Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Perajin Eceng Gondok Didorong Berinovasi Ikuti Tren Pasar

Perajin Eceng Gondok Didorong Berinovasi Ikuti Tren Pasar (Dok. IDN Times)
Perajin Eceng Gondok Didorong Berinovasi Ikuti Tren Pasar (Dok. IDN Times)
Intinya sih...
  • Pelatihan inovasi produk dan manajemen usaha
    • Program Pemberdayaan UMKM Bersama BRILife Tahap II dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas produksi, inovasi produk, serta pengelolaan usaha.
    • 30 pelaku UMKM mengikuti kegiatan selama Oktober hingga Desember 2025 di Desa Kesongo, Kabupaten Semarang.
    • Tujuannya adalah agar UMKM memiliki kapasitas produksi yang lebih baik, inovasi produk yang mengikuti tren pasar, serta pengelolaan keuangan dan pemasaran yang lebih profesional.
    • Pemanfaatan teknologi hingga AI untuk UMKM
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times — Upaya penguatan usaha mikro berbasis potensi lokal terus dilakukan di berbagai daerah, termasuk di kawasan Waduk Rawa Pening, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Wilayah ini selama bertahun-tahun dikenal dengan persoalan eceng gondok yang tumbuh tak terkendali, sekaligus menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat sekitar.

Di tengah tantangan tersebut, eceng gondok justru berkembang menjadi bahan baku kerajinan bernilai ekonomi. Pelaku UMKM setempat mengolah tanaman air itu menjadi beragam produk, mulai dari tas, aksesori, hingga perabot rumah tangga yang memiliki pasar tersendiri.

Namun, perubahan tren konsumen dan tuntutan pasar yang semakin dinamis membuat pelaku UMKM perlu terus beradaptasi. Inovasi produk, pengelolaan usaha, hingga pemanfaatan teknologi menjadi faktor penting agar usaha tetap berkelanjutan.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, program pemberdayaan kembali digulirkan untuk memperkuat kapasitas UMKM eceng gondok, salah satunya dengan mendukung upaya pelestarian lingkungan Waduk Rawa Pening, Kabupaten Semarang.

1. Pelatihan inovasi produk dan manajemen usaha

Perajin Eceng Gondok Didorong Berinovasi Ikuti Tren Pasar (Dok. IDN Times)
Perajin Eceng Gondok Didorong Berinovasi Ikuti Tren Pasar (Dok. IDN Times)

BRI Life bersama BRI Research Institute melaksanakan Program Pemberdayaan UMKM Bersama BRILife Tahap II yang menyasar pengrajin eceng gondok di sekitar Waduk Rawa Pening. Program lanjutan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas produksi, inovasi produk, serta pengelolaan usaha yang lebih profesional.

Sebanyak 30 pelaku UMKM, yang mayoritas dikelola oleh perempuan, mengikuti rangkaian kegiatan selama Oktober hingga Desember 2025. Seluruh kegiatan dipusatkan di Desa Kesongo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, dengan memanfaatkan rumah produksi dan fasilitas pelatihan yang disepakati bersama para pemangku kepentingan setempat.

“Melalui Program Pemberdayaan Bersama BRILife Tahap II, kami ingin mendorong UMKM eceng gondok agar memiliki kapasitas produksi yang lebih baik, inovasi produk yang mengikuti tren pasar, serta pengelolaan keuangan dan pemasaran yang lebih profesional,” ujar Ade Nasution, Kadiv Corporate Secretary PT Asuransi BRI Life, dalam keterangan tertulis, Kamis (8/1/2026).

Ia menegaskan bahwa program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM, tetapi juga menjadi bagian dari solusi pengelolaan lingkungan Waduk Rawa Pening secara berkelanjutan.

2. Pemanfaatan teknologi hingga AI untuk UMKM

Kondisi eceng gondok di Rawa Pening Kabupaten Semarang. (Dok. Pertamina)
Kondisi eceng gondok di Rawa Pening Kabupaten Semarang. (Dok. Pertamina)

Rangkaian pelatihan dalam program ini dibagi ke dalam tiga sesi utama. Pelatihan pertama yang digelar pada 29 Oktober 2025 berfokus pada pemahaman tren pasar dan inovasi produk, termasuk praktik teknik decoupage untuk meningkatkan nilai estetika dan nilai jual kerajinan eceng gondok.

Pelatihan kedua pada 20 November 2025 mengangkat materi pencatatan keuangan digital serta strategi pemasaran digital. Materi ini ditujukan agar pelaku UMKM mampu mengelola usaha secara lebih transparan sekaligus memperluas jangkauan pasar.

Sementara itu, pelatihan ketiga yang dilaksanakan pada 19 Desember 2025 memperkenalkan pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk mendukung pembuatan konten promosi, inovasi produk, hingga efisiensi usaha.

Firman Setyaji, Koordinator pelaku UMKM eceng gondok Rawa Pening, menyambut positif pendekatan tersebut.

“Program ini memberi kami harapan baru untuk mengembangkan usaha secara lebih terarah dan berkelanjutan, sekaligus berkontribusi menjaga lingkungan Waduk Rawa Pening,” ujarnya.

3. Rumah produksi perkuat kolaborasi pengrajin

Mahasiswa KKN bersihkan Danau Toba dar eceng gondok (dok.pribadi)
Mahasiswa KKN bersihkan Danau Toba dar eceng gondok (dok.pribadi)

Selain pelatihan, program pemberdayaan ini juga ditandai dengan peresmian Rumah Produksi UMKM Eceng Gondok Waduk Rawa Pening. Fasilitas ini diharapkan menjadi ruang bersama bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.

Peresmian rumah produksi turut dihadiri oleh Kepala Bidang Usaha Mikro dan Perindustrian Kabupaten Semarang, Sri Retno Widayati, sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan UMKM berbasis potensi lokal. Kehadiran fasilitas ini dinilai penting untuk meningkatkan efisiensi kerja dan konsistensi kualitas produk.

Rumah produksi juga diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antar pengrajin eceng gondok di kawasan Rawa Pening, sehingga tercipta ekosistem usaha yang lebih solid. Menurut Firman, dukungan fasilitas bersama menjadi modal penting bagi UMKM untuk naik kelas dan memperluas pasar.

Melalui Program Pemberdayaan Bersama BRILife Tahap II, kolaborasi antara pelaku usaha, lembaga riset, dan pemerintah daerah diharapkan mampu menciptakan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan yang berkelanjutan. Model pemberdayaan ini juga dinilai memiliki potensi untuk direplikasi di wilayah lain dengan karakteristik serupa.

Share
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More

Kuningan Larang Sawit Lebih Awal dari Instruksi Dedi Mulyadi

09 Jan 2026, 16:08 WIBNews