Bandung, IDN Times - Penerapan mandatori biodiesel B50 dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Namun, implementasinya disebut perlu dibarengi dengan tata kelola yang mampu mengakomodasi aspek ekonomi, sosial, hingga lingkungan agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Pandangan tersebut mengemuka dalam Strategic Discussion bertajuk "B50 dan Tata Kelola Biodiesel Indonesia: Menemukan Titik Temu antara Energi, Ekonomi, Sosial, dan Ekologi" yang diselenggarakan Katadata Green bersama Traction Energy Asia.
Forum ini mempertemukan unsur pemerintah, akademisi, pelaku industri, organisasi masyarakat sipil, dan media untuk membahas tantangan sekaligus peluang dalam memperkuat tata kelola program biodiesel sebagai bagian dari transisi energi Indonesia.
Sejumlah narasumber menilai keberhasilan implementasi B50 tidak hanya ditentukan oleh target bauran biodiesel, tetapi juga oleh kebijakan, kelembagaan, dan sistem pendukung yang mampu menjamin keberlanjutan program dalam jangka panjang.
