Golkar Jabar Tuntaskan Musda Tasikmalaya, Siapkan Mesin 2029

- DPD Golkar Jawa Barat menuntaskan Musda di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya, menetapkan Nurul Awalin serta Mochammad Arief Arseha sebagai ketua periode 2025–2030.
- Golkar Kota Tasikmalaya menargetkan minimal 10 kursi DPRD pada Pemilu 2029; Nurul Awalin akan mengonsolidasikan kader, menjaring bakal caleg, dan menyerap aspirasi masyarakat.
- Arief Arseha menggantikan Erry Purwanto setelah dua periode di Kabupaten Tasikmalaya; kepengurusan baru diminta segera memperkuat struktur, soliditas, dan kerja politik hingga akar rumput.
Tasikmalaya, IDN Times – DPD Partai Golkar Jawa Barat menuntaskan pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya dengan menetapkan kepengurusan baru untuk periode 2025–2030. Pergantian kepemimpinan di dua daerah tersebut menjadi bagian dari konsolidasi organisasi yang mulai dipersiapkan untuk menghadapi Pemilu 2029.
Di Kota Tasikmalaya, Nurul Awalin ditetapkan sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Tasikmalaya periode 2025–2030. Sementara di Kabupaten Tasikmalaya, kepemimpinan partai dipercayakan kepada Mochammad Arief Arseha, S.E., yang juga merupakan anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Tasikmalaya.
Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Daniel Mutaqien Syafiuddin, mengatakan kepengurusan baru harus segera bergerak memperkuat struktur organisasi dan konsolidasi kader karena agenda politik berikutnya sudah semakin dekat.
“Kita hanya punya waktu untuk menghadapi pemilu yang akan datang,” ujar Daniel dalam keterangan tertulis dikutip IDN Times, Minggu(20/9/2016) .
Ia menekankan pentingnya menjaga soliditas partai, merapatkan barisan, dan memperkuat kerja-kerja politik di tengah masyarakat.
1. Golkar Kota Tasikmalaya ditargetkan raih minimal 10 kursi DPRD

Dok.Istimewa Musda V DPD Partai Golkar Kota Tasikmalaya digelar di Hotel Harmoni pada Jumat (18/9/2026). Forum tersebut dibuka langsung oleh Daniel Mutaqien dan dihadiri jajaran pengurus DPD Partai Golkar Jawa Barat, kader partai, organisasi yang berafiliasi dengan Golkar, serta sejumlah pejabat daerah.
Sejumlah tokoh yang hadir antara lain Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra, Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya Asep Goparullah, jajaran pimpinan DPRD, hingga pimpinan partai politik di Kota Tasikmalaya.
Dalam Musda tersebut, Nurul Awalin ditetapkan secara aklamasi sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Tasikmalaya periode 2025–2030.
Daniel secara khusus memasang target agar kepengurusan baru mampu meningkatkan perolehan kursi Partai Golkar di DPRD Kota Tasikmalaya menjadi minimal 10 kursi pada Pemilu 2029.
Menanggapi target tersebut, Nurul menyatakan akan fokus pada tiga langkah utama, yakni memperkuat konsolidasi kader, menjaring bakal calon legislatif yang memiliki kapasitas dan elektabilitas, serta turun langsung menyerap aspirasi masyarakat.
2. Kabupaten Tasikmalaya berganti kepemimpinan setelah dua periode

Musda Maraton Golkar Jabar Kukuhkan Figur Lama di Tiga Daerah. (Dok.Istimewa) Rangkaian Musda berlanjut sehari kemudian melalui Musda XI DPD Partai Golkar Kabupaten Tasikmalaya yang digelar di Hotel Alhambra pada Sabtu (19/9/2026).
Dalam forum tersebut, Mochammad Arief Arseha ditetapkan secara aklamasi sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Tasikmalaya periode 2025–2030.
Penetapan tersebut sekaligus menandai berakhirnya masa kepemimpinan Erry Purwanto yang telah memimpin DPD Partai Golkar Kabupaten Tasikmalaya selama dua periode, yakni 2015–2025.
Dalam sambutannya, Erry menegaskan pentingnya pelaksanaan Musda yang efektif dan tidak berlarut-larut agar organisasi dapat segera fokus menjalankan agenda politik dan konsolidasi internal.
Musda Kabupaten Tasikmalaya dihadiri langsung oleh Daniel Mutaqien bersama jajaran pengurus DPD Partai Golkar Jawa Barat, anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Jawa Barat, serta pimpinan dan kader partai di tingkat kabupaten.
3. Kepengurusan baru diminta segera memperkuat konsolidasi

Musda Maraton Golkar Jabar Kukuhkan Figur Lama di Tiga Daerah. (Dok.Istimewa) Daniel berharap kepengurusan baru di Kota maupun Kabupaten Tasikmalaya tidak berlama-lama dalam proses transisi organisasi.
Menurutnya, tantangan politik ke depan membutuhkan kesiapan struktur partai yang solid hingga ke tingkat akar rumput.
Karena itu, kepengurusan baru diminta segera menata organisasi, memperkuat konsolidasi internal, dan meningkatkan kehadiran partai di tengah masyarakat.
Melalui Musda yang berlangsung di dua daerah tersebut, DPD Partai Golkar Jawa Barat berharap proses regenerasi kepemimpinan dapat berjalan seiring dengan penguatan mesin partai untuk menghadapi Pemilu 2029 mendatang.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)




















