Logo Kadin Indonesia (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)
Bagi Herwin, ukuran keberhasilan Kadin tidak cukup dilihat dari banyaknya program atau kegiatan yang dijalankan. Ia menilai organisasi pengusaha harus mampu menunjukkan dampak yang nyata terhadap perkembangan usaha para anggotanya.
"Target akhirnya jelas. Kadin jangan hanya aktif secara organisasi, tetapi harus aktif secara ekonomi. Ukurannya adalah seberapa banyak anggota yang mendapat peningkatan akses pasar, jaringan, dan peluang bisnis nyata," katanya.
Menurut Herwin, sinergi dengan Pemerintah Kota Bandung juga menjadi faktor penting dalam menciptakan kebijakan yang mendukung iklim usaha. Ia berharap kolaborasi tersebut dapat menghasilkan program-program yang tidak hanya menguntungkan dunia usaha, tetapi juga berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menjelang Mukota IX yang dijadwalkan berlangsung pada 7 Oktober 2026, Herwin mengaku memandang persaingan antarcalon sebagai bagian dari proses demokrasi yang sehat. Ia menegaskan bahwa seluruh kandidat memiliki tujuan yang sama, yakni memajukan dunia usaha di Kota Bandung.
"Saya tidak melihat kandidat lain sebagai lawan, melainkan sesama insan dunia usaha yang punya niat baik membangun Bandung. Yang terpenting persaingan tetap sehat dan bermartabat," ungkapnya.
Herwin berharap seluruh elemen Kadin Kota Bandung dapat kembali bersatu setelah proses pemilihan selesai. Menurutnya, tantangan yang sesungguhnya justru berada setelah Mukota, mulai dari penciptaan lapangan kerja, peningkatan investasi, hingga memperkuat daya saing ekonomi Kota Bandung di tengah persaingan yang semakin ketat.