Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Harga Daging Sapi di Jabar Rp145 Ribu per Kilogram, Stok Lokal Menipis
Ilustrasi daging sapi. IDN Times/Daruwaskita
  • Harga daging sapi di Jawa Barat pada 12 Agustus 2026 rata-rata Rp145.888 per kilogram, 4,21 persen di atas HAP Rp140.000, namun turun tipis 0,1 persen dari pekan sebelumnya.
  • DKPP Jabar menilai deviasi harga masih aman karena di bawah 10 persen, sambil memperketat pemantauan pasokan, pengawasan distribusi, koordinasi, dan Gerakan Pangan Murah.
  • Stok akhir daging sapi 2026 diproyeksikan surplus 7.835 ton, tetapi relatif tipis dan bergantung pada 91.662 ton pasokan dari impor, Bali, serta NTB.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
12 Agustus 2026

Rata-rata harga daging sapi konsumen di Jawa Barat mencapai Rp145.888 per kilogram, 4,21 persen di atas HAP. Data dihimpun dari 37 pasar pemantauan di 27 kabupaten/kota.

Sabtu

DKPP Jabar menyatakan harga masih relatif terkendali dan akan memperketat pemantauan harga serta pasokan. Pemerintah juga menyiapkan pengawasan distribusi, koordinasi, dan Gerakan Pangan Murah.

akhir 2026

Stok akhir daging sapi Jawa Barat diproyeksikan surplus 7.835 ton, tetapi dinilai relatif tipis. Pasokan dari luar Jawa Barat diproyeksikan mencapai 91.662 ton.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Rata-rata harga daging sapi konsumen di Jawa Barat mencapai Rp145.888 per kilogram, melampaui Harga Acuan Penjualan Rp140.000 per kilogram, sementara stok lokal dinilai relatif tipis.
  • Who?
    DKPP Jawa Barat, dipimpin Kepala DKPP Linda Al Amin, memantau harga dan pasokan daging sapi bersama pelaku usaha serta pemerintah daerah.
  • Where?
    Pemantauan dilakukan di 37 pasar pada 27 kabupaten/kota di Jawa Barat. Pasokan tambahan direncanakan berasal dari luar negeri, Bali, dan Nusa Tenggara Barat.
  • When?
    Data harga dihimpun pada 12 Agustus 2026 dan disampaikan Linda Al Amin pada 14 Agustus 2026. Proyeksi stok akhir berlaku hingga akhir 2026.
  • Why?
    Pasokan lokal belum sepenuhnya menopang kebutuhan daging sapi Jawa Barat yang meningkat, sehingga provinsi memproyeksikan pasokan masuk dari luar Jawa Barat sebesar 91.662 ton.
  • How?
    DKPP akan memperketat pemantauan harga dan pasokan, mengawasi rantai produsen hingga konsumen, memperkuat koordinasi, menjaga distribusi, serta menggelar Gerakan Pangan Murah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Harga daging sapi di Jawa Barat jadi sekitar Rp145 ribu untuk satu kilo. Harga ini sedikit lebih mahal dari harga acuan, tapi masih aman kata Bu Linda dari DKPP. Stok sapi dari Jawa Barat tidak banyak. Jadi, daging juga datang dari luar negeri, Bali, dan NTB. Pemerintah akan terus melihat harga dan stoknya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Harga daging sapi di Jawa Barat menunjukkan stabilitas yang masih terjaga, dengan kenaikan berada dalam batas aman dan bahkan sedikit menurun dibandingkan pekan sebelumnya. Pemantauan di banyak pasar, pengawasan distribusi, koordinasi dengan pelaku usaha, serta Gerakan Pangan Murah mencerminkan langkah aktif pemerintah daerah dalam menjaga keterjangkauan bagi masyarakat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jawa Barat mencatat, rata-rata harga daging sapi di tingkat konsumen pada 12 Agustus 2026 mencapai Rp145.888 per kilogram. Angka tersebut berada Rp5.888 per kilogram atau 4,21 persen di atas Harga Acuan Penjualan (HAP) yang ditetapkan sebesar Rp140.000 per kilogram.

Kepala DKPP Jabar, Linda Al Amin mengatakan, kondisi harga saat ini masih relatif terkendali. Bahkan dibandingkan pekan sebelumnya, harga daging sapi tercatat turun tipis sebesar 0,1 persen.

"Berdasarkan panel harga pangan yang dikumpulkan oleh enumerator pada tingkat konsumen di 37 pasar pemantauan yang tersebar di 27 kabupaten/kota di Jawa Barat pada 12 Agustus 2026, rata-rata harga daging sapi tercatat sebesar Rp145.888/kg," kata Linda, Sabtu (14/8/2026).

1. Berdasarkan indikator, stabilitas pangan harga daging dalam kategori aman

ilustrasi daging sapi (pexels.com/Lukas)

Menurutnya, selisih harga yang terjadi masih berada dalam batas aman berdasarkan indikator stabilitas pangan nasional. Dia menilai angka tersebut masih dapat dijangkau oleh masyarakat Jabar.

"Berdasarkan indikator stabilitas harga, deviasi kurang dari 10 persen dikategorikan aman," ucapnya.

Meski demikian, Pemprov Jawa Barat tidak ingin mengambil risiko dari kenaikan harga tersebut. DKPP juga akan memperketat pemantauan harga dan pasokan, guna mencegah kenaikan yang berpotensi memicu inflasi pangan.

2. Stok dalam kondisi rendah

Penjualan daging sapi di Pasar Kosambi Bandung, IDN Times/Debbie Sutrisno

Selain itu, DKPP Jabar juga akan melakukan pengawasan harga secara berkala dari tingkat produsen hingga konsumen, guna menjaga kelancaran distribusi, memperkuat koordinasi dengan pelaku usaha dan pemerintah daerah, serta menggelar Gerakan Pangan Murah.

Di tengah stabilitas harga tersebut, persoalan pasokan masih menjadi tantangan. Berdasarkan Neraca Pangan Provinsi Jawa Barat, stok akhir daging sapi hingga akhir 2026 diproyeksikan surplus sebesar 7.835 ton. Namun angka itu dinilai relatif tipis untuk menopang kebutuhan masyarakat Jawa Barat yang terus meningkat.

"Stok akhir komoditas daging sapi sebesar 7.835 ton. Stok akhir tersebut berada di posisi yang relatif rendah dengan memproyeksikan pasokan masuk dari luar Jawa Barat sebanyak 91.662 ton," ungkapnya.

3. Jabar masih bergantung pada sapi dari luar provinsi

Penjualan daging sapi di Pasar Kosambi Bandung, IDN Times/Debbie Sutrisno

Linda menambahkan, pasokan tambahan tersebut berasal dari impor luar negeri, serta daerah sentra peternakan seperti Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Kondisi ini menunjukkan bahwa meski harga daging sapi di Jawa Barat masih terkendali, ketahanan pasokan belum sepenuhnya ditopang oleh produksi lokal.

Ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah diakuinya, masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan dalam jangka panjang.

Curated For You

Editorial Team

Related Article