Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Motif Ayah Aniaya Anak di KBB Terungkap, Demi Ajak Mantan Rujuk
Ilustrasi penganiayaan anak - Popmama.com/Shania Tabina Anandanoe
  • Polisi mengungkap Dayat alias Pepi diduga menganiaya anak kandungnya yang berusia 5 tahun untuk menarik simpati mantan istrinya, Rika, agar mau rujuk.
  • Pelaku yang telah bercerai dengan ibu korban juga disebut berulang kali menganiaya anaknya karena kesal korban membandingkan perlakuannya dengan saat diasuh ibunya.
  • Polres Cimahi, Pemkab Bandung Barat, dan Dinsos memberikan trauma healing berkala; korban menunjukkan tanda trauma, sehingga asesmen serta pendampingan psikososial lanjutan dijadwalkan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sabtu (1/8/2026)

Polisi mengungkap bahwa Dayat alias Pepi diduga menganiaya anaknya untuk memperoleh simpati mantan istrinya dan mengajaknya rujuk. Rekaman penganiayaan disebut sengaja dikirim kepada ibu korban.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Seorang ayah kandung diduga berulang kali menganiaya anaknya yang berusia 5 tahun. Polisi menyatakan tindakan itu direkam untuk dikirim kepada ibu korban.
  • Who?
    Dayat alias Pepi, 28 tahun, diduga menganiaya anaknya. Ibu korban bernama Rika, 23 tahun. Unit PPA Polres Cimahi dan Dinsos Kabupaten Bandung Barat mendampingi korban.
  • Where?
    Peristiwa penganiayaan terjadi di Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Petugas mendatangi korban di Kampung Gintung, Desa Cibenda, Cipongkor.
  • When?
    Keterangan Kapolres Cimahi mengenai hasil penyidikan disampaikan pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Jadwal pasti penganiayaan per saat ini masih belum diketahui.
  • Why?
    Polisi menyebut Dayat diduga ingin memperoleh simpati Rika agar mantan istrinya bersedia rujuk. Ia juga diduga kesal karena korban membandingkan perlakuannya dengan perlakuan sang ibu.
  • How?
    Dayat diduga sengaja melakukan penganiayaan dan merekamnya untuk dikirim kepada ibu korban. Polisi dan petugas pemerintah daerah melakukan trauma healing berkala serta asesmen psikososial terhadap korban.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Seorang ayah bernama Dayat diduga menyakiti anaknya yang berumur 5 tahun. Polisi bilang ia melakukan itu agar mantan istrinya, Rika, mau kembali dengannya. Dayat juga kesal karena anaknya membandingkan dirinya dengan ibunya. Sekarang polisi dan petugas sosial datang membantu anak itu supaya tidak terlalu takut dan bisa pulih.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Respons cepat kepolisian, dinas sosial, dan petugas pemerintah daerah menunjukkan adanya perhatian terkoordinasi terhadap pemulihan korban. Pendampingan trauma healing yang dijadwalkan berkala, disertai asesmen lanjutan untuk menyesuaikan kebutuhan psikososial, memberi ruang bagi penanganan yang lebih tepat. Kondisi anak yang disebut mulai membaik juga menjadi tanda awal yang menguatkan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Motif ayah kandung menganiaya anaknya di Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB), diungkapkan oleh pihak kepolisian. Berdasarkan hasil penyidikan, pelaku melakukan aksi keji ini untuk mendapatkan perhatian dari mantan istrinya.

"Melakukan penganiayaan tersebut untuk mendapatkan simpati atau empati dari ibu korban," kata Kapolres Cimahi, AKBP Moh.Faruk Rozi di Kampung Gintung, Desa Cibenda, Cipongkor, Bandung Barat, dikutip Sabtu (1/8/2026).

Faruk mengungkapkan, terduga pelaku bernama Dayat alias Pepi (28 tahun) telah bercerai dengan ibu korban bernama Rika (23 tahun). Namun, Dayat diduga masih ada keinginan untuk kembali rujuk dengan Rika.

"Perbuatan itu dilakukan secara sengaja untuk rekamannya akan dikirim ke ibu korban. Supaya ibu korban itu mau rujuk kembali," ungkapnya.

1. Kesal karena suka dibanding-bandingkan

ilustrasi penganiayaan perempuan (IDN Times/Sukma Shakti)

Lebih lanjut, Dayat disebut telah berulangkali melakukan penganiayaan terhadap anaknya. Selain motif ingin menarik perhatian Rika, Dayat disebut kerap kali kesal karena korban sering membandingkan perlakuan dari kedua orang tuanya.

"Kemudian dari hasil pendalaman kami juga memperoleh motif yang lain, yaitu pelaku yang merupakan ayah kandungnya sendiri itu merasa kesal terhadap korban, karena sering dibanding-bandingkan perlakuannya ketika korban berada di bawah asuhan ibunya, dibandingkan dengan perlakuan pelaku terhadap korban," katanya.

2. Trauma healing diberikan kepada korban

ilustrasi penganiayaan (IDN Times/Esti Suryani)

Unit PPA Polres Cimahi bersama petugas dari dinas Pemkab Bandung Barat pun sudah diterjunkan langsung ke lokasi untuk melakukan trauma healing kepada korban.

"Tim trauma healing telah berkunjung kepada korban yang merupakan anak usia lima tahun, jadi gabungan termasuk dari kami Polres Cimahi," kata Faruk.

Faruk mengungkapkan, layanan trauma healing akan dilakukan secara berkala hingga korban benar-benar pulih. Dia pun telah melihat langsung kondisi korban di rumahnya.

3. Bekas penganiayaan terlihat secara jelas

Ilustrasi penganiayaan. (IDN Times/Nathan Manaloe)

Sementara itu petugas dari Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bandung Barat (KBB), Amalia Kurnia Sari mengonfirmasi adanya tanda-tanda trauma yang terlihat pada bocah yang mengalami penganiayaan.

Petugas gabungan akan melakukan penjadwalan berkala untuk pendampingan trauma healing terhadap korban.

"Tanda-tandanya memang sudah ada, tapi harus di-assesment lebih lanjut, supaya penanganan lebih tepat. Memang kondisinya sudah membaik, tapi perlu assessment lebih lanjut untuk pendampingan psikososialnya lebih mendalam, kita lakukan penjadwalan lanjutan agar pendampingan optimal," kata dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article