Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kasus Korban Begal Kenzi Jadi Alarm, Farhan Minta Siskamling Aktif Lagi
Ilustrasi begal. (IDN Times/Mardya Shakti)

Kasus pembegalan yang menimpa Kenzi di kawasan Arcamanik menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Bandung. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memastikan penanganan korban terus dikawal hingga tuntas, sembari menjadikan peristiwa tersebut sebagai momentum untuk memperkuat kembali sistem keamanan lingkungan atau siskamling di tingkat warga.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times – Kasus pembegalan yang menimpa Kenzi di kawasan Arcamanik menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Bandung. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memastikan penanganan korban terus dikawal hingga tuntas, sembari menjadikan peristiwa tersebut sebagai momentum untuk memperkuat kembali sistem keamanan lingkungan atau siskamling di tingkat warga.

Farhan mengatakan, proses hukum terhadap pelaku masih berjalan dan kini ditangani oleh Resmob Satreskrim Polrestabes Bandung. Di sisi lain, pemerintah memprioritaskan pemulihan kondisi Kenzi yang masih menjalani serangkaian operasi akibat luka berat yang dialaminya.

"Kami akan memastikan penanganan Kenzi yang memasuki fase kedua pengoperasian berjalan dengan baik dan memberikan manfaat serta kesehatan yang paripurna," kata Farhan di Balaikota, Senin(27/7/2026).

1. Kenzi masih menjalani operasi lanjutan

Suasana IGD RSHS Bandung (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Farhan mengaku telah berkomunikasi langsung dengan jajaran Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) yang menangani Kenzi untuk memastikan seluruh tahapan pengobatan berjalan sesuai kebutuhan medis. Ia juga menyebut dukungan dari masyarakat mulai berdatangan untuk membantu proses pemulihan korban.

Kenzi merupakan korban pembegalan di kawasan Arcamanik pada 4 Juli 2026. Dalam kejadian tersebut, salah satu jarinya putus sehingga harus menjalani beberapa tindakan operasi. Setelah menjalani operasi pertama, korban kini masih dirawat dan akan menjalani operasi lanjutan.

Menurut Farhan, perhatian pemerintah tidak berhenti pada proses hukum terhadap pelaku. Pemulihan fisik dan psikologis korban juga menjadi bagian penting yang harus dikawal hingga benar-benar pulih.

2. Siskamling diminta kembali aktif

ilustrasi pos ronda dan kopi (www.bapak2.id)

Kasus yang menimpa Kenzi, menurut Farhan, menunjukkan bahwa keamanan lingkungan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, ia meminta kegiatan siskamling kembali dijalankan secara aktif di setiap wilayah.

Farhan menegaskan siskamling bukan berarti pemerintah menyerahkan tanggung jawab keamanan kepada warga. Sebaliknya, sistem tersebut menjadi ruang kolaborasi antara masyarakat, Linmas, kepolisian, TNI, lurah, dan pengurus RW untuk melakukan deteksi serta pencegahan dini terhadap potensi tindak kriminal.

Ia juga mengingatkan pentingnya komunikasi dalam keluarga, terutama ketika anak-anak atau anggota keluarga beraktivitas di luar rumah. Menurutnya, langkah sederhana seperti saling memberi kabar dapat membantu mempercepat respons apabila terjadi situasi darurat.

Selain itu, Farhan meminta masyarakat memanfaatkan layanan darurat nasional yang tersedia, mulai dari nomor 110 untuk kepolisian, 112 untuk layanan pengaduan, 113 untuk kebakaran, hingga 119 untuk layanan ambulans.

Farhan menilai kasus Kenzi menjadi pengingat bahwa penanganan kriminalitas tidak hanya bergantung pada keberhasilan menangkap pelaku. Kota yang aman juga dibangun melalui kewaspadaan warga, lingkungan yang saling menjaga, serta respons cepat aparat ketika menerima laporan masyarakat.

3. Dukung Sayembara Rp50 Juta, tetapi warga jangan main hakim sendiri

Wali Kota Bandung M Farhan (Dok. Humas Pemkot Bandung)

Menanggapi kebijakan Gubernur Jawa Barat yang menawarkan hadiah Rp50 juta bagi masyarakat yang membantu menangkap pelaku begal, Farhan menyatakan mendukung langkah tersebut sebagai upaya mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan.

Meski demikian, ia mengingatkan warga agar tidak melakukan aksi main hakim sendiri. Penegakan hukum, menurutnya, harus tetap dilakukan melalui mekanisme yang berlaku agar proses penyidikan berjalan sesuai aturan.

"Saya ikut kebijakan gubernur. Tapi, jangan main hakim sendiri," ujarnya.

Farhan menilai kasus yang menimpa Kenzi menjadi pengingat bahwa penanganan kriminalitas tidak berhenti pada upaya menangkap pelaku. Pemulihan korban, kehadiran negara dalam memberikan pendampingan, serta keterlibatan masyarakat melalui siskamling harus berjalan beriringan agar rasa aman warga Bandung benar-benar dapat dipulihkan.

Menurutnya, keamanan kota bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, melainkan juga lahir dari lingkungan yang saling peduli dan aktif mencegah potensi kejahatan sejak dini.

Curated For You

Editorial Team

Related Article