Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Long Weekend Picu Kemacetan di Exit Tol Parungkuda, Antrean Mengular

Long Weekend Picu Kemacetan di Exit Tol Parungkuda, Antrean Mengular
Kemacetan mengular di GT Parungkuda Tol Bocimi (IDN Times/Siti Fatimah)
Intinya Sih
  • Arus kendaraan di Exit Tol Parungkuda padat sejak pagi akibat lonjakan volume saat libur panjang, dengan antrean dari arah Jakarta mengular hingga Kilometer 72.
  • Pemudik dan warga lokal mengeluhkan waktu tempuh yang membengkak hingga lebih dari satu jam, sementara petugas terus mengatur arus agar tetap bergerak meski tersendat.
  • Kepolisian mencatat 6.825 kendaraan masuk ke Sukabumi, lima kali lipat dari hari biasa; penyempitan jalur dan aktivitas warga sekitar menjadi penyebab utama kemacetan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Sukabumi, IDN Times - Arus kendaraan di Exit Tol Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, mengalami kepadatan signifikan saat libur panjang akhir pekan. Antrean kendaraan dari arah Jakarta menuju Sukabumi bahkan mengular panjang sejak pagi hari, Jumat (3/4/2026).

Petugas Patroli Bocimi, Maulana Farjal, mengatakan peningkatan volume kendaraan mulai terjadi sekitar pukul 07.00 WIB. Bahkan, antrean sempat memanjang hingga Kilometer 72 di dalam ruas tol.

“Iya betul, peningkatan volume kendaraan itu kurang lebih dimulai dari pukul 07.00 sampai 07.30 pagi. Berhubung sekarang weekend juga, Jumat-Sabtu-Minggu, maka volume kendaraan cukup tinggi. Antrean dari arah Jakarta menuju Sukabumi lumayan padat,” ujar Maulana.

“Kita sudah berupaya mengatur arus lalu lintas, baik yang masuk maupun keluar tol agar tetap kondusif. Untuk antrean yang sempat sampai Kilometer 72, mudah-mudahan makin siang bisa terurai,” sambungnya.

1. Pengendara keluhkan waktu tempuh ke Sukabumi

IMG_2166.jpeg
Kemacetan mengular di GT Parungkuda Tol Bocimi (IDN Times/Siti Fatimah)

Kepadatan ini dikeluhkan sejumlah pengguna jalan. Azis, salah satu pemudik, mengaku harus menghabiskan waktu hingga satu setengah jam untuk keluar dari tol.

“Masuk gerbang tol mau keluar ke Parungkuda ini kurang lebih terjebak satu jam setengah. Sengaja diundur berangkatnya, ternyata sekarang padat juga,” ungkapnya.

Sementara itu, Tuti, warga Jakarta yang hendak menghadiri acara di Sukabumi, menyebut antrean mencapai lebih dari satu jam.

“Saya berharap segera ada solusi terkait jalur Jakarta-Sukabumi. Kalau libur panjang selalu begini,” ujarnya.

2. Antrean ganggu aktivitas warga lokal

IMG_2168.jpeg
Kemacetan mengular di GT Parungkuda Tol Bocimi (IDN Times/Siti Fatimah)

Tak hanya pemudik dan wisatawan, kemacetan juga berdampak pada warga lokal. Yana, sopir angkot, mengaku waktu operasionalnya terganggu akibat antrean panjang.

“Dua jam lebih dari arah Cicurug. Biasanya libur biasa nggak sepadat ini,” katanya.

Hingga siang hari, petugas kepolisian dan patroli tol masih melakukan pengaturan lalu lintas untuk memastikan arus kendaraan tetap bergerak meski tersendat. Pengendara diimbau tetap bersabar serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima.

3. Polisi ungkap penyebab kemacetan

IMG_2170.jpeg
Kemacetan mengular di GT Parungkuda Tol Bocimi (IDN Times/Siti Fatimah)

Berdasarkan data kepolisian hingga pukul 13.00 WIB, sebanyak 6.825 kendaraan tercatat masuk ke wilayah Sukabumi melalui Gerbang Tol Parungkuda. Jumlah tersebut melonjak tajam hingga lima kali lipat dibandingkan hari normal yang rata-rata hanya sekitar 1.350 kendaraan.

Kanit Turjawali Satlantas Polres Sukabumi, Iptu M. Yanuar Fajar, menjelaskan kepadatan tak hanya dipicu tingginya volume kendaraan. Penyempitan jalur dari tiga lajur di dalam tol menjadi satu lajur di jalan arteri menjadi faktor utama terjadinya antrean.

“Dari dalam tol itu tiga lajur, lalu menyempit jadi satu lajur saat keluar. Di situ terjadi bottleneck yang cukup parah,” ujar Yanuar.

Selain itu, hambatan di sepanjang jalur nasional turut memperburuk kondisi lalu lintas. Aktivitas masyarakat seperti pasar tumpah, rumah sakit, sekolah, hingga jam pulang karyawan pabrik di sepanjang Parungkuda-Cibadak ikut memicu perlambatan arus kendaraan.

Untuk mengurai kepadatan, Satlantas Polres Sukabumi menempatkan personel di sejumlah titik rawan kemacetan. Pengaturan lalu lintas dilakukan secara manual hingga rekayasa arus diterapkan agar kendaraan tetap bisa bergerak meski perlahan.

Share
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More