Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

Ojol Sukabumi Desak Kapolri Mundur, Ancam Gelar Demo Besar-Besaran

IMG_6349.jpeg
Demo ojol di Sukabumi (IDN Times/Siti Fatimah)
Intinya sih...
  • Ancaman demo lebih besar jika tuntutan tak digubrisMassa ojol mengancam akan menggelar aksi yang lebih besar jika tuntutan mereka tidak diindahkan. Mereka juga berencana melakukan konsolidasi dengan komunitas di daerah sekitar.
  • Korban ojol jadi simbol solidaritasKorban dalam kericuhan di Jakarta menjadi simbol solidaritas bagi semua pengemudi ojol. Mereka merasa senasib sepenanggungan di jalanan dan siap mendukung teman-teman yang mengalami musibah.
  • Polisi klaim aksi berjalan kondusifKapolres Sukabumi Kota mengapresiasi massa aksi yang dinilai tertib dan kondusif. Pihak kepolisian disebut telah mengawal
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kota Sukabumi, IDN Times - Ratusan pengemudi ojek online (ojol) di Sukabumi menggelar aksi solidaritas menuntut Kapolri segera dicopot dari jabatannya. Mereka menilai Polri gagal melindungi warga sipil dan justru menjadi pihak yang melakukan kekerasan dalam insiden ricuh demo di Jakarta pada Kamis (28/8/2025) malam.

Koordinator Lapangan aksi, Asep Saepul Ramdani, menegaskan bahwa para pengemudi ojol kecewa terhadap kinerja Kapolri. Menurutnya, tak ada rekam jejak positif dari pucuk pimpinan Polri bagi para pengemudi ojol.

"Kami nilai Kapolri tidak ada track record positif buat kami, ojol. Kedua, usut tuntas pelaku yang menggilas teman kita hingga meninggal. Saya mohon dari pihak Polresta segera melayangkan surat kepada Mabes Polri bahwa Kapolri harus segera turun. Cuma itu yang kami minta," kata Asep, di lokasi demonstrasi, Gedung Polres Sukabumi Kota.

1. Ancam demo lebih besar jika tuntutan tak digubris

IMG_6356.jpeg
Demo ojol di Polres Sukabumi Kota (IDN Times/Siti Fatimah)

Massa ojol menegaskan bahwa aksi di Sukabumi baru langkah awal. Jika tuntutan tidak direspons, mereka mengancam akan menggelar aksi yang lebih besar. Aksi itu merupakan buntut insiden saat demo di Petamburan, Jakarta, yang menyebabkan salah satu rekan mereka asal Sukabumi, Moh Umar Amarudin, menjadi korban luka dan Affan Kurniawan tewas tergilas kendaraan rantis.

"Kalau tuntutan ini tidak diindahkan, kami ojol khususnya Sukabumi, Indonesia umumnya, akan besar-besaran melakukan demo," ujar Asep.

Para pengemudi ojol juga berencana melakukan konsolidasi dengan berbagai komunitas di daerah sekitar untuk memperluas gerakan.

"Nanti akan ada konsolidasi dengan komunitas-komunitas di Sukabumi Raya, Cianjur, Bandung, Bogor, dan sekitarnya," sambungnya.

2. Korban ojol jadi simbol solidaritas

IMG_6370.jpeg
Demo ojol di Polres Sukabumi Kota (IDN Times/Siti Fatimah)

Asep menambahkan bahwa korban dalam kericuhan bukan hanya milik daerah tertentu. Menurutnya, semua ojol merasa senasib sepenanggungan di jalanan.

"Korban asal Sukabumi dari Cikidang, informasinya patah tulang. Yang meninggal di Jakarta Barat, tapi bagi kami siapapun itu korban, kami satu aspal. Kami akan mendukung teman-teman yang mengalami musibah itu," katanya.

3. Polisi klaim aksi berjalan kondusif

IMG_6380.jpeg
Kapolres Sukabumi Kota AKBP Rita Suwadi (IDN Times/Siti Fatimah)

Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Rita Suwadi, mengapresiasi massa aksi yang dinilai tertib dan kondusif selama unjuk rasa berlangsung. Ia menyebut pihak kepolisian mengawal aksi dengan pendekatan humanis.

"Baru saja selesai pengamanan aksi solidaritas ojol. Kegiatan berlangsung dari jam 13.00 WIV sampai jam 15.00 WIB kurang lebih dua jam, alhamdulillah situasi bisa terjaga kondusif. Kami bersama rekan-rekan ojol sama-sama mendengarkan aspirasi, semuanya sudah ditampung," kata Rita.

4. Akan dilaporkan ke Polda Jabar

IMG_6352.jpeg
Demo ojol di Polres Sukabumi Kota (IDN Times/Siti Fatimah)

Lebih lanjut, Rita memastikan seluruh hasil pengamanan akan dilaporkan ke tingkat Polda Jawa Barat, termasuk tuntutan yang disampaikan massa.

"Semua kegiatan akan kami laporkan, mulai dari kekuatan, jumlah massa, hingga tuntutan yang disampaikan. Nanti saya akan laporkan kepada Kapolda Jawa Barat," tutupnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana
Follow Us