Bandung, IDN Times – Perkembangan kecerdasan buatan (AI) tak hanya membawa manfaat bagi produktivitas masyarakat, tetapi juga memunculkan ancaman baru berupa penipuan digital dan penyebaran informasi palsu. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mencatat kerugian akibat penipuan digital di Indonesia diperkirakan mencapai Rp7,5 triliun.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan digelarnya program literasi digital "Cek Sebelum Cekcok" yang diikuti sekitar 150 warga Kota Bekasi. Kegiatan yang diinisiasi Universitas Paramadina bersama platform investasi aset kripto PINTU itu mengangkat isu hoaks, deepfake, hingga ancaman siber berbasis AI.
