Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pemkab Majalengka Bolehkan Sekolah Gelar Study Tour dengan Syarat
Inin Nastain IDN Times/ Pj Bupati Majalengka Dedi Supandi

Majalengka, IDN Times- Sekolah di Kabupaten Majalengka masih diperbolehkan melaksanakan study tour, meski ada syarat yang harus diperhatikan sekolah, sebelum memutuskan melaksanakan kegiatan rutin tahunan itu.

Pj Bupati Majalengka Dedi Supandi menjelaskan, terkait study tour ia akan mengikuti arahan dari Pemprov Jawa Barat. "Imbauan kami sejalan dengan Pemprov Jabar," kata Dedi.

1. Boleh study tour asal masih di wilayah Jabar

Bus rombongan study tour MIN 1 Pesisir Barat alami kecelakaan tunggal di Jalinbar, Semaka, Tanggamus. (Dok. Polres Tanggamus).

Dedi menjelaskan, sekolah masih diperbolehkan melaksanakan study tour dengan beberapa syarat. Daerah tujuan, menjadi syarat yang harus diperhatikan pihak sekolah ketika akan melaksanakan kegiatan itu. 

"Tidak ada study tour yang dilakukan ke luar daerah. Jadi jika melakukan study tour maka lakukanlah di daerah Jawa Barat," kata Dedi.

Disinggung ketika ada sekolah yang sudah menjalin kerja sama dengan perusahaan penyedia otobus, dengan tujuan luar Jabar, Dedi menjelaskan, yang bersangkutan harus memastikan keamanan. Pemeriksaan kendaraan adalah salah satu yang harus dilakukan. 

"Jika ada beberapa sekolah yang sudah melakukan MoU maka mengacu dan mematuhi aturan pak Gubernur yang sudah disampaikan kepada semua pemerintah dan sekolah," kata dia.

"Ada yang dibatalkan. Kalau (sudah ada) kontrak kerja, harus memenuhi prosedur. Di antaranya uji kelayakan kendaraan di Dishub," katanya.

2. Rata-rata sekolah sudah melakukan study tour

Interior Madiun Bus on Tour. Dishub Madiun Kota

Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah IX Jawa Barat Dewi Nurhulaela menjelaskan, sebagian besar sekolah sudah menggelar study tour. Namun, ada beberapa yang baru akan melaksanakannya. 

"Kalau data, kurang tahu, tapi rata-rata sudah melakukan sebelum lulus. Tapi ada beberapa sekolah yang baru akan melaksanakan," tuturnya.

Ia menjelaskan, dari pengalaman sebelumnya, jumlah sekolah yang melakukan study tour di wilayah Jabar dan luar, hampir seimbang.

Diakui Dewi, setelah keluar edaran dari Pemprov Jabar, tidak sedikit pihak sekolah yang mengubah daerah tujuan study tour. Beberapa di antaranya memutuskan untuk melakukan study tour ke Pangandaran.

"Jadi ada pengalihan tujuan. Tadinya mau ke luar Jawa Barat, jadi ke Pangandaran. Ada yang ke Bandung," ungkap dia.

3. Sekolah kecil banyak yang menggelar perpisahan di sekolah

Produser Musik Elektrik sekaligus DJ ternama asal Norwegia, Alan Walker tiba-tiba mengunjungi Sekolah Al Azhar Medan, Selasa (28/5/2024) pagi. (IDN Times/Arifin Al Alamudi)

Sementara itu, Dewi menjelaskan, tidak semua sekolah melaksanakan study tour. menurutnyq, kebiasaan study tour biasanya dilakukan oleh sekolah-sekolah dengan kategori besar. 

"Gak semua sekolah melakukan study tour. Sekolah-sekolah kecil gak melakukan study tour," kata dia.

Alih-alih menggelar study tour, Dewi menilai, kegiatan akhir tahun bagi siswa yang akan lulus alangkah baiknya dilaksanakan di dalam sekolah. Dengan demikian, mereka bisa menunjukkan keterampilan yang dimilikinya.

"Perpisahannya juga rata-rata meriah di sekolah, semua anak bisa tampil. Anak-anak semua terlibat dari penataan panggung, kesenian, dan potensi-potensi anak sekolah," kata dia.

"Terdapat banyak ekskul, nah itu dipakai sekolah untuk perpisahan. Orangtua juga bisa menyaksikan langsung keterampilan anak-anaknya," kata Dewi.

Curated For You

Editorial Team

Related Article