Bandung, IDN Times - Kawasan Bandung Raya saat ini masih dihantui dengan penumpukan sampah. Musababnya, tempat pembuangan akhir (TPA) di Sarimukti, Bandung Barat, dipastikan belum bisa menampung sampah secara optimal. Alhasil penumpukan sampah diprediksi akan terjadi di sejumlah TPS Bandung Raya.
Merespons situasi ini, ikatan alumni (IKA) dari empat kampus di Bandung, yaitu ITB, Unpad, Unpar, dan Itenas sepakat untuk membantu pemerintah kabupatan/kota di kawasan Bandung Raya dalam mengurangi buangan sampah ke TPS.
Ketua IA ITENAS Panca Saktiadi yang merupakan inisiator dari program penanganan sampah di tingkat perumahan menjelaskan, sampah organik perumahan sebetulnya dapat diselesaikan dirumah. Caranya bisa dengan menyiapkan proses pengomposan yang sangat sederhana.
Sampah-sampah organik sisa dapur dimasukan ke dalam paralon dicampurkan dengan air kelapa atau sisa cucian beras, setelah itu ditambahkan dengan gula merah.
"Campuran-campuran tadi akan menghancurkan sampah sisa dapur tanpa mengeluarkan bau busuk sama sekali, malah menghasilkan kompos untuk tanaman di sekitarnya," kata dia melalui siaran pers Rabu (25/10/2023).
