Penjualan ayam, telur, daging, hingga sayuran di Pasar Tradisional Cihapit, Kota Bandung. IDN Times/Debbie Sutrisno
Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) di Jawa Barat pada Mei 2026 tetap terkendali. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat, inflasi tercatat sebesar 0,24 persen secara bulanan atau month-to-month (mtm). Sementara secara tahunan, inflasi Jawa Barat mencapai 3,07 persen year-on-year (yoy).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Junanto Herdiawan mengatakan, capaian inflasi tahunan di Jawa Barat masih sedikit lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang berada di angka 3,08 persen (yoy).
Secara bulanan, inflasi di Jawa Barat dipengaruhi kenaikan harga sejumlah komoditas pangan dan energi. Komoditas dengan andil inflasi tertinggi yakni cabai merah sebesar 0,06 persen dan bawang merah 0,05 persen. Selain itu, minyak goreng menyumbang inflasi sebesar 0,04 persen, bahan bakar rumah tangga 0,03 persen, dan bensin 0,02 persen.
Di sisi lain, tekanan inflasi tertahan oleh sejumlah komoditas yang mengalami deflasi. Telur ayam menjadi penyumbang deflasi terbesar sebesar minus 0,07 persen, diikuti emas perhiasan dan daging ayam masing-masing minus 0,06 persen. Sementara itu, bawang putih dan tomat turut memberikan andil deflasi sebesar minus 0,02 persen.