KDKMP Bikin Warga Dayeuhkolot Mudah Beli Token hingga Beras. IDN Times/Debbie Sutrisno
Bima mengatakan, pemerintah masih akan mengevaluasi kebutuhan setiap KDKMP berdasarkan masukan warga. Sejumlah warga, kata dia, telah menyampaikan kebutuhan tambahan, mulai dari kuota gas hingga ketersediaan obat-obatan.
"Seperti tadi di beberapa titik ada yang mengusulkan, 'Pak Wamen, kurang gasnya, Pak Wamen, obatnya ditambah'. Nanti pasti kita akan evaluasi untuk kembali memperbaiki untuk suplainya," ujarnya.
Kemendagri akan erus mengevaluasi terhadap operasional KDKMP. Ia menyebut peninjauan telah dilakukan di 107 titik untuk melihat langsung kolaborasi antara pemerintah desa, pengelola koperasi, dan BUMN dalam memastikan pasokan kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, mengenai wacana penyaluran gaji ASN melalui KDKMP, Bima menegaskan hal tersebut masih berupa opsi dan bukan kebijakan yang wajib diterapkan bagi seluruh ASN.
"Menyalurkan gaji ASN lewat gerai koperasi itu adalah salah satu opsi saja. Jadi, ke depannya dimungkinkan, bisa saja, tetapi bukan berarti seluruhnya kemudian menyalurkan lewat KDKMP," katanya.
Sementara itu, Direktur Retail dan Niaga PLN Fahrur Rozy mengatakan masyarakat kini dapat membeli token listrik melalui KDKMP. PLN berharap layanan tersebut dapat diperluas sehingga KDKMP di berbagai daerah tidak hanya menjadi tempat mendapatkan kebutuhan pokok, tetapi juga memberikan kemudahan dalam layanan kelistrikan.
"Jadi warga yang ingin beli listrik token bisa di KDKMP. Kami mendukung pemerintah dan harapannya seluruh KDKMP ini bisa untuk membayar token atau rekening listrik," kata Fahrur.