Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ketika Dukungan Usaha Berlanjut hingga Pendidikan Anak
Ketika Dukungan Usaha Berlanjut hingga Pendidikan Anak (Dok. PNM)
  • Sulastri, perajin bambu di Dlingo, Bantul, mendapat pembiayaan dan pendampingan PNM Mekaar sejak 2021 untuk mengembangkan usaha penopang ekonomi keluarganya.
  • PNM memperbaiki fasilitas SMP Taman Dewasa 2 Dlingo, tempat anak Sulastri bersekolah, guna menciptakan lingkungan belajar yang lebih layak.
  • PNM menempatkan pendidikan anak sebagai bagian pemberdayaan keluarga prasejahtera, melengkapi dukungan usaha agar keluarga memiliki peluang membangun masa depan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Pendampingan terhadap pelaku usaha ultra mikro tak selalu berhenti pada pemberian modal dan pengembangan usaha. Bagi sebagian keluarga, keberlanjutan usaha juga berkaitan erat dengan harapan untuk memberikan kehidupan dan pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak mereka.

Hal itulah yang dialami Sulastri, seorang perajin bambu di Dlingo, Bantul, Yogyakarta. Sejak menjadi nasabah PNM Mekaar pada 2021, ia mendapat akses pembiayaan dan pendampingan untuk membantu mengembangkan usaha yang menjadi salah satu penopang ekonomi keluarganya.

Namun, di tengah upayanya menjaga usaha tetap berjalan, Sulastri juga memiliki perhatian besar terhadap pendidikan anaknya. Sang anak bersekolah di SMP Taman Dewasa 2 Dlingo, Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, yang menjadi salah satu pilihan pendidikan terjangkau dari tempat tinggal mereka.

Kondisi sejumlah fasilitas sekolah yang membutuhkan perbaikan kemudian menjadi perhatian. Kemudian, PNM memberikan bantuan pendidikan berupa perbaikan fasilitas agar lingkungan belajar anak-anak di sekolah tersebut menjadi lebih layak.

1. Pendampingan nasabah tak hanya berfokus pada usaha

Ilustrasi pendidikan formal (freepik.com)

Direktur Operasional dan Hubungan Kelembagaan PNM, Lalu Dodot Patria Ary, mengatakan bahwa perjalanan Sulastri menggambarkan adanya harapan yang lebih besar di balik perjuangan seorang nasabah dalam menjalankan usaha.

“Kami melihat perjuangan Ibu Sulastri bukan hanya tentang bagaimana beliau menjalankan usaha, tetapi juga bagaimana seorang ibu berusaha memastikan anaknya tetap mendapatkan pendidikan yang layak. Karena itu, ketika PNM mendampingi nasabah, perhatian tidak berhenti pada usahanya. Kami ingin ikut menjaga lingkungan tempat keluarga mereka tumbuh dan anak-anak mereka belajar," kata Dodot, dalam siaran pers yang diterima IDN Times, Jumat (28/8/2026).

Menurut Dodot, pemberdayaan keluarga prasejahtera perlu dilihat secara lebih luas. Ketika seorang ibu berupaya mengembangkan usaha, perjuangan tersebut tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga membuka kesempatan yang lebih baik bagi masa depan keluarganya.

2. Pendidikan menjadi bagian dari harapan keluarga nasabah

ilustrasi pria yang fokus pada pendidikan (unsplash.com/RU Recovery Ministries)

PNM menilai pendidikan menjadi salah satu bagian penting dalam membangun kesejahteraan keluarga dalam jangka panjang. Pertumbuhan usaha diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas, termasuk menciptakan ruang bagi anak-anak untuk terus belajar dan mempersiapkan masa depan.

“Usahanya kita bantu tumbuh, keluarganya kita perhatikan, dan masa depan anak-anaknya juga harus memiliki ruang untuk tumbuh. Mungkin bantuan ini sederhana, tetapi kami berharap dapat memberikan rasa bahwa perjuangan mereka tidak berjalan sendirian,” ujar Dodot.

Bagi Sulastri, bantuan tersebut menjadi bentuk dukungan yang memiliki arti tersendiri. Perbaikan lingkungan belajar memberi harapan agar anaknya dapat terus menempuh pendidikan dan memiliki kesempatan untuk mengejar cita-cita.

3. Bantuan sekolah memberi dukungan bagi masa depan anak

Ilustrasi pendidikan di Surabaya. (Dok. Diskominfo Kota Surabaya)

Sulastri mengatakan, "saya bersyukur anak saya bisa tetap sekolah. Bantuan ini membuat saya merasa ada yang ikut memperhatikan perjuangan kami. Saya ingin anak saya terus belajar dan punya kesempatan untuk meraih cita-citanya di tempat yang baik."

Kisah Sulastri menunjukkan bahwa dampak pemberdayaan tidak hanya dapat dilihat dari tambahan modal atau perkembangan usaha. Ada pula dampak yang dirasakan dalam kehidupan keluarga, mulai dari keyakinan seorang ibu untuk terus berusaha hingga kesempatan bagi anak-anak untuk belajar dalam lingkungan yang lebih layak.

Bagi PNM, pendampingan terhadap nasabah menjadi bagian dari upaya yang lebih luas untuk mendukung tumbuhnya keluarga. Dari usaha yang terus dikembangkan, perhatian terhadap keluarga, hingga dukungan bagi pendidikan anak, harapannya semakin banyak keluarga prasejahtera memiliki ruang untuk membangun masa depan yang lebih baik.

Curated For You

Editorial Team

Related Article