Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sempat Hilang, Pria Sukabumi Ditemukan Meninggal Mengenaskan di Sungai Cimunjul
Proses evakuasi penemuan jasad pemuda di Sukabumi (IDN Times/dok BPBD)
  • Warga Desa Munjul, Sukabumi, digegerkan penemuan jasad Robi Ruliansah di Sungai Cimunjul setelah empat hari dilaporkan hilang oleh keluarganya.
  • Sebelum menghilang, Robi sempat mengirim lokasi terakhir melalui pesan singkat di dekat Pustu Munjul sebelum ponselnya tidak aktif dan kontak terputus.
  • Jenazah dievakuasi petugas gabungan ke RS Sekarwangi untuk autopsi guna memastikan penyebab kematian, sementara polisi masih menyelidiki kasus tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Sukabumi, IDN Times - Warga Kampung Barupaku, Desa Munjul, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, dihebohkan dengan penemuan sesosok mayat pria di Sungai Cimunjul.

Korban diidentifikasi bernama Robi Ruliansah (31 tahun), seorang pemuda asal Ciambar yang sebelumnya dilaporkan hilang tanpa kabar oleh pihak keluarga selama empat hari berturut-turut.

1. Jasad korban pertama kali ditemukan oleh warga yang pulang memancing

Proses evakuasi penemuan jasad pemuda di Sukabumi (IDN Times/dok BPBD)

Jasad pemuda yang sehari-hari berprofesi sebagai teknisi ponsel dan perakit komputer ini pertama kali ditemukan oleh warga setempat bernama Dede (25). Saksi mata tersebut tidak sengaja melihat korban saat berjalan pulang setelah memancing.

Ketika ditemukan di aliran Sungai Cimunjul, posisi jasad korban dalam keadaan telungkup. Kondisi jenazah juga dilaporkan sudah mulai mengalami pembusukan karena diduga telah berada di dalam air selama beberapa hari.

2. Korban sempat kirim pesan share lock sebelum ponsel meninggal dunia

Proses evakuasi penemuan jasad pemuda di Sukabumi (IDN Times/dok BPBD)

Ayah korban, Heri, mengungkapkan bahwa anak sulungnya tersebut pergi meninggalkan rumah sejak Selasa (7/7/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Keluarga awalnya tidak menaruh curiga karena tidak ada permasalahan apa pun di dalam rumah.

"Pergi juga enggak ada yang tahu dari keluarga mah. Pas hari Selasa itu jam setengah sepuluhan malam saya WA, cuman dia ngasih share lock doang," ujar Heri saat memberikan keterangan, Minggu (12/7/2026).

Lokasi terakhir (share lock) yang dikirimkan korban berada di wilayah Desa Munjul, tepatnya di dekat Pusat Kesehatan Pembantu (Pustu). Namun, setelah mengirimkan lokasi tersebut, ponsel korban mendadak tidak aktif dan pihak keluarga kehilangan kontak sama sekali.

3. Ibu korban sempat rasakan gelagat tidak biasa sebelum pergi

Ilustrasi jenazah. (timlo.net)

Menurut Heri, korban dikenal sebagai pribadi yang pendiam dan jarang menginap di luar rumah. Kendati demikian, sang ibu sempat merasakan firasat dan gelagat yang tidak biasa dari korban pada pagi hari sebelum ia menghilang.

"Enggak ada mengeluh apa-apa, biasa saja. Cuman sama ibunya pagi hari itu dia sempat minta maaf," tutur Heri.

Cemas karena korban tidak kunjung pulang, keluarga sempat melakukan pencarian mandiri setiap hari hingga malam dengan menyebarkan informasi ke kerabat serta grup pesan singkat. Heri mengaku sangat terpukul saat mendapatkan kabar dari warga bahwa anaknya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.

4. Jenazah dievakuasi ke RS Sekarwangi untuk proses autopsi

Ilustrasi Jenazah, content://media/external/downloads/1000442014

Setelah menerima laporan dari warga, petugas gabungan yang terdiri dari Polsek Nagrak, Babinsa, P2BK, pihak Puskesmas, serta masyarakat setempat langsung bergerak ke lokasi kejadian.

Proses evakuasi jasad korban berhasil dilakukan pada sore hari sekitar pukul 17.30 WIB dengan menggunakan ambulans Desa Ciambar.

Untuk kepentingan penyelidikan dan mengetahui penyebab pasti kematian korban, jenazah Robi langsung dibawa ke Rumah Sakit (RS) Sekarwangi guna menjalani proses autopsi. Saat ini, kasus penemuan mayat tersebut masih ditangani oleh pihak kepolisian setempat.

Curated For You

Editorial Team

Related Article