Bandung, IDN Times – Tekanan ekonomi tidak hanya mengubah pola belanja masyarakat, tetapi juga memengaruhi kualitas gizi keluarga. Ketika pendapatan tertekan dan biaya hidup meningkat, banyak rumah tangga memilih mengurangi konsumsi lauk bergizi dibandingkan mengurangi sumber karbohidrat. Temuan ini terungkap dalam diskusi Budget Boleh Minimal, Nutrisi Harus Tetap Optimal yang digelar Forum Ngobras bersama Frisian Flag Indonesia di Jakarta.
Kepala Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), I Dewa Gede Karma Wisana, mengatakan tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat saat ini dapat dilihat dari perubahan pola konsumsi rumah tangga. Berdasarkan data SUSENAS 2024-2025, kenaikan belanja nonmakanan mencapai 5,98 persen, lebih tinggi dibandingkan kenaikan belanja makanan yang hanya 3,16 persen.