generasi muda di Indonesia. Hasilnya, rata-rata kesehatan finansial generasi muda Indonesia hanya mencapai 37,72, dari 100 atau jauh dibandingkan Singapura yang mencapai 61. Riset tersebut bahkan menunjukkan bahwa hanya 14,3 persen anak muda yang terlihat berusaha menuju sehat finansial, tetapi dengan kondisi di mana mereka masih belum ideal.
Upaya untuk meningkatkan literasi keuangan dan digital ini pun dilakukan berbagai pihak, salah satunya CIMB Niaga. Head of Region Jawa Barat & Jawa Tengah Cimb Niaga Andiko Manik mengatakan, saat ini perusahaan tengah berupaya menyejajarkan antara inklusi keuangan dengan literasi keuangan generasi muda. Sebab, banyak risiko yang mungkin terjadi saat literasi keuangan tidak ditingkatkan dengan maksimal.
“Semangat untuk meningkatkan financial investment perencanaan ke depan itu bagus, inklusinya juga baik, tapi kadang literasinya yang kadang-kadang ada beberapa yang kita lihat bahkan finansial inklusinya lebih cepat dari pada finansial literasinya,” ungkapnya melalui siaran pers dikutip IDN Times, Jumat (6/12/2024).
1. Anak muda punya lebih banyak pertanyaan mengenai keuangan

Untuk itu, ia menggandeng Universitas Parahyangan (Unpar) untuk meningkatkan literasi keuangan mulai dari instrumen investasi yang legal dan aman, hingga pemanfaatan fasilitas pembiayaan agar bisa tepat sasaran dalam penggunaannya. Dengan hadirnya industri keuangan di lingkungan kampus, lanjut Andiko, diharapkan membawa industri keuangan lebih dekat dengan mahasiswa.
Dia menilai, saat ini anak muda lebih banyak pertanyaan mengenai hal berbau keuangan. Karena itu, tren tersebut perlu direspon terlebih dengan kemudahan yang ditawarkan dari era digital.
"Kalau saya bandingkan dengan saya waktu 30 tahun yang lalu menjadi mahasiswa, itu mungkin agak jarang, pertanyaan-pertanyaan bagaimana melakukan investasi. Bahkan mereka sudah bertanya sangat jauh sekali seperti misalnya cryptocurrency," katanya.
2. Ilmu mengelola keuangan penting bagi mahasiswa

Sementara itu, Tri Basuki Joewono menekankan bahwa kerja sama dengan CIMB Niaga bukan hanya sebatas fasilitas fisik, melainkan terutama kerja sama dalam pengembangan pendidikan tinggi yang membawa banyak manfaat bagi mahasiswa. Kerja sama antara universitas dengan dunia perbankan ini bisa menjadi bagian membentuk kesiapan mereka dalam berbagai hal.
"Mereka bisa saling belajar, saling berinteraksi. Bukan cuma literacy dari finansial, tapi mereka juga bisa berkolaborasi untuk dunia yang lain misalnya bisnis, hingga bicara tentang CSR, untuk mereka bisa berkembang," imbuh Tri Basuki.
3. Lebih dekat dengan kehadiran digital lounge

Dalam kerja sama ini, CIMB pun menghadirkan Digital Lounge @Campus. Direktur Risk Management CIMB Niaga, Henky Sulistyo menjelaskan tempat ini membawa inovasi layanan melalui beragam fasilitas terkini, mulai dari mesin Self Service Banking (SSB), yang dapat melayani pembukaan rekening tabungan secara mandiri hanya dalam 5 menit.
Tersedia pula Video Banking untuk melayani transaksi finansial dan non-finansial, termasuk informasi produk, pengkinian data, hingga menyampaikan keluhan nasabah. Tak ketinggalan mesin Tarik Setor Tunai (TST) untuk kemudahan transaksi keuangan.
"Berbeda dengan Digital Lounge di mal atau perkantoran, Digital Lounge @Campus UNPAR menyediakan fasilitas Coworking Space lengkap dengan big screen dan WiFi yang dapat dimanfaatkan mahasiswa maupun dosen untuk mengerjakan tugas, berdiskusi kelompok, dan kegiatan lainnya," kata dia.
Untuk menambah kenyamanan layaknya di kafe, sembari berkegiatan, civitas akademika juga dapat menikmati kopi atau minuman ringan lain yang disediakan di OCTO Vending Machine.



















